<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002</id><updated>2012-02-12T19:18:41.688+07:00</updated><category term='golkar'/><category term='mafia'/><category term='Krakatau steel'/><category term='pendidikan'/><category term='daya saing'/><category term='character building'/><category term='Industri strategis'/><category term='Kemanusiaan'/><category term='Demokrasi ekonomi'/><category term='neolib'/><category term='Nasionalisme'/><category term='budaya'/><category term='sosial'/><category term='peringkat'/><category term='liberalisme'/><category term='lemah'/><category term='Ideologi'/><category term='BUMN'/><category term='Politik'/><category term='data BPS'/><category term='Pembangunan'/><category term='korupsi'/><category term='Filsafat'/><category term='ketatanegaraan'/><category term='ekonomi'/><category term='Kuliah umum'/><category term='Kosgoro'/><title type='text'>Abdul Muin Angkat blog</title><subtitle type='html'>"Cogito Ergo Sum"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-924524966602991266</id><published>2012-02-12T09:01:00.002+07:00</published><updated>2012-02-12T19:18:41.767+07:00</updated><title type='text'>Catatan Biografi 70 tahun Effendi Yusuf SH</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt;Oleh; abdul muin angkat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-XU4xJOIJreo/Tzetx3PuatI/AAAAAAAAAKA/KI9hmjn0woM/s1600/Efendi-Yusuf.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-XU4xJOIJreo/Tzetx3PuatI/AAAAAAAAAKA/KI9hmjn0woM/s200/Efendi-Yusuf.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada beberapa peristiwa kenangan yang tak terlupakan dengan Bung fendy, bila waktu diputar kebelakang maka terasa memory itu muncul dalam ingatan dan rasanya kejadiannya, baru seperti kemarin, padahal itu terjadi lebih 30 tahun yang lalu semasa Mas isman masih hidup. Bung Fendi muncul pada saat Generasi Muda Kosgoro fakum, saat itu Ketua umum GMK adalah Ismuyanto alm, dan  ketika itu sedang mengalami musibah terdakwa dalam peristiwa criminal, beliau dipenjara. Praktis kepemimpinan GMK stagnan dan kepengurusan tidak berjalan sama sekali. . Mas Isman yang mempunyai TAP IX, menggunakan Hak nya untuk mereformasi GMK saat itu, dan beliau ditunjuk sebagai Ketua Umum Generasi Muda Kosgoro yang didampingi oleh Wawan Gunawan sebagai Sekjen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Saya  sendiri ditunjuk sebagai ketua VI, dan dipercaya sebagai ketua pelaksana Fortanas (forum tatap muka nasional) semacam forum kaderisasi Kosgoro. Pelaksanaan Fortanas tersebut sepenuhnya dilaksanakan di Gedung juang '45 Menteng, dan semua peserta menginap di Asrama mahasiswa Kuningan. Yang paling mengesankan sikap kebapaan beliau membimbing kami yang muda-muda bekerja, menemani kami di Kuningan, melihat semua kebutuhan kami, dengan sabar mendampingi panitia kalau kalau menemui kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Merupakan suatu kebanggaan tersendiri di forum itu diiisi oleh nara sumber yang istimewa. Ada 7 (tujuh) menteri yang hadir dan termasuk Sudomo adalah  Menakertrans yang menerima delegasi GMK daerah diruang kerjanya secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bung Fendy berhasil mengantarkan GMK sebagai penerus tongkat estafet Kosgoro dengan tampilnya Mas Hayono isman sebagai Ketua umum  GMK tahun 1985 sd 1990, di Kali Soro Solo.Salah satu program unggulan saat itu "kembali ke desa" dengan mengambil episode perjoangan Mas Isman ketika bergerilya sekitar Wlingi sampai malang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kedua, terpilihnya kembali Bung Fendy sebagai ketua umum PPK Kosgoro di Bali, adalah hasil aklamasi , ketika mas Hayono Isman berhasil  meyakinkan para pengurus daerah untuk menerima kehadiran Bung fendy  menggantikan dirinya. Itu terjadi pada tahun 2006. Kepercayaan Mas  hayono Isman kepada Effendy yusuf bukan hanya konsistensi dan loyalitas, tetapi lebih daripada itu, kesetiaannya terhadap misi perjuangan dan pengabdiannya yang tinggi. Bung fendy adalah seorang yang meniru sosok Mas Isman sebagai pemimpin, yang hatinya begitu cair bila melihat wajah yang memelas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dengan sabar, dan penuh welas kasih, dia mampu menerima tamu dirumahnya sejak subuh sampai menjelang berangkat kekantor, rumahnya penuh tamu dari segala lapisan, dari persoalan mahasiswa, rumah sakit, bayar hutang sampai keperluan tetek bengek, orang sakit dan lain-lain. Ia menerima 'pasien' layaknya seorang dokter yang mendiagnose penyakit, tapi tanpa selidik dan tanya macam-macam. Hanya satu kata, bantuan! Dengan senyum, Ia telah mampu memberikan harga yang pantas terhadap siapapun, dan anehnya Ia telah menyiapkan nya dengan ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mas Isman sering berpesan, berikan lah bantuan kepada yang membutuhkan, Kalau tidak punya mintalah kepada yang punya, atau sebaliknya orang berkuasa selalu membagikan dan meng-ikhlaskan 'kekuasannya' untuk membantu orang lain. Pengertian gotong royong ini sangat melekat dihati Bung Fendy, hari-harinya selalu diawali dengan ketulusan dan welas kasih. Ia dicintai oleh teman-temannya dan adik-adiknya. Ia sama dengan Mas Isman!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sekali, Ia pernah marah betul kepada Johan Karundeng karena tidak bisa mengamankan policy kepemimpinannya. Johan membuat Diskusi dengan tajuk Quo vadis Kosgoro? Isinya mengecam dan membiarkan suara-suara sumbang yang mengkritik. "Kosgoro mati suri", kata sebagian. Johan terpaksa dengan segala cara meyakinkan Bung fendy, bahwa yang dibahas dalam diskusi termasuk paper dari Gus Dur yang memang judulnya persis sama beberapa tahun yang lalu. Ia kembali tersenyum  mendengar penjelasan, dan kemudian sikapnya biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ketika masa bakti kepengurusannya selesai Nopember 2011, Ia menarik nafas panjang, karena lega  telah berhasil menyerahkan kepemimpinannya kembali kepada Hayono Isman. Lima tahun lebih, bukan waktu yang singkat. Ia berhasil mempersatukan seluruh potensi yang terserak. Ia mewujudkan kebersamaan, tanggung jawab serta kesetiaan terhadap cita-cita. Amanah yang dititipkan kepadanya dipertanggung jawabkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Suatu waktu, Dia dituding oleh anak-anak muda yang merasa tidak puas, Ia tetap tenang menghadapinya, seperti keluarga sendiri. Seharusnya Ia marah, tapi tetap tidak bisa. Ia selalu tersenyum membiarkan orang melepas emosinya dengan sabar. "bukankah mereka sama saja dari muin-muin yang dulu; yang keras dan ber-api-api"? katanya, dan mereka suatu waktu kelak akan menjadi seorang yang fanatic terhadap Kosgoro!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ucapan nya terngiang-ngiang ditelinga, "ya bukankah Kosgoro menjadi ladang pengabdian?" Mengapa kita merasakan semacam 'candu' untuk selalu dekat dan merasa sebagai rumah sendiri? Ternyata polesan Bung Fendy terhadap kader-kadernya sarat dengan persahabatan dan humanism. Ia menurunkan derajatnya sama dengan dengan orang lain, Ia tidak merasa ada perbedaan tinggi dan rendahnya orang, Ia sangat humanis dan demokratis, "meng-wong ke wong" sebagai ciri mamanusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;  Efendy yusuf pernah menjadi Sekjen PPK Kosgoro, ketika ketua umumnya Bambang W soeharto. Tetapi   selama kepemimpinannya kami berempat sebagai wakil Sekjen, Abdul muin angkat, Aris Abdullah, Syahrul Bunga Mayang,Berni Tamara  dan Tjokro Suprianto alm sangat dipercaya mewakili beliau menjalankan fungsi ke sekjenannya. Dalam hati saya sering bertanya mengapa beliau bersikap demikian? Ternyata yang diberikannya adalah suatu pendidikan politik jangka panjang, kepercayaan terhadap tugas dan misi. Saya dan Bung Syahrul dididik menjadi Sekjen yang sebenarnya, nyaris juga Bung Abdullah menjadi Sekjen PPK kosgoro. Dua wakil ketua umum PPK kosgoro adalah proyek kemanusiaan yang luar biasa. Terimakasih Bung!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;  Barangkali Dia  memang seorang pantas menjadi orang pertama, bukan orang kedua. Dia adalah pemimpin kharismatis, mirip Mas Isman. Posisinya diberikan kepada orang lain agar punya pengalaman dan kesiapan. Dia tidak pernah membimbing secara langsung, kehadiran dirinya seperti udara, terhisap tanpa terasa. Itulah sosok lebih jauh tentang Efendy yusuf yang saya kenal, yang memberikan saya inspirasi tentang sebuah kehidupan dan kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Di usia yang ke- 70, semoga kenangan ini bisa mengisi catatan kecil tentang Efendy yusuf, sahabat, abang, dan sekaligus senior. Saya selalu memanggilnya "bung" mengingatkan bahwa Ia seorang &lt;i&gt;egalitarian &lt;/i&gt;yang tidak pernah melihat perbedaan sebagai suatu yang principal. Hangatnya berteman dengan beliau terasakan sampai ke ubun-ubun, sambil mendengarkan lagu &lt;i&gt;stranger  in the night &lt;/i&gt;yang sering didendangkan lamat-lamat  ketika bernyanyi kecil dipojok ruangan, di Cikditiro 34. Tiada hari tanpa senyum, kita selalu optimis bila berada di dekat beliau. Dunia ini serasa tidak hampa! Dirgahayu bung!         &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial Black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-924524966602991266?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/924524966602991266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/02/catatan-biografi-70-tahun-effendi-yusuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/924524966602991266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/924524966602991266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/02/catatan-biografi-70-tahun-effendi-yusuf.html' title='Catatan Biografi 70 tahun Effendi Yusuf SH'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XU4xJOIJreo/Tzetx3PuatI/AAAAAAAAAKA/KI9hmjn0woM/s72-c/Efendi-Yusuf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-7066629896258899023</id><published>2012-01-31T12:17:00.002+07:00</published><updated>2012-01-31T13:01:38.281+07:00</updated><title type='text'>Indonesia,  Apa yang kau  kejar?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;SBY adalah presiden Indonesia yang sangat tersohor, dan pada performance nya yang begitu memukau, rakyat Indonesia merasa sangat antusias memilih menjadi Presiden nya untuk kedua kali. Bayangkan dengan suara  tidak kurang dari 60 persen rakyat mendukung menjadi Presiden untuk kedua kalinya. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tapi yang terjadi setelah terpilih hanya pencitraan demi pencitraan, seolah-olah dengan modal dukungan rakyat SBY  tidak berani melakukan kebijakannya untuk menjalankan pemerintahan dan memimpin Negara sebagaimana yang telah di atur di dalam pembukaan  UUD 1945. SBY tersandera oleh kepentingan partai politik lainnya; Sekretariat  bersama partai politik!!!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Decision making! Itulah persoalan besar dari Ilmu Manejemen. Kekurang cepatan dan ketidak tepatan untuk mengambil keputusan adalah persoalan yang tidak putus-putusnya di dalam suatu Negara. Persoalan bangsa ini terlalu banyak yang di tunda dan   menumpuk tanpa ada penyelesaian. Bukankan seorang pemimpin harus mampu menjalankan organizing, actuating,sincronizing, serta controlling? Tapi mengapa  yang dipertontonkan  adalah pembiaran dan pendiaman? Negara ini seolah-olah ada dan tiada. Tanpa ada Presiden, rakyat toh bisa bekerja dan cari makan sendiri. "auto pilot" telah  terjadi begitu lama di Negara ini tanpa disadari.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apa yang dilakukan SBY terhadap Negara ini ?Rasanya tidak ada sesuatu pun yang terkesan di dalam hati rakyatnya. Apalagi kalau dibandingkan dengan Bapak pembangunan Soeharto. Untuk itulah tulisan Hendri Saparini, Kompas 22 nopember 2011 kita masukkan di Blog muin_angkat blogspot.com. semoga bermanfaat.      &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;KTT ke -19 ASEAN  di Nusa Dua  Bali, pekan lalu  merupakan  pertemuan  pemimpin  ASEAN  kedua  tahun ini setelah sebelumnya dilaksanakan  di  Jakarta, Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;KTT  ASEAN kali ini menarik disimak karena dibarengi  KTT ASEAN Plus Three (Jepang, China, dan Korsel) pada 18 november. Pada 19 nopember, dilanjutkan  dengan  KTT ke-6 Asia Timur  yang dihadiri  para pemimpin ASEAN  serta  Australia, China, India, Jepang, Korsel, Selandia Baru, Rusia  dan AS.  Hampir semua Negara yang hadir dalam rangkaian KTT ASEAN di Bali  telah memiliki kemitraan komprehensif  dengan Negara-negara  yang hadir.  Indonesia termasuk  sangat agresif, misalnya lewat economic partnership  agreement (EPA) dengan Jepang dan Comprehensif partnership  dengan AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Posisi ASEAN &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;ASEAN mempunyai posisi sangat  penting bagi ekonomi dunia  dan akan  menjadi penentu bagi  masa depan Asia Timur dalam  menggeser hegemoni  economy dunia. ASEAN  penting karena  akan menjadi pendukung  ekonomi Negara industry Asia seperti China, India, Korsel, Jepang, Australia dan Selandia Baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagi China Negara-negara ASEAN adalah pemasok berbagai  kebutuhan energy dan bahan baku.  Bagi ASEAN  China juga pasar penting bagi ekspor mereka. ASEAN  juga penting bagi India karena 99 persen ekspor  minyak mentah  Brunei  untuk India. Sedangkan untuk CPO,88 persen  ekspor Kamboja dan 58 persen ekspor Indonesia  di tujukan ke India.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;ASEAN  akan semakin penting jika  ASEAN Community 2015, di implementasikan.  Di bidang ekonomi, bersatunya ASEAN dinilai sangat penting bagi  Negara mitra karena  dengan penduduk 558 juta, ASEAN  akan menjadi pasar tunggal raksasa dan  dengan tenaga kerja serta kekayaan alamnya akan menjadi basis produksi yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Integrasi ekonomi ASEAN, akan  berarti dihapuskannya  semua hambatan investasi  dan perdagangan, baik tariff maupun non tariff, serta diharmonisasikan  dan disederhanakannya bebagai regulasi.  Sebagai pasar tunggal  dan basis  produksi, pembangunan infrastruktur  jadi penting untuk  memperlancar  aliran barang dan jasa, modal, maupun tenaga  kerja  dikawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Itu sebabnya, Malaysia tak berhenti  membujuk Indonesia  membangun jembatan Selat Malaka m yang menghubungkan  Sumatera dan Malaka, sepanjang  48,09 km dari jembatan sepanjang  127,93 km ini  berada di wilayah Malaysia  dan 72,24 km berada diwilayah  Indonesia. Alasan sama juga  mendasari ngototnya China  membangun jembatan di Selat Sunda  yang akan menyambungkan Sumatera  dan Jawa  karena  akan menyambung  rel kereta api yang telah dibangun  hingga Thailand untuk menguasai  pasar ASEAN.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tawaran China  dan Malaysia  tentu bukan tawaran tanpa didasari strategi matang  atas benefit  yang  akan diperoleh.  Bayangkan membangun dan mengoperasikan  jalan tol  dengan tawaran  80 dollar AS  perkendaraan  sekali jalan tentu sebuah bisnis  yang menggiurkan.  Apalagi di era ASEAN  2015, aka nada potensi keuntungan  jauh lebih besar.  Murahnya transportasi barang akan mendukung  industry  manufaktur Malaysia.  Juga akan menjadikan  Sumatera sebagai pasar semakin potensial bagi industry parawisata,  jasa pendidikan  dan kesehatan  Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Baik China maupun Malaysia  akan menggunakan berbagai cara  untuk mewujudkan mimpinya, termasuk  menggunakan secara maksimal forum KTT ASEAN   untuk menggulirkan  isuue konektivitas  ASEAN.  Demikian  juga Jepang, Australia, India  dan AS. Kehadiran  mereka  dalam rangkaian KTT ASEAN  ini tentu  amat sangat  penting  untuk menjamin  bahwa  arah kebijakan  ekonomi  ASEAN  akan memberikan  manfaat  bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Posisi  Indonesia &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Lalu, di mana posisi Indonesia? Apa yang  tengah  di impikan  dan disiapkan Indonesia  menyongsong  ASEAN  2015 ? Apa pula mimpi Indonesia  di Asia fasifik  atau dunia? Tentu Indonesia  punya pilihan untuk aktif  memosisikan  diri atau pasif  untuk diposisikan. Pencapaian  China jadi  Negara  dengan produk manufaktur paling kompetitif di dunia  adalah wujud  mimpi China puluhan  tahun lalu. Keberhasilan Singapura  jadi Negara industry  jasa  yang sangat kompetitif  juga  buah dari upaya  aktif untuk mewujudkan  mimpi itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sulit untuk  tidak mengatakan mimpi Indonesia  terlalu sederhana dan tak banyak. Jangan-jangan hanya sekedar menaikkan  posisinya  dalam G-20.  Toh, dengan strategi  saat ini, ekonomi  tetap tumbuh, porsi investasi dan ekspor juga  semakin besar.  Dengan PDB  yang meningkat, PDB per kapita juga akan  meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Memang tak ada yang salah. Hanya akan salah apabila perubahan struktur ekspor Indonesia  yang kini 70 persen komoditas primer, sementara  1980-1990 cukup besar porsi produk olahan unggulan Indonesia,  bukan kita anggap sebuah kemunduran. Baru kita anggap keliru apabila hasil pembangunan ekonomi  60 persen dinikmati  oleh kurang dari 16 persen penduduk dan menghasilkan  indeks  pembangunan  manusia  dibawah standar  dunia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bukankah ini justru  mimpi buruk? Jika mau jujur, Indonesia  saat ini sangat  menikmati dan membiarkan  Negara-negara lain  maupun industry-industri  raksasa  dunia  mewujudkan mimpi-mimpi mereka untuk Indonesia. Indonesia  terlalu lelap tidur  sampai lupa membangun mimpi untuk dirinya sendiri. Membuka diri dan aktif  dalam kerjasama ekonomi global, regional, maupun bilateral  memang perlu  karena ada potensi  manfaat  di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Namun, dalam setiap kerjasama ekonomi unsure persaingan dalam mendapatkan benefit  lebih besar tak akan pernah hilang. Setiap Negara akan  membawa  dokumen strategi  dalam setiap perundingan  agar  mendukung mimpinya. Kehadiran  Barack Obama  dan Hu Jintao ke  Bali tentu bukan  sekedar memenuhi undangan  Indonesia  yang tahun ini  menjadi ketua ASEAN. Kedua Negara tersebut, sebagaimana  Negara lainnya, dipastikan  akan memanfaatkan  panggung  KTT ASEAN untuk saling lobi  dan saling adu pengaruh di ASEAN. Tanpa  mimpi yang jelas, apa yang akan dikejar Indonesia  dalam KTT  ASEAN? Pasti  bukan sekedar  predikat ketua dan tuan rumah yang baik. Tetapi apa?   &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-7066629896258899023?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/7066629896258899023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/01/indonesia-apa-yang-kau-kejar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/7066629896258899023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/7066629896258899023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/01/indonesia-apa-yang-kau-kejar.html' title='Indonesia,  Apa yang kau  kejar?'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-2641131108120263339</id><published>2012-01-22T11:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-22T11:12:30.021+07:00</updated><title type='text'>Kembali  Ke   Pasal  33  UUD  1945</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Ada rasa rindu kembali ke UUD 1945 khususnya pasal 33, karena disana semua hak-hak azasi rakyat terrealisasikan. Masyarakat yang sejahtera, adil dan terpenuhinya hajat orang banyak. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama  berdasar atas azas kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Dalam penjelasan tentang UUD 1945 telah disebutkan; Bahwa perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi segala orang. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasasi hajat hidup orang banyak harus dikuasasi oleh Negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ketangan orang seorang yang berkuasa  dan  rakyat  yang banyak ditindasinya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang  banyak  boleh ditangan orang seorang.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Bumi dan  air dan kekayaan alam  yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat sebab itu harus  dikuasasi  oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat. &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Demikian gamblangnya bunyi pasal 33 UUD 1945, tetapi di dalam pelaksanaannya sangat sulit untuk dilaksanakan. Apakah tidak ada 'political will' dari pemerintah?Sebagai contoh misalnya, mengapa subsidi minyak untuk kepentingan rakyat harus menjadi momok, yang sering di embuskan di- masyarakat?Bahwa Negara lainnya tidak mencantumkan pasal 33 di dalam Undang-Undang Dasar  mereka itu adalah persoalan lain. Akan tetapi subsidi di hilangkan demi kepentingan asing, agar pertamax yang dijual oleh petronas, Sheel, dan SPBU  milik asing lainnya bisa survive?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Tulisan diharian Kompas seperti judul di atas, oleh anonim, sangat menarik untuk dijadikan perbandingan dan satu lagi ; 53 persen garam, 60 persen kedelai, 30 persen daging, dan 70 persen susu harus di-impor yang mengakibatkan harga beras naik 120 persen, kedelai 85 persen telur 100 persen, cabai 120 persen, daging 90 persen dan jagung 700 persen. Masihkan kita memimpikan  rakyat merasakan kemakmuran?  &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Dengan mencontoh Negara-negara tetangga yang mendahulukan kepentingan pembangunan ekonomi kerakyatan  dari tingkat  terbawah seperti Jepang, Korea, China, Singapura, dan Malaysia, Indonesia, sudah sepatutnya  melakukan hal yang sama sejak semula.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Namun, kenyataannya  tidak demikian. Sistem ekonomi Imdonesia sejak  kemerdekaan, yang sudah 66 tahun umurnya, praktis sama  saja dengan kita selama  sekian abad` berada  dibawah penjajahan  asing. Sistem  ekonomi yang berkembang  sampai  saat ini masih  bersifat liberal- kapitalistik –pasar bebas, sekaligus  dualistic.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Padahal, UUD  1945 menyatakan, "Perekonomian  disusun sebagai usaha  bersama berdasar  atas asas kekeluargaan" (pasal 33 ayat 1); "cabang-cabang  produksi  yang penting  bagi Negara dan  yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara" (pasal 33 ayat 2):  "Bumi dan air  dan kekayaan alam yang terkandung  di dalamnya  dikuasai oleh Negara  dan dipergunakan untuk  sebesar-besar kemakmuran rakyat,(pasal 33 ayat 3); dan "perkonomian nasional  diselenggarakan berdasar  atas demokrasi ekonomi  dengan prinsip kebersamaan, efisiensi  berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan serta kesatuan  ekonomi  nasional" (pasal 33  ayat  4).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Lalu disambung   lagi  dengan  pasal  34 ayat 1; "fakir miskin  dan  anak-anak  yang terlantar dipelihara  oleh Negara" ayat 2. "Negara mengembangkan system jaminan sosial\bagi seluruh rakyat dan memberdayakan  masyarakat yang  lemah dan tidak  mampu  sesuai dengan martabat kemanusiaan", dan ayat 3" Negara bertanggung jawab  atas penyediaan  fasilitas pelayanan kesehatan  dan  fasilitas  pelayanan umum yang  layak".&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Ekonomi dualistic&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Semua itu hanya angin surga yang diimpikan para penggagas  dan pendiri republic ini. Sementara  yang berjalan  dan dipraktekkan  selama ini justru sebaliknya. Selain karena terlalu lama dijajah, juga karena system sosial  budaya  yang dimiliki oleh bangsa ini yang dominan adalah feodalistik, hierarkis vertical, sentripetal, etatik, nepotik, dan bahkan despotic.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Alhasil itulah yang berlanjut sampai hari ini, yaitu system ekonomi yang dualistic. Terbentuklah  jurang menganga antara 90 persen penduduk  yang merupakan rakyat asli – pribumi yang sejak semula hidup dalam kemiskinan dan kebodohan  dan terbelakang - - dan penyertaan sekitar 5 persen dari ekonomi nasional yang bergedumpuk disektor  nin formal. Sementara 5 persen lainnya umumnya nin pribumi - - menguasai sekitar 98 persen  kekayaan ekonomi negeri ini; dari hulu sampai ke muara, di darat, laut dan bahkan udara di Negara kepulauan terbesar di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Antara harapan seperti dituangkan dalam dalam pasal 33 dan 34 UUD 1945 dan kenyataan yang dihadapi bagaikan siang dengan malam. Orang Jepang, China, Korea, Singapura  dan Malaysia  bangga dengan negeri dan tanah airnya karena mereka sendiri  yang punya dan menguasai bumi, air, dan segala isinya dan dinikmati oleh rakyatnya  sendiri. Kalaupun ada orang luar yang ikut serta,  mereka adalah tamu dan tunduk kepada ketentuan ketentuan  yang berlaku. Di kita Indonesia  sebaliknya. Kita malah bagaikan tamu atau orang asing di rumah  sendiri. Tanah, air bahkan udara  yang  kita jawat  secara turun temurun dari nenek moyang kita  hanya namanya kita yang punya, tetapi praktis seluruhnya  mereka yang kuasai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Padahal, alangkah luas, kaya dan indah  Negara ini sehingga menempati empat terbesar di dunia. Akan tetapi, kita hanya menguasai secara &lt;em&gt; dejure&lt;/em&gt; diatas kertas,&lt;em&gt; defacto&lt;/em&gt; dikuasai kapitalis mancanegara dan konglomerat non pribumi  yang sudah mencengkeramkan kukunya sejak dulu. Lihatlah, hampir semua warga Indonesia  terkaya ukuran dunia adalah mereka, diselingi satu dua elite pribumi  yang hidup sengaja mendekat  dan/atau bagian dari api  unggun kekuasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Untuk mengembangkan usaha makro di bidang perkebunan, kehutanan, galian alam misalnya, pemerintah bahkan mengambil alih tanah ulayat milik rakyat  yang dipusakai turun temurun. Tanah itu lalu diserahkan berupa hak guna usaha, yang bisa diperpanjang  setelah 30 tahun ke kapitalis mancanegara  dan konglomerat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Sekali tanah ulayat menjadi tanah Negara, kendati sudah habis masa pakai ataupun tak lagi dipakai, tak juga bisa dikembalikan kepemiliknya; rakyat! Hal itu hanya Karena penafsiran ayat 3 pasal 33 UUD 1945 yang sangat Negara centris, harfiah, bahwa "bumi, air, dan kekayaan alam yang  terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar  kemakmuran rakyat". &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kata "dikuasai" secara harfiah tentu saja tidak sama dengan 'dimiliki'. Pemiliknya tetap adalah rakyat  yang meng-ulayati tanah itu  secara turun temurun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Jelas sekali bahwa Negara sama sekali  tak berpihak kepada rakyat, tetapi pada kapitalis multinasional dan konglomerat non pribumi yang sekarang menguasai bagian terbesar dari tanah rakyat itu. Sekarang yang namanya tanah ulayat dimana-mana habis. Tandas sudah!  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Alangkah tragis mengingat semua ini terjadi di alam kemerdekaan.Ukuran keberhasilan pembangunan bagi penguasa Negara jadinya bukan "siapa" dan seberapa besar hasilnya  dinikmati oleh rakyat, melainkan 'berapa'  dari target yang diinginkan tercapai dalam angka-angka  statistic. Percapaian target itu dalam kenyataannya  nyaris diborong habis oleh para kapitalis yang sesungguhnya  menggerakkan roda ekonomi nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Penduduk asli pribumi? Kelompok ini hidupnya masih seperti itu juga dari waktu kewaktu, rezim berganti rezim. Sementara  rakyat pribumi rata-rata memiliki tanah kurang dari  setengah hektar per keluarga. Jutaan tanah ulayat diserahkan oleh Negara kepada para pengusaha kapitalis-multinasional  dan konglomerat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kerjasama triumvirat kapitalis multinasional dan konglomerat pribumi  dibawah lindungan elite penguasa Negara  yang pribumi inilah yang menggelindingkan  ekonomi imdonesia  selama ini. Sementara  rakyat pribumi yang merupakan  ahli waris sah  republic ini tetap saja  hidup  melarat  dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Walau janji-janji dilontarkan oleh  penguasa reformasi yang sudah jilid  dua pula sekarang ini, masih ada saja yang tertulis di atas kertas yang tak  segera terlihat  ada implementasinya, seperti program kredit usaha rakyat dan entah apa lagi namanya  itu. Jangan-jangan itupun hanya janji gombal karena sebentar lagi  pemilu akan datang pula.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Akibat salah urus &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Bagaimana kedepan? Akan seperti ini juga  tanpa perubahan structural yang berarti, yang sifatnya harus fundamental, mendasar, atau  seperti selama ini juga, sekedar  tambal sulam di permukaan, yang esensinya itu ke itu juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kuncinya ada pada diri kita sendiri, terutama pada kelompok elite pribumi yang secara politis mengendalikan negeri dan Megara ini. Seperti kita lihat, selama ini mereka (para elite pribumi) sekadar menumpang di biduk ke hilir. Mereka lebih suka menerima daripada member, lebih suka dilayani daripada melayani  sesuai tugas mereka sebagai abdi negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Tanpa bersusah-susah mereka menerima upeti berbagai macam, yang jumlahnya bisa tak termakan di akal sehat kita. Mereka datang dari semua lapisan birokrasi; dari eksekutif, legeslatif dan judikatif, polisi maupun militer; dari orang pertama ditingkat atas sampai ditingkat bawah; di pusat maupun di daerah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dengan kebebasan pers yang kita nikmati sekarang, semua borok ini jadi terbuka. Tahukah kita  betapa sakit Negara ini sehingga dunia menjulukinya  sebagai salah satu Negara  terkorup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kita sesungguhnya sedang berada  ditepi jurang kehancuran sebagai Negara akibat salah urus dan akibat dari system sosial dan budaya politik  yang kita anut selama ini, yang berbeda antara yang di ucapkan  dan dilakukan. Pilihannya tinggal satu; kembali kepangkal jalan dengan mempraktikkan  UUD 1945, khususnya pasal 33 dan 34  secara jujur dan konsekwen ; atau &lt;em&gt;kaput&lt;/em&gt;, habis kita! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-2641131108120263339?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/2641131108120263339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/01/kembali-ke-pasal-33-uud-1945.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/2641131108120263339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/2641131108120263339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2012/01/kembali-ke-pasal-33-uud-1945.html' title='Kembali  Ke   Pasal  33  UUD  1945'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3389381786180843160</id><published>2011-12-01T10:15:00.001+07:00</published><updated>2011-12-01T10:15:38.033+07:00</updated><title type='text'>PENDUDUK  TERKAYA  DI  INDONESIA; 40 ORANG  MEMILIKI  HARTA  RP 761,7 TRILIUN</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;em&gt;Woow, menakjubkan ternyata dua bersaudara raja rokok kretek Jarum dan pemilik Bank Central asia, Budi dan M Hartono, tercatat sebagai  orang  terkaya di Indonesia. Dengan kekayaan  sebesar Rp 126 triliun bisa meraup penghasilan sebesar Rp 345 milyar perhari.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Tiga besar orang terkaya tahun 2011 masih dipegang oleh  Hartono brothers (pemilik Djarum kretek, Susilo)  Susilo Wonowidjojo (Gudang garam), dan Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas Grups.) Kekayaan ketiga orang tersebut naik 7,5 milyar dillar AS menjadi 32,5 milyar dollar AS. Atau berkisar 38 persen dari total kekayaan  40 orang terkaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Seluruh kekayaan mereka tercatat hamper 85 milyar dollar AS, naik 19 persen dari tahun sebelumnya, inilah nama-nama mereka;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;1), R Budi &amp;amp; Michael Hartono (18 MD), 2)Susilo Wonowidjojo (10 MD), 3)Eka Tjipta Widjaja ( 8 MD), 4) Low Tuk Kwok (3,7 MD), 5)Anthoni Salim (3,6 MD), 6)Sukanto Tanoto (2,8 MD), 7)Martua Sitorus (2,7 MD), 8)Peter Sondakh (2,6 MD), 9)Putra Sampoerna ( 2,4 MD), 10)Achmad Hamari ( 2,2 MD), 11)Chairul Tanjung (2,1 MD), 12)Boenyamin Setiawan ( 2 MD), 13)Sri Prakash Lohia (1,7 MD), 14) Murdaya Poo (1,5 MD), 15)Tahir (1,4 MD),16)Edwin Soerja Djaja ( 1,35 MD), 17)Kiki Barki 1,3 MD), 18)Garibaldi Thohir (1,3 MD), 19)Syamsul Nursalim ( 1,22 MD), 20) Ciliandra Fangiono ( 1,210 MD), 21) Eddy Wiliam Katuari ( 1,2 MD), 22)Hary Tanoe Soedibjo (1,19 MD), 23)Kartini Mulyadi (1,15 MD), 24)TP Rachmat (1,140 MD), 25)Djoko Susanto (1,040 MD), 26) Hardjo Sutanto (1 MD), 27)Ciputra (950 juta $dollar), 28) Samin Tan  940 juta US$, 29)Benny Subianto (900  juta US$), 30)Abu Rizal Bakrie (890 juta US$, 31)Engki Wibowo &amp;amp; Jenny Qoantero (810 juta US$), 32)Hashim Djojohadikusumo (790 juta US$), 33)Soegiarto adikusoemo (770 juta US$), 34)Kuncoro Wibowo (730 juta US$, 35)Muhammad Aksa Mahmud (710 juta US$, 36)Husain Djojonegoro (700 juta US$, 37)Sandiago Uno (660 juta US$), 38)Mochtar Riady (650 juta US$), 39)Triatma Haliman (640 juta US$), 40)Handojo Santosa (630 juta US$).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Di era kapitalisme dan liberalism ekonomi nampaknya kekayaan individu yang berbanding terbalik dengan kemiskinan rakyatnya, sudah menjadi sesuatu yang biasa saja. Kemakmuran ekonomi ala sosialisme Pancasila jauh panggang dari api. Entah sampai kapan kesejahteraan dan kemakmuran itu akan datang. Mengutip catatan Pieter P Gero di harian Kompas Sabtu 26/11/2011 rasanya sesuatu yang  menarik dan sayang kalau tidak dimasukkan ke dalam &lt;strong&gt;muin_angkat Blogspot.com&lt;/strong&gt;, selamat membaca.(ama).  &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Nilai   total  produk domestic bruto Indonesia versi  Badan Pusat Statistik  sampai triwulan III-2011  sudah mencapai  Rp 5.472,9 triliun atau rata-rata per-triwulan  Rp 1.824 triliun. Jadi,  total PDB  hingga  akhir tahun 2011  diperkirakan  mencapai  Rp 7.396, 5 triliun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Definisi PDB yakni nilai  barang dan jasa yang diproduksi warga  dari satu Negara  selama periode satu tahun.  Dalam memproduksi ini, warga  Negara tadi  bisa  saja menggunakan faktor-faktor produksi yang ada  dalam Negara  itu  atau faktor-faktor  produksi  yang ada  di Negara  lain. Para  tenaga kerja Indonesia di luar negeri  masuk dalam hitungan terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Intinya, total PDB  sebanyak Rp 7.396, 5 triliun  tadi merupakan  hasil kerja keras seluruh warga Negara  Indonesia  di mana saja  mereka berada. Jika hasil kerja keras tadi dibagikan kepada  sekitar  240 juta penduduk, maka  masing-masing penduduk  Rp 30, 8 juta, ini merata untuk setiap penduduk?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Majalah &lt;em&gt;Forbes  &lt;/em&gt;terbitan  hari kamis lalu  secara  tidak langsung memberikan jawaban  "tidak merata" atas  pertanyaan di atas.&lt;em&gt; Forbes&lt;/em&gt; mengungkapkan  daftar  40 orang  terkaya  di Indonesia. Total kekayaan mereka mencapai  84,82 milyar dollar AS  atau setara  dengan  Rp 761, 7 triliun  (kurs Rp 9000 per dollar AS).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Di posisi orang terkaya di Indonesia  ditempati dua bersaudara, R Budi dan Michael Hartono, pemilik pabrik rokok Djarum dan Bank Central Asia (BCA)  dengan kekayaan bersih  14 milyar dollar AS atau setara dengan  Rp 126 triliun.  Menyusul  Susilo Wonowidjojo pemilik rorkok Gudang Garam  dengan kekayaan  10,5 milyar dollar AS atau sekitar Rp 94,5 triliun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Lepas dari akurasi data yang disampaikan &lt;em&gt; Forbes,&lt;/em&gt; sangat jelas bahwa  40 orang kaya Indonesia  ini menguasai sekitar  10 persen  dari  PDB  Negara ini. Entah  berapa  besar pendapatan  mereka per tahun.  Dengan kekayaan  mencapai RP 126 triliun, secara  pendapatan  mencapai Rp 345 milyar perhari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Sementara sebagian besar dari warga  harus berbagi pendapatan  atas 90 persen  dari PDB  yang tersisa.  Jika pendapatan per kapita  Rp 30,8 juta, berarti  sebagian besar berpenghasilan  Rp 85 000 perhari. Dalam kenyataan , masih ada warga yang berpenghasilan kurang dari satu dollar AS, atau Rp 9000 perhari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Pesan yang ada, semoga warga  kaya  di Indoneia ini menjdi pembayar pajak  yang taat.  Jangan berkongkalikong  dengan  aparat untuk  menghindari pajak.  Juga tak lupa  melakukan  tanggung jkawab sosial perusahaan.  Biar anugerah kekayaan tadi  bisa ikut  dirasakan  oleh  warganegara  lainnya. ( Pieter P Gero)   &lt;em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3389381786180843160?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3389381786180843160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/12/penduduk-terkaya-di-indonesia-40-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3389381786180843160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3389381786180843160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/12/penduduk-terkaya-di-indonesia-40-orang.html' title='PENDUDUK  TERKAYA  DI  INDONESIA; 40 ORANG  MEMILIKI  HARTA  RP 761,7 TRILIUN'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3591162693255752558</id><published>2011-11-24T08:22:00.003+07:00</published><updated>2011-11-24T08:40:32.851+07:00</updated><title type='text'>PERNYATAAN  UMUM  DAN  REKOMENDASI  MUSYAWARAH  BESAR  (MUBES)  X  KOSGORO 2011</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZlYeB5or5nY/Ts2eZA4we3I/AAAAAAAAAJ4/X_StGExE6Ys/s1600/kosgoro1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZlYeB5or5nY/Ts2eZA4we3I/AAAAAAAAAJ4/X_StGExE6Ys/s1600/kosgoro1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro di dalam Mubes X  tahun 2011, setelah mengamati, mempelajari dan membahas  masalah-masalah kemasyarakatan dan kenegaraan pasca reformasi  sampai sekarang, masih terasa kesenjangan antara rakyat miskin dengan kelas menengah terutama para petinggi, pejabat serta anggota legeslatif, judikatif serta eksekutif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kesenjangan sosial tersebut disertai dengan harga-harga kebutuhan pangan semakin tinggi, pengangguran semakin meningkat, tindakan  criminal, perkelahian antar pelajar, perkelahian antar mahasiswa, antar wilayah dan suku, kerusuhan serta penembakan di Papua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rasa aman masyarakat terusik dan terganggu  karena  penegak hukum tidak pernah tuntas untuk mengusut suatu peristiwa, seolah-olah pelanggaran hukum dan criminal tidak berdampak kepada pemberian sanksi yang tegas demi terjaminnya pelaksanaan hukum secara lugas dan berwibawa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Demi tercapainya percepatan hasil pembangunan untuk  kesejahteraan  masyarakat Pemerintah seyogianya merubah strategi pembangunan ekonomi bangsa, menegakkan supremasi hukum  secara adil, memberantas korupsi,kolusi dan nepotisme, sampai keakar-akarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Penggunakan APBN  secara tepat terukur seyogianya dirancang sejak dari perencanaan awal  sehingga  mampu menggerakkan perputaran ekonomi rakyat melalui  sector UKM (usaha kecil menengah) yang pada gilirannya ikut mendorong pertumbuhan ekonomi.  Ketimpangan antara belanja pembangunan dan besarnya belanja pegawai  yang menghabiskan rata-rata 70 % APBN/APBD menjadikan pembangunan infrastruktur di daerah mandek karena ketiadaan anggaran. Oleh sebab itu diperlukan sikap progresif melakukan reformasi dibidang birokrasi untuk tercapainya efektifitas tata kelola pemerintahan  yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan memperhatikan butir-butir di atas, maka dengan ini Mubes X Kosgoro   menyampaikan Pernyataan Umum organisasi yang merupakan Rekomendasi Mubes X Kosgoro  sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-left: 54pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Restrukturisasi  sosial yang akan di dilakukan pemerintah melalui revisi UU keormasan, hendaklmya mengacu kepada solusi problem kemasyarakatan dimana kehidupan sosial kemasyarakatan  semakin amburadul, tertib hukum semakin kabur, dimana para penegak hukum tidak pernah tegas  menangani  persoalan criminal atau  tindak  pidana perusakan dan anarkhisme. Kosgoro berpendapat bahwa revisi UU Keormasan sangat strategis untuk meningkatkan kemandirian masyarakat serta memperkuat basis pemahaman ke bhineka tunggal ika an yang dibingkai didalam rasa persatuan dan kesatuan Bangsa. Kosgoro berpendapat bahwa gabungan kekuatan Ormas kebangsaan dan keagamaan perlu difungsikan untuk melindungi dan memberdayakan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Organisasi kemasyarakatan  hendaknya mampu  untuk melindungi masyarakat dari berbagai konflik kepentingan politik, ekonomi global, menjaga kemandirian  serta  rasa nasionalisme.  Oleh sebab itu Kosgoro tetap mendesak pemerintah untuk konsekwen dengan kebijakan &lt;i&gt;pro rakyat kecil &lt;/i&gt; merumuskan secara tegas strategi pengentasan kemiskinan nasional, bukan hanya dengan rumusan program-program  miniature yang terserak di berbagai kementerian Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sistem Ekonomi Konstitusi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;Kegagalan kapitalisme di AS pertama, ditandai dengan bangkrutnya lebih seratus Bank terkemuka di AS, dan kedua terjadinya protes  generasi muda AS terhadap perekonomian  di negaranya telah merebak keseluruh kota di eropa (occupy wall street). Generasi muda AS telah merespon terjadinya kesenjangan sosial antara Bankir yang serakah dan masyarakat AS dan telah merebak sampai  ke  eropa. Paham individualism yang tidak memperjuangkan kemanusiaan, ternyata terperangkap kepada ambisisi &lt;i&gt;merusak  peradaban manusia&lt;/i&gt;.  Pasar bebas yang tidak dikendalikan oleh Negara bukan mencari&lt;i&gt; titik&lt;/i&gt;&lt;i&gt; equilibrium,&lt;/i&gt; malahan menjadi bandul yang  bergerak bebas mencari pemuasan tanpa batas. Kosgoro mendesak  pemerintah agar lebih cerdas untuk tidak  menerapkan paham ekonomi kapitalisme, liberalism dan new liberalism yang bertentangan dengan ekonomi konstitusi yang berbasis pasal 33 UUD 1945.  Jika  menafikan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945  sama halnya dengan  melanggar   konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;4. DPR sebagai epicentrum moral bangsa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam era multi partai dimana peranan DPR sangat dominan, maka system cabinet  Presidensial  tidak terselenggara dengan baik. Presiden tidak leluasa menggunakan wewenang yang dimiliki sebagai kepala pemerintahan dan kepala Negara karena kuatnya parlemen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPR selama ini ternyata sudah merambah ke bidang-bidang lainnya seperti mengatur strategi penganggaran keuangan Negara yang sebenarnya dapat dilakukan oleh eksekutif.  Oleh karena itu perlu peningkatan dan penguatan kinerja DPR, antara lain lebih bekerja keras meningkatkan produk RUU yang menguntungkan  rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro juga  berpendapat agar DPR lebih memfokuskan diri untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap &lt;i&gt; pemerintahan&lt;/i&gt;. DPR harus mampu menempatkan diri sebagai  &lt;i&gt;perwujudan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;perwakilan&lt;/i&gt; rakyat yang bersih dan menjadi &lt;i&gt;epicentrum moral&lt;/i&gt;  yang tidak gampang tergoda oleh peluang percaloan yang menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;5. Papua merdeka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Masyarakat Papua yang telah menyelenggarakan Kongres ke III, di lapangan Padang bulan, tetap berprinsip bahwa Papua telah merdeka sejak tahun 1961.Gerakan separatism yang didukung oleh generasi muda Papua  untuk melepaskan diri dari NKRI semakin marak  dari tahun ke tahun. Mengapa Papua merasa kurang puas terhadap Pemerintah? Bukankah Pemerintah telah menguncurkan dana Otsus sebesar 28,8 Triliun sejak tahun 2002?. Kebijakan tersebut berdasarkan UU no.21/2001 tentang Otsus. Akan tetapi masyarakat Papua tidak pernah merasakan dana Otsus sebagai bantuan untuk membangun infrastruktur Papua dan mereka tidak tahu  kemana dana tersebut di alokasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro mendesak agar dana Otsus berikutnya yang akan dikucurkan  benar-benar tepat sasaran. Kosgoro berpendapat bahwa tingkat  kesejahteraan masyarakat      Papua harus di prioritaskan,  serta mendesak pemerintah agar meningkatkan  potensi  serta kualitas sumber daya masyarakar Papua.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.&amp;nbsp; Pemberantasan korupsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Korupsi di Indonesia sudah menggurita bukan hanya di eksekutif    tapi sudah menyebar sampai ke badan legeslatif dan yudikatif. Sebanyak  46 anggota DPR sudah dijebloskan ke bui, termasuk 155 bupati/walikota, gubernur serta  para  mantan  Menteri. Belum tuntasnya mafia peradilan, mafia hukum, pajak dan bahkan mafia anggaran di DPR semakin  merusak citra Indonesia di luar negeri yang menjadi peringkat  nomor satu Negara terkorup di  Asia Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro berpendapat bahwa wabah korupsi sudah sampai  pada status membahayakan kelangsungan republic ini, yang berakibat  penderitaan  rakyat   karena anggaran pembangunan terkuras untuk kepentingan pribadi,  kelompok, serta golongan tertentu.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro menyerukan kepada semua lapisan masyarakat agar menjadikan koruptor sebagai musuh bersama  seperti  bahaya laten komunis. Kepada pelakunya harus  dijatuhi hukuman  seberat beratnya dan  mengembalikan  harta hasil korupsi kepada  Negara. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;7.Pendidikan dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perguruan Tinggi di Indonesia  telah berhasil meningkatkan kecerdasan kognitif anak bangsa, tetapi  gagal membangun moral     bangsa. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Jika pendidikan yang berbasis kebudayaan fungsional di alam modern dipaksakan,  maka  hasilnya   akan   menganggap manusia sebagai  robot   dan angka-angka  yang berupa skema dan statistic sebagai pembenaran.  Atau lebih parah lagi hanya berupa janji-janji, sehingga misalnya index kebutuhan manusia ditafsirkan dengan angka,  dan  menganggap kemiskinan itu hanya maya, yang artinya nilai nilai kemanusiaan itu terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Selama 32 tahun pemerintahan Orde baru "nation and character building" terabaikan karena kekuasaan yang represif dan authoritarian. 13 tahun pasca reformasi keadaan tidak berubah, malah dengan kebebasan yang  tanpa kendali, individualism dan pragmatism telah menjadi ikon, setiap orang hanya mengejar keuntungan untuk dirinya dengan menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro berpendapat bahwa pendidikan telah melenceng dari aras utama mencetak insan  yang berbudi luhur dan berkepribadian      Indonesia. Pendidikan hanya mencetak orang-orang pintar tetapi miskin hati nurani. Pendidikan yang liberal  menciptakan robot-robot hidup yang tidak berkarakter, tidak punya kepedulian sosial, mahluk individual yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri lepas dari tanggung jawab sosial. Oleh sebab itu kosgoro mendesak  pemerintah  agar kurikulum Budi Pekerti  dihidupkan kembali  dan  diajarkan di sekolah-sekolah dari SD sampai sekolah lanjutan. Sedangkan kepada mahasiswa di perguruan tinggi  diajarkan kepribadian nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro mendesak  agar system  Pendidikan nasional dipersiapkan sebagai  tranformasi nilai-nilai adi luhung yang merupakan  kearifan local (local wisdom) yang digali di setiap daerah di dalam kebudayaan dan adat istiadat  nusantara. Pemerintah seyogianya mampu merumuskan strategi kebudayaan yang mengalami loncatan dari tahap mitis ketahap ontologis  dan fungsional. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;        8. Kepemimpinan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Indonesia merupakan Negara  yang kaya akan sumber daya alam  berupa potensi kekayaan laut, kekayaan hutan, perminyakam bumi, kekayaan tambang, flora, fauna serta lahan pertanian yang subur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tetapi sangat ironis, semua kekayaan tersebut dikelola oleh Negara asing.Contoh konkrit adalah Freeport, Exxon Mobile, Newmont, dan Inco. Perusahaan di atas menguasai sumber-sumber kekayaan potensial seperti emas, nikel, gas, minyak bumi. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20%), juga produsen timah terbesar kedua. Sebagai tambahan industry baja di Cilegon, yang selama ini kita banggakan sahamnya telah dijual ke perusahaan Korea, industry telekomunikasi juga telah dimiliki asing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertanyaan kosgoro adalah, mengapa Negara yang kaya sumber daya alamnya masih banyak rakyatnya yang miskin? Apakah hal ini menyangkut tata kelola pemerintahan yang salah? Ataukah disebabkan kepemimpinan nasional yang tidak tegas   tidak  punya daya dobrak yang tinggi? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kepemimpinan kosgoro yang di –representasikan oleh Mas Isman adalah kepemimpinan yang kharismatis dan transformasional. Mas Isman adalah seorang pemimpin yang tegas dan berani, pemimpin yang demokratis, di cintai oleh anak buah, serta pemimpin penerobos. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro  kecewa  terhadap kepemimpin nasional   dan menyerukan kepada  seluruh rakyat  agar di masa mendatang tidak  lagi memilih Presiden yang tidak tegas, tidak berani dan tidak memiliki visi kerakyatan.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro mendesak agar pemerintah melakukan renegosiasi seluruh kontrak karya yang berhubungan dengan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 42pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;9. Dalam sisa masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua, yang tinggal tiga tahun lagi, pemerintahan SBY   seyogianya tidak melakukan pemborosan uang Negara yang tidak efisien dan efektif, dengan melakukan penambahan  badan-badan/staf khusus Presiden   yang  tumpang tindih.  Kosgoro berpendapat hendaknya  Presiden SBY melakukan perampingan manajemen staf kepresidenan,   dan  memberikan tugas tersebut kepada kementerian terkait.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;10. Keutuhan NKRI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro berpendapat  bahwa 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika  dan  NKRI merupakan  kesatuan  yang tidak  dapat dipisahkan.  Oleh  sebab itu pembangunan infrastruktur  di daerah perbatasan  harus diprioritaskan dan masyarakat  setempat harus  disejahterakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;11. Pertanian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Indonesia  merupakan Negara agraris dimana 60% penduduknya  tinggal di pedesaan yang hidup dari hasil pertanian. Kosgoro  melihat pembangunan pertanian di Indonesia  melalui RAPBN  belum mampu menunjang ekspor hasil-hasil pertanian Indonesia.  Oleh karena itu Kosgoro mendesak Pemerintah agar dana RAPBN/RAPBD  menempatkan sub-sektor  pertanian sebagai salah satu skala prioritas. Kosgoro  mendesak agar pemerintah menghentikan impor-impor  hasil pertanian asing dan menuntut  adanya perlindungan terhadap lahan-lahan pertanian  dengan membuat undang-undang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;12. kesehatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro mendesak pemerintah agar lebih meningkatkan program pengobatan  murah pada  masyarakat yang kurang mampu dengan melaksanakan  Sistem pelayanan Dokter Keluarga (SPDK). Untuk kepentingan tersebut di atas, Kosgoro mendesak agar RUU SPDK  segera diterbitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;13. Perhubungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bahwa  NKRI yang terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh laut, teluk, selat, sungai dan danau  memerlukan  pendekatan  Negara bahari.  Oleh sebab itu perlu adanya perlakuan  khusus bagi daerah-daerah  perbatasan  terkait  pelaksanaan peraturan  pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kosgoro berpendapat bahwa peraturan  yang ditetapkan pemerintah  di sector perhubungan perlu mempertimbangkan  dan memperhatikan  kondisi geografis  dan keadaan masing-masing daerah untuk kepentingan kesejahteraan  rakyat  setempat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Rekomendasi Internal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-left: 90pt;"&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengingat bahwa gedung Wisma kosgoro di jalan MH. Thamrin 53 Jakarta  Pusat adalah salah satu symbol  kehormatan  organisasi,  maka  Mubes menugaskan kepada pimpinan Pusat kolektif  kosgoro untuk memperkuat kepemilikan saham PT Wisma Kosgoro yang saat ini baru 20%, dengan cara menawarkan kepemilikan saham kepada anggota Kosgoro di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Guna menjaga nama Kosgoro di mata umum, agar PPK  Kosgoro memperjuangkan pemasangan kembali Brand kosgoro di atas bangunan tertinggi di wisma kosgoro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam rangka perwujudan  Tri dharma kosgoro, Mubes memugaskan PPK  Kosgoro untuk membangun hubungan kemitraan kerja  dengan kementyerian Negara Perumahan Rakyat  untuk menyususun  strategi  pembangunan perumahan rakyat  secara  nasional   dan memberikan perhatian khusus  kepada  masyarakat  tidak mampu  agar dapat memiliki rumah yang layak huni  dan sehat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;3. Dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan  bangsa,  Kosgoro  mendesak PPK Kosgoro  untuk  membentuk  Yayasan  Pendidikan  Kosgoro  ditingkat pusat  sebagai  payung hukum  semua lembaga  pendidikan yang berada  dibawah Kosgoro.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;4. Mendesak PPK  Kosgoro untuk  menambah jumlah deposito Bank, guna memberikan bantuan    beasiswa  kepada mahasiswa  yang berprestasi  melalui Yayasan beasiswa Mitsui Kosgoro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 198pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;---***---&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 180pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 90pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 47pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3591162693255752558?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3591162693255752558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/pernyataan-umum-dan-rekomendasi_1782.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3591162693255752558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3591162693255752558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/pernyataan-umum-dan-rekomendasi_1782.html' title='PERNYATAAN  UMUM  DAN  REKOMENDASI  MUSYAWARAH  BESAR  (MUBES)  X  KOSGORO 2011'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZlYeB5or5nY/Ts2eZA4we3I/AAAAAAAAAJ4/X_StGExE6Ys/s72-c/kosgoro1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3847434256437232223</id><published>2011-11-23T10:37:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T10:37:31.287+07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN  HEDONIS  DAN  PRAGMATIS  TELAH  MELANDA  ANGGOTA  DPR  TERHORMAT</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='margin-left: 216pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Oleh ; Abdul Muin Angkat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Kalam&lt;/strong&gt;;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Tabek tuan, rasanya hari ini sampean selalu parlente berpakaian, gemerlap,  apa mau kondangan? Kalau tak salah jas baru ini belum pernah saya lihat, warna pastel, yang sangat muda  sulit dicari di glodok, hehe  pasti tidak di jahit di Srivishnu  Taylor, di negeri singa ya, hhmmm. Padahal, untuk tingkatan Jakarta  tukang jahit itu sudah dikenal karena termasuk penjahit papan atas bergengsi di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Dalam hati saya berdecak kagum melihat penampilan sang politisi. Dulu, semasa menjadi aktivis penampilannya biasa-biasa saja.Sekarang, total berubah, jam tangan rolex, Jas, minimal harga sepuluh sampai limabelas jutaan, cincin berlian dan batu akik mahal dari Pontianak, pasti berkisar 20 juta-an. Sepatu jelas bukan buatan bandung, dasi dan tas, bermerk terkenal. Rasanya kalau mau dihitung-hitung angka seratus jutaan untuk sekali tampil di depan khalayak pasti tidak mis. Itu, belum termasuk kartu kredit dari bermacam bank terkenal, dan tentu saja depositonya pasti em-em an.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Mereka sering nongkrong di hotel bintang lima, hotel mulia di senayan atau di hotel Sultan. Tentu saja pakaian lengkap dan sempurna tersebut, gak tahan kalau di AC yang tidak sejuk dan dingin. Mereka duduk bergerombol dua  sampai empat orang, dan apabila ingin membayar bill rastauran, angka  dua  jutaan tidak akan meleset. Bayangkan, kalau di dalam sebulan mereka duduk sampai  lima kali, sudah berapa yang terkuras dari koceknya? Padahal pendapatan mereka resminya hanya 75 juta-an per bulan lho! Bagaimana cara agar leluasa kongkow bersama mitra atau sesama komisi? Pertama, pundi-pundi harus tetap berisi, kedua cari akal untuk mencari uang tambahan, misalnya jadi calo proyek dan anggaran untuk pembangunan di daerah. Tapi,  stop, mereka banyak juga lho yang tetap merangkap jadi  pengusaha, kan tidak ada larangan?   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Seorang anggota DPR bernama Herman Hery mengakui di Rakyat Merdeka (14/11), . . "memang saya mempunyai mobil mewah Bentley seharga 7 milyar, saya pengusaha kaya,  emang salah?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Bambang soesatyo anggota komisi III DPR juga mengakui, " punya mobil mewah 'Bentley'". tapi saya tidak pamer, karena saya pengusaha, dan bukan hasil korupsi ! pungkasnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ruhut Sitompul mengaku dulu ia punya sepuluh mobil sebelum menjadi anggota DPR, sekarang tinggal tiga, salah satunya Alphard  - - "aku kan enggak cari duit di DPR, aku kerja untuk rakyat. Jadi, tambah miskinlah" akunya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Hedonisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Menurut&lt;/strong&gt; A.S Hornby di dalam 'the advanced  learner's dictionary of current english',&lt;em&gt; hedonism&lt;/em&gt; adalah suatu filsafat yang menjelaskan bahwa  '&lt;em&gt;that  pleasure is the chief good'&lt;/em&gt;. Kesenangan atau nafsu nafsi adalah  gaya  hidup  yang paling utama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Dari bahasa  Yunani, hedonis berasal dari kata 'hedone' yang artinya kesenangan. Istilah hedonis secara umum adalah sekelompok orang yang sangat mendahulukan kesenangan atau kenikmatan di dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Apakah salah, kalau seorang anggota DPR yang parlente memakai mobil seharga 7 milyar, &lt;em&gt;Bentley &lt;/em&gt;ke Senayan? Atau memakai  &lt;em&gt;crown royal&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;saloon &lt;/em&gt;yang jauh lebih mewah dari mobil dinas seorang Perdana Menteri negeri jiran? Coba kita berkunjung ke Senayan, akan terlihat 'show room' terbuka, dengan aneka merk mobil mewah, Alphard, Vellfire, Hammer, Lexus, Range rover, dan Marcedes Benz, berjejer dengan kemilau mulus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kalau di pandang dari teori Maslow yang mengatakan bahwa manusia akan memenuhi kebutuhannya yang paling rendah, dan menghantarkannya kepada hasrat yang lebih tinggi, yaitu aktualisasi diri, maka pamer mobil mewah tidak salah. Sebab, dalam hirarki kebutuhan Maslow (maslow's need hierarchy), manusia, pertama akan memenuhi &lt;em&gt;fisiologis &lt;/em&gt;(makan,pakaian,sex,ragawi), kedua &lt;em&gt;safety&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;and security&lt;/em&gt; (kemanan dan perlindungan), ketiga&lt;em&gt; emosi&lt;/em&gt;, (sosial, kasih sayang dan persahabatan), keempat &lt;em&gt;self esteem&lt;/em&gt; (penghargaan diri, status), &lt;em&gt;kelima self actualization&lt;/em&gt; (pemenuhan diri)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Setiap usaha peningkatan prestasi kerja individu tanpa kecuali selalu memanfaatkan teori motivasi, karena perilaku individu selalu diarahkan kepada tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Akan hal nya kesuksesan Herman Hery, di dalam bisnis sehingga kaya raya, merupakan  prestasi dan keunggulan tersendiri. Cuma, apakah kebutuhan virus Nach (need for achievement) yang menjadi dorongan sukses dan unggul di bidang bisnis tersebut diikuti dengan prestasi dan keunggulan di bidang politik? Atau apakah hasil kerja dan produktifitas DPR  di dalam pemenuhan  tugas legeslasinya berhasil meningkat kan produktifitas sepadan dengan  target penyelesaian RUU?  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kembali ke teori Maslow, apabila &lt;em&gt;self esteem&lt;/em&gt; tinggi, ini merupakan pertanda adanya kemampuan spesifik yang melebihi orang lain. Oleh sebab itu &lt;em&gt;Self esteem&lt;/em&gt; sangat dekat dengan mach  tinggi, yang lebih pragmatis dan tingkat produktifitasnya tinggi. Pada karakter tertentu, perlu suatu penetapan standar perilaku etis yang ditetapkan oleh Badan kehormatan untuk menghindari tujuan menghalalkan segala cara  dari setiap anggota DPR khususnya bagi para pengusaha yang telah memilih DPR sebagai profesi baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;strong&gt;Pragmatisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Dalam kaitannya dengan kebenaran, teori pragmatic beranggapan bahwa manusia tidak dapat mengetahui 'subtansi', 'hakikat'  dan 'kenyataan yang terdalam'. Bagi penganut pragmatism, pengetesan terhadap pengetahuan  yang benar adalah kemanfaatan,kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability) dan akibat yang memuaskan (satisfactory consequences). Menurut   C.S Peirce, nilai suatu konsep tergantung penerapan yang konkret dalam masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Oleh William James, ukuran kebenaran ditentukan oleh akibat praktisnya, pertama, apakah sesuatu memiliki nilai kontan (cash value) yang secara prinsip dapat diverifikasi, kedua apakah bersifat koheren cocok dengan fakta sebelumnya, dan ketiga,apakah ada trend kemajuan kepada nilai yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Dari dua pandangan di atas, maka kalau dihubungkan dengan perilaku atau sikap anggota DPR yang pragmatis, boleh jadi bahwa setiap menganalisis sesuatu idea tau gagasan, maka mereka selalu bersikap apakah ada kemanfaatan kepada pribadi atau partainya. Apakah punya dampak pemuasan diri dan berakibat praktis dan memiliki &lt;em&gt;cash value.&lt;/em&gt; Baru saja Mahfud MD ketua Mahkamah Konstirusi, membuka aib DPR, memperjual belikan proses membuat Undang-undang, dengan imbalan tertentu. Padahal, bertolak belakang  dengan William James, bagi Dewey, yang penting bukan benar tidaknya pengetahuan, melainkan sejauh mana manusia dapat &lt;em&gt;memecahkan masalah&lt;/em&gt;  yang muncul dalam masyarakat, dan dalam kehidupan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Menurut Jhon dewey, kebenaran harus bersifat sosial, dan dapat di verifikasi secara eksperimental. Kebenaran  adalah&lt;em&gt; public&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;bukannya privat. &lt;/em&gt;Pragmatisme positifistik  Jhon dewey  lebih terfokus kepada 'kepedulian sosial' apakah membangun jembatan lebih penting daripada membangun kantor kelurahan, atau memecahkan problem kemiskinan dan pengangguran lebih penting daripada membangun gedung DPR 20 tingkat. Bukankah pada etika pragmatis sering kita disesatkan,  karena  berlaku adagium, pilihlah &lt;em&gt;yang agak buruk dari yang terburuk?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;         Kode etik anggota  DPR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kode etik DPR seyogianya disusun secara komprehensif-integral, menyangkut aturan-aturan baku dan tertulis mengenai perbuatan baik dan  buruk, pantas tidak pantas, elok atau tidak elok, sopan atau tidak sopan serta apakah memenuhi nilai-nilai moral keagamaan atau adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Membentuk kader Partai sebagai sumber daya manusia yang dipersiapkan duduk dalam Badan Legeslatif, ditujukan agar menjadi insane yang berakhlak mulia, bermoral, dan berkepribadian Pancasila,  sesuai dengan Falsafah dan Pandangan hidup bangsa. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Mengapa pejabat public di india dan Malaysia saat menjalankan tugasnya  tetap dituntut berpenampilan sederhana? Apakah mereka ter-inspirasi kepada Mahatma Gandhi? Seandainya budaya organisasi  sebagai babon contoh tauladan yang diberikan para pendiri bangsa  menjadi acuan, sudah dapat dipastikan bahwa Kode etik para pentelenggara Negara  akan menjadi tata aturan yang dapat digunakan oleh DPR agar berkehidupan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Mohammad Natsir ketika menjadi Perdana  Menteri  pada tahun 1950 – 1951.  Natsir hanya memiliki sebuah mobil pribadi ber &lt;em&gt;merk DeSoto&lt;/em&gt; yang telah kusam. Ketika ditawari mobil mewah buatan Amerika pada tahun 1956, dengan halus Natsir menolaknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Negeri jiran Malaysia menggunakan  mobil dinas Proton saga untuk para menterinya. Era Mahattir Muhammad, mobil dinas PM negeri itu adalah Proton Perdana seharga 350 juta. Artinya. Harga tiga &lt;em&gt;Proton Perdana&lt;/em&gt; setara dengan satu  &lt;em&gt;Toyota Crown  Royal&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;Saloon &lt;/em&gt;mobil petinggi Indonesia  seharga 1 milyar rupiah. Pejabat India memakai mobil dinas  &lt;em&gt;Tata Ambasador&lt;/em&gt;, mobil mirip Fiat '70 –an itu berwarna putih agar dapat meredam panas. Harga mobil itu sekitar 100 juta rupiah. Walaupun berpenampilan sederhana, pejabat public India tersebut ada yang punya maskapai penerbangan &lt;em&gt; King&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;Fisher&lt;/em&gt;, walau kaya, tapi tetap sederhana. Ini, sesuatu yang sangat langka di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;strong&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Hancurnya sumber nilai keteladanan di era reformasi menjadikan figure-figur seperti Natsir, Hatta, Soekarno, Tan Malaka dan para pendiri Republik lainnya merupakan symbol panutan yang seolah-olah lenyap ditelan bumi. Kekokohan kepribadian, karakter, para pendiri Bangsa  dan Negara, pendirian yang tegas dan pola hidup sederhana  para pahlawan  tidak menjadi nilai otonom di dalam diri pribadi para penyelenggara Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Sangat menyesakkan dada bila harga sebuah demokrasi demikian mahalnya dan harus  cash and cary. Para politisi menjual nama rakyat, demokrasi dan reformasi, padahal yang mereka kerjakan bukan untuk mensejahterakan rakyat tetapi manggaruk uang rakyat, menjadikan pundi-pundi dan tabungan  partai politik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt; Badan anggaran DPR sulit di dilacak kejujurannya, RAPBN  dijadikan ATM partai politik  dengan menempatkan bendahara-bendahara parpol menciptakan 'permainan uang' yang sophisticated di dalamnya, tapi ujung-ujungnya sekian persen untuk komisi. Dan, perilaku percaloan itu dilakukan langsung oleh  banyak orang, anggota DPR  yang terhormat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Rasanya, membicarakan hedonism, liberalism dan kapitalisme apalagi materialism, tidak akan berarti apa-apa bila kita tidak kembali ke Ideologi Pancasila. Pancasila sebagai falsafah, kebudayaan,  apalagi sebagai  nilai-nilai intrinsic dalam kehidupan manusia, terutama  kehidupan manusia dengan Tuhannya,  yang Maha Khalik!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;        &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;        &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;     &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;        &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3847434256437232223?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3847434256437232223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/oleh-abdul-muin-angkat-kalam-tabek-tuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3847434256437232223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3847434256437232223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/oleh-abdul-muin-angkat-kalam-tabek-tuan.html' title='KEHIDUPAN  HEDONIS  DAN  PRAGMATIS  TELAH  MELANDA  ANGGOTA  DPR  TERHORMAT'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-1667690109200824015</id><published>2011-11-01T20:51:00.004+07:00</published><updated>2011-11-05T18:54:59.058+07:00</updated><title type='text'>Dua Tulisan; Krisis dan ‘Jalan Buntu’ Kapitalisme, dan China Tinggal Selangkah Lagi.</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K_AAAfppBx8/TrUi6ULoU4I/AAAAAAAAAJw/WG2KfrUzQHU/s1600/capitalism.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-K_AAAfppBx8/TrUi6ULoU4I/AAAAAAAAAJw/WG2KfrUzQHU/s320/capitalism.jpg" width="243" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kalam; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Labirin kesulitan ekonomi  akibat tumpukan utang sedang melanda daratan Eropa dan AS. Diperlukan bantuan '&lt;i&gt;kegotong royongan' &lt;/i&gt;antar sesama Negara Eropa penganut mata uang &lt;i&gt; euro &lt;/i&gt;untuk menyelamatkan perekonomian dari ancaman kebangkrutan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kapitalisme global yang muncul pada abad ke-18 oleh Adam Smith, ternyata tidak memberikan berkah kepada umat manusia, karena di dalam prakteknya 'manusia bukan untuk kemanusiaan' tapi secara individual, cinta kepada diri sendiri. Apa yang dikatakan Wilson,  bahwa neo liberalism dan kapitalisme menciptakan kemiskinan dan penindasan baru, telah menjadi kenyataan. Puluhan ribu demonstran anti Wall street dan telah mewabah ke kota-kota di eropa dan AS, sebanyak  700 pendemo telah ditangkap. Mereka menentang keserakahan korporasi, yang menyebabkan hanya 1 % warga AS yang hidup super mewah sementara  99 %  hidup jauh dibawah kemewahan  (kompas 3/10).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lebih ironis lagi gerakan korporasi itu mendapatkan pembebasan pajak, tetapi para eksekutifnya hidup kaya raya ditengah kelesuan ekonomi yang melanda warga AS.  Benarkah Bank sentral AS turut menjerumuskan perekonomian  AS ke dalam kriris financial? Apakah dengan bangkrutnya 100 lebih Bank-Bank di AS menandai jatuhnya hegemoni  system kapitalisme pasar bebas di dunia?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Krisis jalan buntu Kapitalisme di tulis oleh  Syamsul Hadi (kompas 19/10) dan  China Tinggal Selangkah merupakan teropong buku "When China Rules the World" yang ditulis  Martin Jacques, dan di resensi Pieter P.Gero, (kompas 24/10). Kedua tulisan tersebut saya masukkan ke dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;Muin-angkat.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Krisis fiskal yang melanda Eropa berkombinasi dengan ancaman  resesi kedua ekonomi AS telah menimbulkan pertanyaan mendasar tentang  kesinambungan sistem kapitalisme global dewasa ini. Persoalan krusialnya episentrum krisis ekonomi yang beruntun hadir  sejak 2007, justru berada di  AS  dan Eropa, 'jantung'  kapitalisme global itu sendiri.  Ketika krisis  terjdi di wilayah  pinggiran (periphery), seperti Thailand, Indonesia, dan Meksiko, Negara-negara ini  disalahkan lalu 'didisiplinkan'  lewat tekanan  lembaga-lembaga keuangan global. Mereka diwajibkan mengikuti resep pahit  Washington consensus, seperti pengetatan anggaran, privatisasi, dan penghapusan  subsidi sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Propasar&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Resep-resep kebijakan propasar  itu mendapat topangan inteltual dari narasi-narasi yang dikembangkan penganjur globalisasi, seperti Kenichi Ohmae  dalam  &lt;i&gt;the end of nation state (1992).&lt;/i&gt; Ia mengibaratkan Negara (nation state) 'dinosaurus yang menbunggu mati'.  Tidak hanya kegagalan mengontrol dan melindungi nilai mata uang, tetapi juga karena tak lagi melakukan aktivitas ekonomi riil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tesis provakatif Ohmae, diteruskan Thomas L. Friedman dengan The &lt;i&gt;Lexus and The olive Tree (1999)&lt;/i&gt;  dan &lt;i&gt;The World is Flat  (2006),&lt;/i&gt; yang mengabarkan hadirnya dunia abad ke-21 yang telah 'didatarkan' untuk menjadi arena mata rantai produksi global,dimana setiap orang, perusahaan, dan  pemerintah harus memikirkan  peluang yang menguntungkan  untuk perbaiki nasib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seiring hadirnya krisis global, sinyalemen dua peraih Nobel, Joseph E. Stiglitz, (Free Fall 2010)  dan Paul L. Krugman (the return of economic depression, 2010) telah menggugurkan tesis Ohmae dan Friedman. Bagi Stiglitz, keruntuhan Lehman Brothers  pada September 2008 menandai berakhirnya kapitalisme pasar bebas.  Bagi Krugman Negara yang selama ini dianggap pangkal masalah justru menjadi  solusi krisis global. Sebaliknya pasar yang selama ini dianggap menjadi solusi justru bergeser menjadi sumber masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sayang, warna kapitalisme seperti apa pada  masa depan  belum terlukis jelas. Stiglitz  menunjukkan kekaguman pada China  dan Negara-negara  Asia Timur, yang bersendikan kekuatan Negara, sukses menjalankan kebijakan industry berorientasi ekspor  dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, keunggulan  kapitalisme China  dan Asia Timur, justru terhadang  menurunnya kemampuan AS dan Eropa  menyerap produk ekspor mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Stimulus ekonomi yang dianjurkan  Krugman  untuk menggerakkan kemvbali ekonomi kemudian terlihat hanya menjadi obat sementara  yang menimbulkan  beban baru  'mega stimulus'  yang dikeluarkan pemerintah AS  telah membengkakkan  utang AS  jadi 14,3 Triliun dollar AS, setara  dengan produk domestic bruto AS. Kebijakan pengetatan anggaran lewat penurunan belanja pemerintah  dan peningkatan penerimaan pajak diprediksi  memperburuk kondisi ekonomi rakyat dengan meluasnya kemiskinan dan pengangguran, yang akhirnya mendorong instabilitas  sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jumlah penganggur di AS mendekati 10 persen (14 juta orang), Jerman 9,1 persen, Spanyol 45,7 persen, dan Yunani 38,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dari ekonomi makro, Uni Eropa sedang dihadapkan pada dilemma yang lebih mirip jalan buntu. Proporsi utang Yunani  terhadap produk domestic bruto  mencapai 140 persen.  Dari 400 milyar dollar AS  utang  Yunani sekitar  100 milyar dollar AS dibeli Jerman  dan Perancis,  dua Negara yang sebenarnya menjadi penopang  utama ekonomi zona euro. Masalah menjadi rumit karena AS juga  banyak memegang obligasi Spanyol, Irlandia  dan Italia.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Apalagi,  untuk menjaga  stabilitas mata uang, China  dan negara Asia Timur lain juga  menjadi pemegang sejumlah besar obligasi AS  dan Eropa.  Artinya, imbas krisis Eropa  dan AS pada akhirnya juga berdampak ke Negara seperti China  dan  India, yang kini mulai kesulitan karena melambungnya inflasi domestic dan terbatasnya kemampuan  pasar eksternal menyerap produk ekspornya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Masih ke makro&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Dalam konteks Indonesia, kita saksikan para pengamat dan pejabat terus mengingatkan pentingnya  mempersiapkan diri terhadap imbas krisis global 'jilid  dua' terhadap ekonomi nasional. Sayangnya, tak seperti di Eropa  dan AS, diskusi yang dihadirkan berhenti pada kesiapan  di bidang ekonomi makro, kelembagaan  dan moneter.  Tak menyentuh narasi dasar (basic narrative) yang bersifat alternative. Padahal, meminjam  Dani Rodrik &lt;i&gt;(globalization paradox, 2011)&lt;/i&gt; sangat perlu meletakkan fondasi ekonomi  yang lebih berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Padahal, para penyusun konstitusi republic ini sesungguhnya  telah belajar serius dari dampak depresi 1930-an sehingga tercermin jelas kesadaran membatasi  dampak kesemena-menaan  mekanisme  persaingan bebas  dalam kapitalisme. Bacalah ulang pasal-pasak terkait ekonomi UUD 1945 yang 'asli'  (sebelum amandemen) dan anda akan menemukan pemikiran mendalam tentang tanggung jawab sosial Negara dalam hal pekerjaan dan penghidupan rakyat, nasionalisme ekonomi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, kewajiban Negara melindungi kelompok lemah, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Inikah saatnya bangsa ini kembali kepada jati dirinya, dengan lebih berupaya menunjukkan  hormat kepada pendiri bangsa yang telah menorehkan prinsip-prinsip penyelenggaraan ekonomi yang humanistic, berkeadilan dan visioner, tetapi semakin jauh dari realitas ekonomi keseharian di negeri ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;China Tinggal Selangkah Lagi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perkembangan di pasar saham  dunia beberapa pekan terakhir ini memperkuat perkiraan banyak pengamat ekonomi  dunia bahwa China tinggal selangkah lagi  menjadi kekuatan ekonomi dunia. China praktis juga akan menjadi penguasa dunia, peran yang diemban sebelumnya  oleh Eropa, Jepang dan Amerika serikat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Eropa kini praktis hanya puing-puing ekonomi  setelah Yunani,Spanyol, irlandia, dan  Italia  nyaris  bangkrut.  Majalah Time edisi 22  agustus 2011 bahkan member judul utama "The Decline and fall of Europe"  dengan judul kecil 'and maybe the west'.  Kondisi ekonomi yang jatuh  dalam membuat tidak saja Eropa berakhir, tetapi juga dunia barat (orde tua).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kondisi yang praktis  setali tiga uang  dialami AS. Krisis utang ASmembuat  Negara  yang menyandang predikat  kekuatan ekonomi nomor  satu dunia ini harus diturunkan peringkat utangnya. Rasio utang dan Produk Domestik Bruto (PDB) AS  kini 100 persen. Utang dan PDB  mencapai 14,7 triliun dollar AS.  AS  tidak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi menolong Eropa, mitra kentalnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Babak belur yang dialami Eropa dan AS  memunculkan China sebagai kekuatan ekonomi dunia. Dengan PDB sekitar 5,8 triliun dollar AS, China sudah melampaui Jepang yang memiliki PDB  sekitar 5,6 Triliun dollar AS sebagai kekuatan ekonomi nomor dua dunia. Meski masih jauh dari total PDB AS, China dengan posisi sebagai motor kekuatan ekonomi di Asia Timur  bakal melejit cepat mendekati AS, bahkan suatu waktu  bisa melampauinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kondisi factual China  sebagai  kekuatan ekonomi dunia mendatang kian jelas duduk perkaranya setelah membaca  dan menyimak  isi buku &lt;i&gt;When China Rules The World&lt;/i&gt; karya Martin Jackques. Di dalamnya bahkan ikut disebutkan, peran Indonesia  mendatang cukup  menonjol di Indonesia Timur dan dunia (halaman 3 dan 11).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melalui buku  ini, Jacques mempertegas pandangannya  soal China dengan mengutip proyeksi  Goldman Sachs  bahwa China akan menjadi kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2050. Perekonomian AS  akan menempel ketat,disusul India yang berada agak jauh dibelakangnya. Brasil, meksiko,Rusia dan Indonesia  menempati urutan berikutnya  setelah India. Hanya dua Negara Eropa yakni Inggris dan Jerman, yang ikut masuk dalam sepuluh besar  kekuatan ekonomi dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seiring dengan China yang memimpin kebangkitan  dunia timur, Jacques juga menegaskan  analisis  pricewaterhouseCoopers  yang membenarkan peran nomor satu  China serta Negara-negara seperti Rusia, Meksiko,dan Indonesia yang masing-masing bisa lebih besar dari perekonomian Jerman, Perancis dan Inggris pada tahun 2050.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Belajar dari Barat&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Menarik disimak bahwa buku ini  juga mengungkapkan bagaimana belajar dari pengalaman drastic yang dialami barat (baca; AS  dan eropa) bagaimana Eropa yang muncul  dengan modernisasi menyusul revolusi industry antara tahun 1780 dan 1840.  Begitu juga AS  yang tumbuh pesat menyusul imigrasi warga Eropa yang kemudian mengembangkan industry-industri hebat disana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Eropa praktis mengandalkan wilayah jajahannya   yang memasok bahan baku yang praktis gratis.  AS juga mengembangkan industry dengan mengandalkan  tenaga kerja murah  (budak). Jacques lantas mengingatkan manajemen anggaran yang keliru. Di samping itu Eropa dan AS juga  tidak membawa serta pertumbuhan ekonomi di Negara-negara sekitarnya   yang bisa menjadi pendukung ekonominya, sedikitnya akan menjadi pasar produk yang dihasilkan industrinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Belakangan ini, manajemen anggaran "besar pasak dari tiang"  membuat Eropa bangkrut, disusul AS membiayai perang dimana-mana, terutama  pada  masa pemerintahan Presiden Goerge Bush Senior dan junior, membuat semua dana AS  terkuras  dan harus membiayai diri dengan utang, yang sebagian besar berasal dari China dan Jepang dengan membeli surat berharga AS (halaman 428).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Eropa dan AS memang mengembangkan teknologi dan infrastruktur yang memadai. Hal serupa dilakukan China.  Bahkan China jauh lebih pesat dalam melakukan kegiatan-kegiatan penelitian  dan pengembangan. China  pun telah berada di posisi kedua  setelah AS  dalam soal penelitian  dan pengembangan ini. China memiliki 6,5 juta mahasiswa tingkat sarjana  dan 0,5 mahasiswa pasca sarjana  yang menekuni sains,tehnik  serta keokteran (halaman 429).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tidak mengherankan China juga akan unggul dalam bidang sains dibandingkan dengan Eropa, AS  dan Jepang yang kini praktis mandek karena kehabisan dana. China  sudah mengejutkan dunia dengan melakukan dua misi penerbangan  luar angkasa berawak pada 2003 dan 2005. Bahkan, China sukses menghancurkan salah satu satelitnya dengan rudal balistiknya pada 2007. Supremasi diangkasa luar China sudah menyemai atau mengungguli AS (halaman 429).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Kekuatan ala China &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Martin Jacques mengungkapkan, China yang menguasai dunia nanti akan berbeda dengan penguasaan oleh Barat selama ini yang berupaya mengenyahkan semua saingannya. China tetap berupaya mengharapkan pertumbuhan pada Negara-negara  sekitarnya. Semua karena perekonomian yang bertumpu pada perniagaan; ada hubungan dagang dan ada saling pengertian yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hanya saja, China tidak mutlak mendikte  sebagaimana  Barat yang menuntut dunia menyesuaikan diri  dengan prosedur dan prioritasnya. China  memang dominan secara ekonomi dan teknologi, tetapi kawasan sekitar dibiarkan tumbuh, yang nantinya memberikan "upeti" berupa pasar, pasokan bahan baku, dan energy bagi industrinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kedepan, China tentunya akan memainkan peran lebih fundamental ketimbang kekuatan global baru lain mana pun dalam dua abad terakhir. Modernisasi China akan berbeda  dengan modernisasi Barat. China  akan memainkan peran dengan menekuni permainan yang panjang dengan terus meyakinkan Negara-negara lain di dunia bahwa China tidak akan mengubah banyak kondisi yang ada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sebagaimana Eropa, AS dan Jepang menguasai dunia setelah mengalami pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, China  juga memperlihatkan betapa pertumbuhan ekonomi memainkan peran sentral untuk juga untuk juga bisa mendominasi teknologi serta sains untuk selanjutnya menjadi kekuatan dunia. Namun, semoga saja ini tidak diikuti dengan  upaya menimbun senjata  dan kekuatan militer yang kemudian menakutkan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;            Suatu hal yang perlu dicatat, kebijakan China yang meningkatkan kemampuan militer  dan sikap tanpa kompromi dikawasan sengketa kepulauan spratly  di laut China selatan membuat Negara-negara  sekitar tetap menaruh curiga pada China. Anggaran militer China kini 119 milyar dollar AS, nomor dua setelah AS, yang anggaran militernya mencapai hamper enam kali  lebih besar, yakni 698 milyar dollar AS (Time 22 agustus 2011). Namun, AS yang lagi bangkrut jelas akan membuat China dapat segera  menyalip.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Buku ini ditulis saat krisis melanda AS  dan Eropa pada 2008. Krisis utang  yang kini melanda Eropa dan AS  semakin meyakinkan bahwa China segera jadi kekuatan  ekonomi dunia. Semua ini karena masa transisi ekonomi dan teknologi yang relative singkat disbanding dengan dengan Eropadan AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menarik menyimak buku  karya Martin Jacques ini untuk membuktikan (membenarkan) apa yang segera&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;terjadi.(ama)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-1667690109200824015?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/1667690109200824015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/dua-tulisan-krisis-dan-jalan-buntu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/1667690109200824015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/1667690109200824015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/11/dua-tulisan-krisis-dan-jalan-buntu.html' title='Dua Tulisan; Krisis dan ‘Jalan Buntu’ Kapitalisme, dan China Tinggal Selangkah Lagi.'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-K_AAAfppBx8/TrUi6ULoU4I/AAAAAAAAAJw/WG2KfrUzQHU/s72-c/capitalism.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-2853165612049722341</id><published>2011-10-25T14:03:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T19:37:48.409+07:00</updated><title type='text'>Dua Tulisan ; Masa  Depan Ekonomi Indonesia dan Kemakmuran Eropa Tinggal bayangan</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kalam;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apa yang terjadi pasca krisis keuangan  AS  tahun 2008? Tak dinyana akhirnya berdampak juga kepada perekonomian dunia khususnya bagi masyarakat Uni Eropa yang selama ini menjadi masyarakat kelas satu di dunia, yang sangat menikmati "kue pembangunan"; masyarakat yang gemah ripah loh jinawi. Sesuatu impian masyarakat Indonesia yang  nyaris hanya  menjadi sebuah ilusi. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam catatan Arief Gunawan di Vox Populi, harian Rakyat merdeka, tercatat beberapa tokoh dunia meninggalkan  karya-karya agung yang dikenang oleh manusia sejagat sebagai monument kemanusiaan seperti Firaun mewariskan  Spink, Piramid, Hitler di Jerman mewariskan contoh buruk yang tidak perlu ditiru, fasisme dan rasisme. Bangsa jerman adalah bangsa terunggul di atas bangsa lainnya. "Deutschland uber alles' dan membunuh ratusan ribu Jahudi di kamp penyiksaan.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soekarno mewariskan  Stadion gelora Bung Karno, dan Monas, terutama dikenang sebagai Proklamator Indonesia merdeka bersama Mohamad Hatta.Soeharto dikenal sebagai Bapak pembangunan, bersama Ibu Tien Soeharto berjasa meninggalkan Taman mini Indonesia Indah, dan berhasil menjadikan Indonesia menjadi Lumbung pangan di Asia. Beliau  sangat dikenal sebagai Presiden yang dekat di hati rakyat  karena secara periodic berdialog dengan petani, dikenal dengan istilah ' klompen capir'.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masih banyak lagi contoh pemimpin dunia yang berhasil mengukir sejarah negaranya dengan tinta emas, tak terkecuali, Mahattir Muhammad,Napoleon Bonaparte, sampai kepada Mao TseTung  penguasa Negeri Tirai Bambu yang akhirnya menjadi raksasa ekonomi yang terkemuka di dunia. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sangat sulit bagi kita melihat apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia dua periode. Beliau adalah Presiden yang berhasil mengusung Partai democrat  menjadi 'the ruling party' dengan kemenangan yang spektakuler, dan meraih kursi kepresidenan dengan  suara 60 persen dukungan rakyat. Tapi yang terjadi adalah dengan dukungan tersebut, bukannya  memperkuat posisi  Presiden yang bisa melakukan perubahan mengangkat issue-isue kemiskinan dan pengangguran, malah seolah-olah membiarkan menteri-menterinya bekerja tanpa control dan tidak menempatkannya di dalam zaken cabinet. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Keluhan SBY terhadap ketidak loyalan pembantunya dan kurangnya kecepatan keberanian  untuk mengganti para menterinya, menjadi sorotan tajam public karena pemerintahan presidensial cabinet, telah disandera oleh kekuatan parlementer –liberalistik  yang sangat dominan. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masihkah kita punya pengharapan untuk sisa kekuasaannya 3 (tiga) tahun kedepan? Kalau 80 persen dana APBN yang berjumlah sekitar 1300 triliun rupiah, dan  hanya digunakan untuk biaya birokrasi yang sangat gemuk, serta pengembalian utang pinjaman luar negeri, sampai dimana sisa dana yang  20 persen  lainnya  mampu untuk memperbaiki infrastruktur  dan mendinamisir perekonomian di sekitar 500-an kabupaten/kota seluruh Indonesia?Bukankan semua asset Negara strategis telah dimiliki asing, hingga masa depan pewaris negeri menjadi suram? Mengapa kebijakan impor bukan pro rakyat petani tetapi justru memperkaya petani asing?Sebut saja misalnya garam, beras, gula, kentang, bahkan singkong pun masih di impor padahal dahulu Indonesia pernah tercatat sebagai pengimpor  no 4 di dunia?.Masihkah pemimpin negeri punya hati nurani dan tega membohongi rakyatnya?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bila sejarah bangsa – bangsa penuh dengan ilham dan gagasan spektakuler yang penuh dengan nilai-nilai meningkatkan peradaban  untuk kemasylahatan umat manusia dimana setiap pemimpin negaranya berlomba meningkatkan kesejahteraan rakyatnya maka rasanya  kini, kita miris melihat kelakuan dan tindak tanduk pemimpin  atau elite politik di Indonesia pasca reformasi.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sejarah kelam bangsa ini masih belum bisa ditulis dalam tinta emas, justru kebebasan ber-demokrasi yang diilhami oleh revolusi perancis,terutama formulasi Hak azasi manusia   yang dikumandangkan oleh  D. Roosevet Presiden AS awal abad ke-20,  yaitu "the four freedom"yaitu ;  freedom of speech, freedom of religion, freedom from fear  dan freedom   from want. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan sumber normative  bagi hukum positip yang di jabarkan di dalam  pasal-pasal UUD 1945, khususnya pasal 33 yang telah berwayuh arti dengan penghilangan Penjelasan UUD 1945 oleh amandemen DPR.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sejarah Indonesia yang heroic, membebaskan diri dari penjajahan asing, hanya dengan semangat dan pengorbanan bamboo runcing, ternyata belum merdeka seratus persen. Mayoritas rakyatnya masih dibohongi, dijajah dan ditipu oleh para pemimpinnya.Kalau pada masa perjoangan kita di jajah dan ditindas oleh Belanda, Inggris dan portugis, sekarang Neo kolonialisme baru berubah rupa menjadi  monster yang berkolaborasi dengan pihak asing, mengeruk kekayaan rakyat dimana pihak legeslatif, judikatif, dan eksekutif dibantu oleh begundal-begundal pengusaha hitam, secara berjamaah, memiskin rakyat   dan secara terang –terangan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan cabinet tambun dan penambahan wakil-wakil  Kementerian pasca Reshuffle cabinet, banyak juga public yang pesimistik apakah mereka bisa mengangkat issue-issue kemiskinan  dan pengangguran menjadi dasar pijak merubah wajah buram Indonesia merangkak menuju Negara sejahtera, ataukah ini hanya sebagai pelapis tidak profesionalnya Menteri-Menteri asal parpol yang menguasai cabinet saat ini, waktu jualah yang akan menjawabnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dua tulisan diatas di diambil dari harian Kompas dalam dua penerbitan yang berbeda. Pertama ditulis oleh Umar Juoro berjudul, Masa Depan  Ekonomi Indonesia . kedua, ditulis oleh Asep Setiawan  contributor Kompas di London, berjudul; 'Kemakmuran Eropa Tinggal Bayangan'. Mari kita menrenungkan diri apakah rasa nasionalisme elite politik kita dan moralitas kepemimpinannya masih tersisa di dalam jiwa dan raga raga?? Saya masukkan dalam muin-angkat blogspot.com, semoga bermanfaat.(ama)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;I&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Ekonomi  Amerika  Serikat  kembali  mengalami tekanan berta dan diambang resesi. Jika pada 2008 permasalahan kredit  perumahan (subprime mortgage) memicu krisis keuangan  di AS  yang memicu  krisis global, pada 2011 permasalahan utang  pemerintah  memicu kekhawatiran pelaku ekonomi, sementara itu kalangan politisi tidak mempunyai kata  sepakat  bagaimana mengatasi permasalahan ini.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perekonomian AS  kemungkinan  akan tumbuh rendah kalau tidak resesi, atau pertumbuhan negative. Dengan utang pemerintah yang dalam waktu dekat akan, mencapai sekitar  100 persen dari PDB, permasalahan ini sangatlah  sulit untuk dipecahkan. Kongres  sepakat memotong  anggaran pemerintah  2,5 triliun dollar AS  dalam sepuluh tahun kedepan atau sekitar 250 miliar dollar AS  setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pemotongan ini akan membawa konsekuensi  serius terhadap pemerintah dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu dunia usaha AS semakin  enggan melakukan investasi  dan cenderung menyimpan dananya  dalam bentuk tunai atau  menempatkannya dalam  surat berharga AS  yang imbal hasilnya terus  menurun.  Hanya dengan  menjaga likuiditas di pasar, bank sentral AS  membuat perekonomian AS dapat mengambang di pemrmukaan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Namun, likuiditas tersebut, tidak di investasikan, tetapi banyak yang disimpan klembali  di bank  atau surat berharga  pemerintah. Likuiditas yang mengalir ke Negara berkembang  kecenderungannya juga banyak yang kembali lagi ke AS  untuk cari selamat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ekonomi AS  dengan PDB  sekitar 15 triliun dollar ASmasih merupakan perekonomian  terbesar di dunia, yang tidak  dapat digantikan perekonomian lain dalam waktu dekat. Ekonomi China  masih  sepertiga ukurannya dari AS. Tambahan lagi ketergantungan China terhadap perekonomian AS  sangat besar  sebagai pasar ekspor  dan tempat menyimpan cadangan devisa.  Karena itu, jika perekonomian AS mengalami krisis, pengaruhnya  akan menyebar keseluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perekonomian AS memang masih akan terus bergerak  sekalipun  kecenderunganny melemah, dan dengan pengangguran sekitar 9,1 persen belum mengalami keadaan  seburuk  Depresi Besar  dengan pengangguran sekitar 25 %. Namun, perekonomian AS  kemungkinan, cepat atau lambat, tidak akan lagi menjadi  ekonomi nomor satu di dunia. Jika penentu kebikan AS  dan pelaku ekonominya realistis, transisi perekonomian AS untuk terus berkembang  sekalipun  akan turun  jadi nomor kedua dalam decade 1-2 kedepan akan berjalan baik. Namun, pertentangan yang berkepanjangan di antara pimpinan politik  dan keengganan dunia usaha untuk melakukan investasi akan membahayakan tidak saja perekonomian AS, tetapi juga perekonomian dunia. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Keadaan perekonomian Eropa lebih mengenaskan. Integrasi ekonomi Eropa mengalami ancaman serius  dengan  krisis utang public di Negara-negara anggota di pinggiran, seperti Yunani, Irlandia, Portugal juga Spanyol dan Italia. Rasio utang public mereka  pada umumnya  jauh melebihi PDB-nya.  Upaya penanganan permasalahan ini sangat bergantung  pada dua Negara utama yaitu jerman dan Perancis, yang semakin kewalahan untuk dapat bertindak  secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Perekonomian  Jerman dan Perancis  juga mengalami pelemahan dan sangat sulit  untuk dapat  menanggung  beban permasalahan  Negara lainnya. Dapat dikatakan masa depan ekonomi Eropa kelam, kecuali Jerman dan perancis. Tindakan memotong anggaran secara drastic, akan menimbulkan  reaksi social sangat buruk, seperti terjadi di Yunani dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sejarah menunjukkan bahwa kekuatan besar dunia seperti  Romawi, Bani Umaniyah, Spanyol, dan Inggris, mengalami keruntuhan atau  penurunan kejayaan, antara lain, karena permasalahan besarnya utang public yang tidak dapat ditangani  secara baik, sementara kegiatan pemerintah, terutama program-program distributive, membutuhkan dana yang besar  tanpa imbal hasil yang jelas. Akibatnya, investasi swasta berpindah  ketempat lain yang lebih mendukung bagi berkembangnya kegiatan  usaha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;AS tentu saja tidak akan terhindar dari 'hukum sejarah' ini.  Tentu harapan kita adalah  tidak terjadinya keruntuhan ekonomi AS  yang akan membawa krisis mendalam bagi perekonomian dunia, tetapi AS dapat mengatasi  permasalahannya  dengan baik, sebagaimana mengatasi permasahan-permasalahan  sebelumnya, dengan contoh utama pemulihan  dari Depresi Besar, dan beberapa krisis setelahnya.  Namun, bagaimanapun, AS dalam waktu  tak terlalu jauh ke depan tak akan lagi menjadi perekonomian  terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Pergeseran kekuatan ke Asia  &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara &lt;/b&gt;itu, pergeseran kekuatan perekonomian akan semakin nyata ke Asia,  dengan China pada posisi terdepan. Hanya masalah waktu China  akan menjadi perekonomian terbesar  di dunia. Jika perekonomian AS dapat di restrukturisasi dan di transformasikan, tidak mengalami krisis yang dalam, maka peluang China akan semakin besar.  Namun, jika perekonomian AS mengalami krisis berkepanjangan, perekonomian dunia, termasuk China, akan menderita juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pergeseran kekuatan ekonomi ditandai  oleh semakin kuatnya integrasi  perdagangan  dan investasi.  Peran sector keuangan yang terlalu jauh  melaju cepat sendiri, layaknya kuda yang meninggalkan kretanya, akan menyesuaikan dengan perannya yang lebih proporsional.  China, walaupun akan menjadi kekuatan terbesar dunia, tidak akan mengikuti pola kapitalisme keungan yang dikembangkan Inggris dan AS. Kecenderungan perekonomian besar  dan dunia akan kian mengedepankan perdagangan dan investasi di kegiatan riil ekonomi, tak lagi di dominasi investasi produk keuangan  yang sangat spekulatif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ciri berikutnya, perekonomian yang akan tampil kedepan  adalah perekonomian dengan jumlah penduduk besar, seperti China, India, Brazil dan tentu saja peluang terbuka untuk Indonesia. Sejarah yang menunjukkan kemajuan China, seperti pada abad ke-12 hingga ke-15, juga sejalan dengan perkembangan di nusantara.  Dalam perekonomian dalam penduduk besar ini, permasalahan utama adalah  keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif dan ketimpangan pemdapatan.  Jika masyarakat tidak terlibat secara memadai dalam kegiatan ekonomi produktif melalui kesempatan kerja dan ketimpangan pendapatan terlalu tinggi, perkembangan ekononi mereka  akan terncam oleh konflik social.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tampaknya perkembangan sejarah  ekonomi dunia akan seperti itu, menurun dan berkembangnya Negara maju, terutama AS dan Eropa, serta berkembangnya perekonomian  dengan jumlah penduduk yang sangat besar, di Asia. Namun, perkembangan ini masih mempersyaratkan  nahwa perekonomian  Negara maju terutama AS tidak mengalami krisis berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dalam jangka waktu yang lebih pendek, perekonomian AS masih akan belum keluar dari permaslahan utamanya berkaitan dengan manajemen utang public yang besar dan keengganan dunioa usaha  untuk melakukan investasi  serta keengganan masyarakat untuk berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sementara itu tidak dapat dihindarkan Negara-negara pinggiran Eropa akan mengalami&lt;i&gt; default&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; sehingga&lt;/b&gt; masa depan mata uang tunggal Eropa, euro, menjadi semakin sulit untuk dipertahankan, dengan kemungkinan besar Negara pinggiran tersebut  akan terpaksa harus keluar atau dikeluarkan dari mata uang tunggal euro.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagi perekonomian dunia, keadaan ini akan masih terus membayangi yang tentu saja  membuat  pertumbuhan ekonomi dunia menjadi rendah. Dalam keadaan ini, mengacu pada pengalaman krisis 2008, perekonomian Negara berkembang, terutama China dan India, masih dapat tumbuh relatif  tinggi.  Bagi Indonesia, pertumbuhan juga masih positif  sekalipun tidak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Perekonomian Indonesia &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Perekonomian Indonesia tidaklah terlepas dari ketidak pastian  perekonomian di AS  dan eropa. Sekalipun perekonomian Indonesia sangat di cirikan oleh  ekonomi domestic, dengan ekspor hanya sekitar 28 persen dari PDB dan rekan dagang utama adalah Jepang dan China,  AS  dan Eropa  masih punya pengaruh penting dalam perekonomian Indonesia.Apalagi  rekan dagang utama Indonesia di Asia lebih bergantung pada perekonomian AS  dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Faktor yang sangat berpengaruh dari ketidak pastian ini adalah di sector  keuangan, terutama pasar modal dan obligasi. Sekalipun pasar modal dan obligasi belumlah dominan dalam perekonomian  Indonesia, dengan penguasaan asing yang besar sekitar 35 persen untuk Surat Berharga  Negara (SBN)&amp;lt; dan sekitar 60 persen kapitalisasi pasar modal, ketidak pastian ekonomi dunia sangat berpengaruh pada pasar modal dan obligasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apa yang dapat dilakukan pemerintah  dan Bank Indonesia  adalah apa yang telah dimulai  dijalankan, yaitu menstabilkan  pasar SBN, antara lain dengan membelinya dengan mempergunakan  cadangan devisa. Cara ini baik tidak saja dalam menstabilkan  pasar SBN,tetapi juga menstabilkan nilai rupiah  dan memperbaiki neraca  BI yang terlalu  didominasi Surat Berharga luar negeri  dari pengelolaan cadangan  devisa.  BI juga akan makin mengarah pada penggunaan SBN dan Surat Perbendaharaan Negara (WSPN) jangka pendek, terutama tiga bulan dalam  kebijakan moneternya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apa yang sudah dilakukan juga adalah  BI menjaga ketersediaan likuiditas bagi perbankan. Tentu saja kekhawatiran BI bahwa ini akan menambah likuiditas di pasar yang dipandang sudah berlebih tetap menjadi perhatian. Namun, perlu dicatat bahwa inflasi terutama adalah fenomena kenaikan harga pangan  yang disebabkan permasalahan pasokan dan distribusi, bukan fenomena  moneter. Kelebihan likuiditas yang disimpan kembali  di BI dalam  bentuk SBI dan &lt;i&gt;term deposit&lt;/i&gt; di BI, yang jumlahnya sekitar Rp 500 triliun, terutama karena kredit  yang sudah diputuskan  bank  belum dapat direalisasikan, terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jika pembangunan infrastruktur dengan sector riil, terutama  manufaktur, dapat dijalankan dan dikembangkan, kelebihan likuiditas itu akan segera berubah menjadi kekurangan likuiditas di perbankan.  Menjadi tugas pemerintah untuk merealisasikan  pembangunan infrastruktur  yang sejauh ini masih mengecewakan. Sementara perkembangan sector riil terutama  manufaktur, telah menunjukkan perkembangan berarti dengan pertumbuhan  sekitar 6 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Apalagi jika revitalisasi pertanian dapat juga dijalankan, kegiatan sector riil  ini, manufaktur dan pertanian, apalagi ditambah dengan pembangunan infrastruktur, akan menciptakan kesempatan kerja yang besar. Kegiatan ini pada umumnya ber-orientasi domestic, yang semestinya tidak terpengaruh negative oleh ketidak pastian perekonomian dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagi Negara berkembang seperti Indonesia, melemahnya perekonomian AS  dan Eropa semestinya tidak hanya dilihat dari  satu sisi pengaruh negatifnya, tetapi juga sebagai peluang yang terbuka oleh 'kehendak sejarah, 'untuk terus maju dalam perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Untuk menjadi perekonomian maju  bukanlah anugrah, tetapi perjuangan keras untuk memanfaatkan  "kehendak sejarah" tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;II&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ekonomi dunia kini memasuki masa berbahaya, kata ekonom  Kepala Dana Moneter International Oliver Blanchard. Sebanyak 17 negra pengguna  euro  diperkirakan  tahun ini mengalami pertumbuhan 1,6 persen, sedangkan tahun depan 1,1 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perkiraan ini tentu tidak menggembirakan  sekitar 500 juta penduduk Uni Eropa yang sekarang beranggotakan 27 negara. Sebagian perkiraan itu hanyalah cermin ekonomi  secara global, sedangkan arus masyarakat bawah  kurang terungkap dalam angka-angka ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bagaimana kondisi masyarakat Eropa sekarang, padahal sebagian besar masyarakat Eropa  telah terbiasa hidup dalam kemakmuran  detidaknya dalam du dasawarsa ini. Kredit rumah dan bunga sangat rendah menyebabkan  kehidupan masyarakat di wilayah Uni Eropa bisa dikatakan serba berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Fasilitas Negara juga memberikan dukungan tidak sedikit terhadap kenikmatan ekonomi yang berlimpah ruah.  Di Inggris, misalnya, tunjangan Negara terhadap masyarakat  lapisan miskin menyebabkan mereka juga ikut menikmati  kue ekonomi yang berarti. Setiap anak mendapatkan  tunjangan per minggu sehingga totalitas bisa ratusan pounsterling setiap  bulan sebagai tambahan pemasukan  sebuah keluarga. Demikian juga tunjangan kesehatan, pendidikan, dan ibu rumahtangga yang kerja paruh waktu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Di Negara lain, tunjangan serupa dengan berbagai skala juga dapat dinikmati. Bahkan anggota baru Uni Eropa , seperti Polandia  dan Romania menikmati limpahan kemakmuran Eropa dengan mendapatkan dana tunjangan sosial  dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masyarakat Eropa, termasuk kaum miskin, masih akan menderita beberapa tahun mendatang dibandingkan dengan masa kemakmuran katakanlah satu dasawarsa lalu. Bahkan, kiniprogram bantuan pangan  bagi 13 juta warga Eropa miskin  terhadang krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sejumlah Negara, termasuk Inggris, Jerman, Belanda, Ceko, Denmark, dan Swedia, disebutkan tak lagi mengizinkan  program yang berlaku sejak 1987  berlanjut. Perancis yang paling banyak menerima dana ini mengecam rekan sesame anggota  blok 27 negara di Eropa ini. Dana  bantuan orang miskin ini sudah akan dipangkas  dari 480 euro  menjadi 113,5 euro untuk tahun 2012 dan 2013.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Gaya hidup &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Situasi yang stabil secara politik  dan mapan secara ekonomi ini  menyebabkan gaya hidup di Eropa  mencerminkan  masyarakat kaya. Kota-kota bersinar setelah malam, jalan-jalan yang mulus, dan beberap bangunan besar  yang megah. Semuanya seolah menunjukkan  indicator keberhasilan Negara kapitalis, kue ekonomi yang besar, dan kestabilan politik selama ini&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;menyebabkan Eropa seperti kawasan impian bagi pebisnis dan sasaran ekspor, termasuk China.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Namun, perlahan situasi itu bisa berubah karena beberapa Negara menghadapi kebangkrutan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Integritas mata uang pada awal tahun 2001 diproyeksikan  akan mengautkan ekonomi Eropa  dalam berhadapan dengan kekuatan ekonomi baru, seperti China, India, dan Brazil.  Dan sekitar tujuh tahun pertama tidak menjadi masalah bagi 17pengguna euro dari 27 anggota Uni Eropa. Semuanya berjalan baik sampai ketika krisis keuangan  Amerika 2008 mulai menggoyahkan fondasi ekonomi sebagian Negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan  perkiraan pertumbuhan pertumbuhan ekonomi di Eropa rata-rata tahun ini yang tipis, bisa dikatakan terjadi kemandegan  di  benua ini. Komisioner ekonomi Uni Eropa  Olli Rhen mengatakan,pemulihan dari krisis keuangan akan lambat dan sulit. Sebagian perkiraan bahwa empat tahun kedepan masih akan sulit sebelum terjadi pertumbuhan ekonomi yang  normal. Namun, semuanya akan sangat  bergantung pada seberapa baiknya kinerja ekonomi Yunani.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dua Negara tahun ini yang tampil lebih baik adalah  Jerman dengan pertumbuhan diperkirakan 2,9 persen dan Polandia 4 persen. Dua Negara lain yang parah adalah Spanyol dengan angka pertumbuhan  ekonomi 0,8 persen dan Italia 0,7 persen. Situasi ini semakin menguatkan bahwa masa berlimpah ruah sudah berlalu, pesta sudah usai. Kini saat nya mengencangkan ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Namun, tidak semua senang dengan berbagai retorika yang dikemukakan ekonom, politisi dan pebisnis di Eropa. Mereka berbicara mengenai penghematan, kenaikan pajak, serta kenaikan harga barang  dan jasa.  Bagi kebanyakan warga Eropa, inilah krisis paling berat  di sector ekonomi. Oleh karena itu sekitar 20 000 pekerja –wakil kaum pekerja Eropa – melancarkan unjuk rasa di Polandia ketika berlangsung pertemuan para pemimpin Eropa  pertengahan September. Mereka menentang program penghematan  yang banyak dilakukan pemerintahan  di Eropa. (goegle; muin_angkat blogspot.com) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-2853165612049722341?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/2853165612049722341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/10/dua-tulisan-masa-depan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/2853165612049722341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/2853165612049722341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/10/dua-tulisan-masa-depan-ekonomi.html' title='Dua Tulisan ; Masa  Depan Ekonomi Indonesia dan Kemakmuran Eropa Tinggal bayangan'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-979870345946155147</id><published>2011-09-02T08:11:00.001+07:00</published><updated>2011-09-02T08:11:17.920+07:00</updated><title type='text'>Birokrasi dominan Pembangunan minim ; (Potret RAPBN 2012)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kalam;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;Betapa gemuknya  birokrasi diseantero tanah air  dapat di lihat dari  belanja pegawai pemerintahan pusat sebesar Rp 215 triliun, yang apabila ditambahkan dengan belanja pegawai di daerah  akan membengkak. Menurut perhitungan  Litbang Kompas estimasi  belanja pegawai tahun 2011 mencapai 60 persen dari total  APBN plus APBD.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;"Tahun 2007 masih terdapat 4o dari total 420 daerah yang mengalokasikan lebih 50 persen  APBD-nya  untuk belanja modal (pembangunan). Pada tahun 2010 menyusut drastic hanya 4  dari 497 daerah, dan tahun 2011,  7 dari 497 daerah. Itu pun masih dipertanyakan apakah belanja  modal pembangunan tersebut benar di alokasikan di dalam pelaksanaan di lapangan atau hanya parkir di Bank, dipergunakan untuk urusan lain yang tidak jelas. Bila memang seluruh daerah hanya membelanjakan 7 persen dari RAPBD nya untuk belanja pembangunan, itu artinya zero untuk sebuah pemerintahan! 13 tahun pasca reformasi, sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;Malangnya nasib rakyat Indonesia yang  luput menjadi perhatian para pemimpin bangsa yang korup, sungguh mencemaskan masa depan Negara bangsa, NKRI tercinta. Apa yang telah di nukilkan di dalam tinta emas, sila ke-lima Pancasila 'keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia' masih jauh dari cita-cita dan harapan rakyat.       &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;Potret bangsa setelah 66 tahun kemerdekaan mari kita renungkan kembali. Mengapa kemajuan Ilmu Pengetahuan di Indonesia yang di dibentengi oleh beberapa perguruan tinggi terkemuka  di Indonesia seperi UGM,UI,ITB,IPB,Unair, Unhas dan USU,  kalis memanfaatkan pakar-pakar ekonomnya  untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan perekonomian bangsa? Apakah acuan penyusunan prinsip-prinsip dasar  memajukan Negara dan memakmurkan negeri, sudah tercerabut dari akarnya? Mengapa?  &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;Laporan kompas  19 agustus dibawah ini saya masukkan di dalam &lt;strong&gt;muin_angkat blogspot.com &lt;/strong&gt; agar menjadi pencerahan bagi pemikir-pemikir memajukan peradaban dan keadilan bagi Indonesia. Salam. (a.m.a).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kepentingan birokrasi, mulai pusat hingga daerah, mendominasi postur anggaran  Negara. Seberapapun  besar  kenaikan pendapatan, belanja  birokrasi terus menyedot  mayoritas  anggaran. Sementara anggaran pembangunan yang benar-benar menggerakkan perekonomian dan sector riil  tetap kecil. Akibatnya, hasil pembangunan di lapangan tak signifikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Demikian pandangan sejumlah ekonom yang dihubungi di Jakarta, kamis (18/8), menanggapi Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dalam RAPBN  2012, pendapatan Negara dan hibah ditargetkan  sebesar  Rp 1.292,9 triliun  atau 15,9 % terhadap produk domestic bruto (PDB). Adapun rencana anggaran belanja Negara sebesar Rp 1. 418,5 triliun  atau  17,5 % terhadap PDB. Defisit anggaran diperkirakan  Rp 125,6 triliun atau 1,5 persen terhadap PDB. Jumlah deficit ini turun Rp 25,2 triliun dari target deficit  dalam APBN-P 2011 sebesar Rp 180,8 triliun atau 2,1 persen terhadap PDB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Direktur Institut for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyatakan, seiring naiknya anggaran dalam RAPBN 2012, alokasi belanja rutin yang lebih banyak  digunakan untuk membiayai urusan birokrasi juga membengkak menjadi 80,43 persen. Sementara ruang gerak fiscal  sebagai stimulus perekonomian tetap rendah. Anggaran untuk belanja modal hanya 17,62 persen dan belanja  social  hanya 6,67 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Tidak masuk akal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Ekonom Indef, Didik J Rachbini, menambahkan, belanja untuk keperluan pegawai negeri sipil di pusat yang meliputi belanja  barang dan pegawai sebesar  Rp 353 triliun. Hal ini tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Hal sama, Didik melanjutkan, terjadi pada transver dana dari pusat kedaerah. Mengacu pada pengalaman, mayoritas  dana  transver  kedaerah dihabiskan untuk kepentingan birokrasi, seperti membangun gedung-gedung pemerintah dan membeli fasilitas birokrasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    "Pegawai negeri adalah kerajaan terburuk di negeri ini. Dalam survei internasional tentang iklim investasi, Indonesia di urutan ke-115. Pelayanan birokrasi kita tergolong paling buruk di dunia walaupun anggarannya naik terus. RAPBN 2012  dari sisi penerimaan bagus, tetapi dari sisi  belanja tidak karu-karuan. Jadi, dalam proses penyusunan anggaran berlaku hukum pasar gelap. Tidak ada&lt;em&gt; leadership&lt;/em&gt;. Ini problem terbesar dalam RAPBN 2012" kata Didik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ekonom  prof Rudi Wibowo dari Institut pertanian Bogor menyatakan, pemerintah Yudhoyono tidak memberikan prioritas  pada pembangunan sector pertanian dan pangan. Ini tercermin dari tidak adanya  dukungan penuh pada riset.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Padahal, riset yang bagus, yang menghasilkan benih-benih berkualitas, akan menjadikan pertanian  lebih produktif. "kalau memang itu tidak dikerjakan Kementerian pertanian, dikerjakan riset yang lain. Tetapi ini pun tidak tampak", katanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Begitu pula dengan infrastruktur pertanian, seperti jaringan irigasi. Jaringan infrastruktur yang baik  akan mendukung peningkatan  produktivitas pertanian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Tahun 2012, pemerintah mengalokasikan anggaran  untuk Kementerian pertanian  sebesar Rp 17,8 triliun. Diluar itu, RAPBN 2012  mengalokasikan Rp 41,9 triliun  untuk ketahanan pangan. Pemberian bantuan langsung  pupuk Rp 675 milyar dan bantuan langsung bibit unggul Rp 1,8 triliun. ( MAS/LAS). ama.       &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-979870345946155147?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/979870345946155147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/birokrasi-dominan-pembangunan-minim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/979870345946155147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/979870345946155147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/birokrasi-dominan-pembangunan-minim.html' title='Birokrasi dominan Pembangunan minim ; (Potret RAPBN 2012)'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3985303848575967235</id><published>2011-09-01T08:57:00.001+07:00</published><updated>2011-09-01T08:57:08.318+07:00</updated><title type='text'>Dua Tulisan; “Ketagihan Utang Yang Akut” dan “Akar Krisis Utang AS”</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;em&gt;Benarkah keputusan  Standard &amp;amp; Poor's yang menurunkan peringkat AS dari AAA menjadi AA+  akan menghantam  jantung perekonomian global? Econom Capital Economics Paul Dals, menghawatirkan penurunan peringkat itu akan memicu perekonomian Negara maju dan terancam  akan terkena resesi lagi.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Dua tulisan dibawah ini akan menjelaskan bahwa situasi psikologis perekonomian telah mengguncang pasar financial global. Terutama dengan tingginya spekulasi, maka investor akan bingung menyelamatkan assetnya. Walaupun ada jaminan bahwa obligasi poemerintah AS sebagai investasi yang  paling kuat  di dunia, akan tetapi segi kemanannya masih perlu dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Dua tulisan,  A. Tony Prasetiantono  dan Christianto Wibisono (Kompas 8/8 2011) saya masukkan di dalam Blog saya,  &lt;strong&gt;muin-angkat blog spot&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Com&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; untuk memberikan visi yang lebih luas  apakah berdampak kepada perekonomian Indonesia dimana AS telah menyerap 11 % eksport Indonesia yang bernilai sekitar 200 milyar dollar AS? Bukankah Indonesia dirasuki ketagihan ber-utang padahal penggunaannya tidak efisien?  Pada posisi sekarang ratio utang Indonesia per-juli 2011, tercatat 26, 9 persen, dimana PDB Indonesia sebesar Rp6,422,9 triliun. Sebesar Rp 249 triliun dari APBN akan terkuras untuk membayar bunga dan cicilan. (a.m.a) &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;                        I&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Untuk pertama kalinya  dalam sejarah, sejak tahun 1941 Lembaga Pemeringkat terkemuka  Standard &amp;amp; Poor's menurunkan peringkat utang Amerika Serikat  dari  AAA menjadi AA+, Jumat (5/8) malam. Meskipun tetap mengejutkan, hal ini merupakan  konsekuensi logis dari krisis  fiscal AS.  Meski Kongres AS mengizinkan pemerintahan Barack Obama  menambah utang  2,1 triliun dollar AS dan harus mengurangi  utang 2,5 triliun dollar AS  dalam sepuluh tahun kedepan, sesungguhnya krisis utang masih berat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Hingga saat ini, akumulasi utang AS  mencapai 14,29 triliun dollar AS, batas tertinggi  yang diizinkan undang-undang. Jumlah ini setara produk  domestic bruto  (PDB) AS  senilai  14,6 triliun AS. Pada akhir periode  Presiden  Bill Clinton, utang pemerintah  5,63 triliun dollar AS (tahun 2000).  Jumlah ini berlipat  menjadi 9,99 triliun dollar AS  pada akhir era  Presiden Goerge Bush  Jr (tahun 2008).  Hanya dalam tiga tahun, era presiden Obama (tahun 2009 -2011)  menambahnya dengan  4,3 triliun  dollar`AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Mengapa  Pemerintah AS sampai terjerat  utang ?. Pertama, sejak krisis financial tahun 2008, Pemerintah AS terpaksa  mengandalkan  kebijakan fiscal untuk  menyelamatkan perekonomiannya. Kebijakan moneter memang  dilakukan dengan memangkas suku bunga  menjadi mendekati  nol persen. Suku bunga acuan (Fed rate) ditekan menjadi 0,25 persen.  Pencetakan uang baru juga dilakukan  hingga 600 miliar dollar AS. Namun, hal itu tidak bisa mendongkrak  perekonomian. Konsumsi dan investasi  tetap lesu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Fenomena ini bisa dianalisis dengan teori  atau paradigm  "angsa – angsa terbang (flying  geese) yang dikemukakan  Kaname Akamatsu (tahun 1962). Intinya, , banyak pabrik atau perusahaan yang direlokasi  ke Asia  karena  di Negara-negara Barat tidak kompetitif lagi. Akibatnya,  sektor swasta  berkurang kemnampuan  untuk mendorong perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dalam situasi ini, mau tidak mau harus  berpaling kepada kebijakan fiskal - - sesuai doktrin  ekonomi Inggris, John Meynard Keynes, (tahun 1936) saat menghadapi depresi ekonomi dunia tahun 1930-an. Artinya, AS harus  menbaikkan belanja APBN untuk menstimulus perekonomian. Dari mana uangnya ? Dari kenaikan pajak? Bagaimana mungkin pajak dinaikkan dalam krisis ekonomi?  Karena itu, pilihannya hanya lah menaikkan hutang. Itulah sebabnya  utang AS  meningkat tajam pada era Presiden Obama.  Setiap tahun AS menambah  utang lebih dari  1 triliun dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kedua, struktur  penduduk AS kian berat kearah usia lanjut. Subsidi untuk jaminan social (social security) meningkat.  Hal yang sama juga terjadi  pada pembiayaan pengobatan penduduk  (Medicare  da Medicaid).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ketiga, AS terus 'asyik' membiayai perang.  Jumlah tentara  mereka di Afganistan  saja  100 000 orang.  Biaya total perang disana dan di Irak sekitar 4 triliun dollar AS. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kondisi AS mirip Jepang. Perekonomian Jepang juga ditandai  dengan suku bunga rendah hamper nol persen (suku bunga acuan sekitar 0,1 persen) dan utang pemerintah mencapai 200 persen atas PDB.  Utang AS kini 100 persen atas PDB, sementara Yunani  117 persen, Italia 100 persen, Irlandia 85 persen,  dan Portugal 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Adapun di Spanyol, meski ratio utangnya  rendah (51 persen), penganggurannya besar (19 persen).  Sebagai perbandingan, ratio utang Indonesia  adalah 26 persen. Turun dibandingkan 100 persen  saat krisis 1998.  Batas aman sesuai dengan konsensus para ekonom adalah 60 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Situasi ruwet tersebut  mendorong pelemahan  dollar AS.  Sementara itu,  dampak penurunan peringkat utang AS belum diketahui. Secara  teoritis imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS akan naik,  yang selanjutnya akan berimbas pada kenaikan suku bunga. Pelemahan dollar AS akan baik bagi daya saing produk AS, tetapi kenaikan suku  bunga akan berdampak sebaliknya. Tarik menarik ini yang masih ditunggu. Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Rupiah akan menguat seiring dengan pelemahan dollar AS. Namun, ini bisa berbahaya jika keterusan sehingga melebihi kecepatan  apresiasi mata uang  Negara-negara &lt;em&gt;emerging market&lt;/em&gt; lainnya (Cina, India, Brasil dan Korea Selatan). Tahun ini, kita akan  deficit 6 milyar dollar AS atas Cina karena  rupiah menguat  jauh lebih cepat dari Yuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dampak positip dari menguatnya rupiah adalah bisa membantu  mengurangi tekanan inflasi.  Bagi produsen, melemahnya dollar AS membuat lebih murahnya barang impor, terutama barang modal dan bahan baku. Itulah sebabnya, selama semester I, inflasi hanya 1,74 persen. Target inflasi 5,3 persen tahun 2011  rasanya bisa dicapai jika  harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Bagaina soal arus modal  masuk (capital inflow)? Modal masuk masih akan datang , tetapi kemungkinan dalam arus lebih lemah. Indonesia masih menarik, tetapi dibayangi kekhawatiran  terjadinya 'gelembung ekonomi' (economic bubble).  Hal inilah yang bisa  menjelaskan kenapa  index harga saham  kita yang pernah mencapai  4.200 terkoreksi  tajam menjadi 3.921 pada jumat(5/8). Ketika index 4.200, banyak investor yang merasa  inilah saatnya merealisasikan  keuntungan lewat aksi jual.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ada pendapat yang menyatakan, meski  perekonomian AS babak belur dan peringkat Standard Poor's menurun, pasar finasial AS  tetap atraktif karena skalanya masih  yang terbesar di dunia. Karena itu sesekali masih akan terjadi aliran modal balik dari  &lt;em&gt;emerging market&lt;/em&gt; ke AS. Itulah juga yang terjadi saat ini di Indonesia;  sebagian dana 'mudik' ke AS sehingga IHSG terkoreksi.  Namun, saya duga hal itu bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Masa depan perekonomian AS tetap tidak jelas. Sekalipun AS diizinkan menambah utang, itu akan segera terserap dalam dua tahun anggran. Setelah dua tahun,  AS masih butuh uang baru lagi. Ibaratnya, AS sedang menderita  "ketagihan utang" yang akut. Gali utang, tutup utang. Persoalan AS  benar-benar bersifat sangat structural dan fundamental. Mustahil bisa cepat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Bagaimana pun, perekonomian AS tidak bisa dibiarkan  bangkrut karena  terlalu berisiko (too big to fail).  AS menyerap 11 persen ekspor Indonesia, yang tahun  ini akan menembus  200 milyar dollar AS. Apalagi Cina menjadi  eksportir ke AS terbesar (265 milyar dollar AS) dan pemegang obligasi pemerintah  AS terbesar (1,16 triliun dollar AS).  Tampaknya ketidak pastian global masih berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Rupiah masih tetap menguat,  tetapi diharapkan tidak terlalu tajam karena  berbahaya jika  nilainya terlalu mahal. Adapun harga saham di Jakarta masih dalam batas wajar menurun hingga 3.900-an.  Namun juga jangan berharap  kenaikan besar-besar-an  seperti sebelumnya karena  berisiko gelembung. Kalau terlampau menggelembung  akan berbahaya  jika kelak terkoreksi tajam. Bakal terlalu menyakitkan. (ATP; Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;                    II&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Presiden Amerika Serikat Barack Obama  dan Partai Republik sepakat menaikkan  pagu hutang dari 14,3 triliun dollar AS  menjadi 16,7 triliun  dollar AS  sambil mengurangi deficit sebesar 2,1 triliun dollar AS  dalam sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Masalah kunci AS adalah besar pasak daripada  tiang. Sekarang ini ratio  utang AS  terhadap produk  domestic bruto (PDB) sudah mendekati 98,5 persen, sedangkan penerimaan pajak  hanya 30,5 persen  dan pembelanjaan 46,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Utang AS  sebesar 14,3 triliun  dollar AS  nyaris setara  PDB 14,8 triliun dollar AS.  Membebani setiap penduduk AS  46,826 dollar AS, sedangkan bagi pembayar pajak  130 000 dollar AS per kapita.  Kata kuncinya adalah  mengurangi  belanja konsumsi, dan menambah pendapatan Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Namun, dua partai, Republik dan  Demokrat  punya rekam jejak sama, tidak bisa menghindari deficit dan menambah utang sejak dijalankannya perekonomian  yang lebih di dorong sisi suplai Reagan  tahun 1980. Ketika Obama menggantikan Bush tahun 2009, utang AS  hanya 10,6 triliun dollar  dan membengkak 14,6 triliun  dollar pada 4 agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Besar pasak daripada  tiang &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Utang AS dimulai  sejak perjuangan kemerdekaan  dan januari 1791 tercatat 75,5 juta dollar, tapi tahun 1796 – 1811 tercatat 14 APBN  surplus dan hanya dua deficit.  Perang 1812  menambah utang, tapi 18 dari 20 tahun berikutnya masih surplus dan melunasi  99,97 persen utangnya.  Pembengkakan  utang kedua adalah  akibat perang saudara  dari 65 juta dollar AS (1860), melampaui  1 milyar dollar pada 1863  dan 2,7 milyar dollar  di akhir perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Pada 47 tahun berikutnya  AS mengalami 36 surplus dan 11 defisit sambil melunasi 55 persen  utang.  Inilah era  yang oleh Anatole Keletsky disebut sebagai &lt;em&gt;capitalism  1.0 &lt;/em&gt; yang berakhir dengan depresi global 1929. Kegagalan pasar yang tak terkendali oleh system  &lt;em&gt;capitalism 1.0 &lt;/em&gt;berbasis Adam Smith murni melahirkan revisi berupa  Keynesianisme yang di teorikan  ekonom Inggris, John Maynard Keynes  dan dipraktikkan  Presiden  AS Franklin Delano Rosevelt.  Negara tetap harus mengintervensi karena kegagalan pasar absolute. Inilah era  &lt;em&gt;Capitalim 2.0&lt;/em&gt;  dengan konsekwensi utang  AS berlipat 16 kali dari 15 milyar dollar (1930). Jadi 260 milyar (1950). Ketika Roosevelt  terpilih, 1930, ratio utang AS  20 milyar dollar, adalah 20 persen dari PDB dengan deficit 2-3 persen  PDB.  Pada akhir term I-1936 utang  mencapai 33,7 milyar dollar  atau 40 persen PDB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Setelah  Perang Dunia II,  utang  terus naik  sesuai  laju inflasi  dunia dari  260 milyar dollar (1950)  jadi 909 milyar dollar  saat Regan  terpilih 1980.  Secara nominal utang di era Reagan  dan Goerge  W Bush Sr  berlipat empat kali  dari 1980 ke  1992 . Perang dingan yang membengkakkan utang sehingga ratio utang  terhadab PDB  yang pada decade 1970-an  sekitar 26-28 persen, pada decade  1980-an  nail ke-41 persen. Pada era Clinton, ratio utang turun dari 50 persen ke 39 persen  meski secara nominal utang naik dari 3 triliun dollar (1992) jadi 3,4 triliun  dollar (2000).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Goerge W Bush Jr  melipatgandakan utang  dari 5,7 triliun  dollar AS  pada januari 2001  menjadi 10,7 triliun dollar AS pada akhir masa jabatan  keduanya (2008).Obama tetap terjerat utang  yang meningkat  sampai 14,6 triliun  dollar AS. Atau menyamai PDB AS. Ratio utang/PDB  juga meningkat  terus dari 35 persen (2000), 40 persen (2008), dan 62 persen (2010).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Era Reagan bersamaan dengan PM  Margaret Thatcher  adalah era  &lt;em&gt;capitalism 3.0&lt;/em&gt;  yang meliberalkan pasar keuangan  internasional dengan  produk derivative, dan mulai lepasnya keterkaitan  sector financial global  dengan sector riil produsen manufaktur barang  dan jasa yang &lt;em&gt; tangible. Capitalism 3.0 &lt;/em&gt; ini akan mengalami krisis dari Asia Timur  1998 dan setelah sepuluh tahun  malah merasuk ke jantung capitalism, Wall Street.  Karena itu, Negara kembali  mengintervensi  seperti nasionalisasi General Motors  oleh Obama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Menarik untuk dicacat, system yang mendewakan otoriterisme Negara bangkrut  lebih dahulu  1989  ketika Tembok berlin runtuh dan uni Soviet  bubar.  Cina dengan  cerdik  mengubah substansi dari Ideologi Komunis  menjadi kapitalisme, konglomerasi, dan konfusianisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Akar masalah ekonomi   &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Akar masalah ekonomi  sebetulnya sederhana.  Anda harus berproduksi dan menghasilkan  nilai tambah, barulah  anda bisa kaya , menikmati hidup, dan membelanjakan penghasilan  anda yang halal  sesuai kemampuan kantong anda. Ini berlaku untuk pribadi, keluarga  perusahaan dan Negara. Kalau orang hidu diluar kemampuan,  maka harus berutang kepada  orang lain, atau merampok orang lain dan menikmati pemerasan, penipuan atau penggelapan  harta milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dewasa ini produsen barang manufaktur  konkret adalah Cina dan Asia Timur, sedangkan Eropa dan AS mengalami kemunduran dan tak bisa  bersaing.  Namun, AS punya produk  'imajiner' derivative financial yang beromzet triliunan dollar AS, mengawang di bursa sedunia tanpa menyentuh sector riil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Setelah Komunisme bangkrut dan krisis  kapitalisme, yang menang eklektisisme. Kapitalisme tetap  perlu kendali Negara, tetapi Negara tidak boleh mencekik seperti dictator proletar  yang tak mampu menyediakan  bahan pokok. Dunia juga tak bisa dilepas  tanpa pengarah  yang dalam abad ke-20  dijalankan oleh AS.  Namun, kemerosotan AS  dan kebangkitan Asia Timur  mengisyaratkan sudah waktunya  dunia dipimpin  konsorsium seperti G-20, bukan lagi di dominasi  Pax Amerikana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Di masa depan tidak bisa lagi didominasi satu kekuatan, termasuk oleh Cina atau  'khalifah islam'. Kita harus menyongsong Pax Consortis G-20.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Namun, AS juga baru lolos dari lubang jarum &lt;em&gt; politicking&lt;/em&gt; dengan kesepakatan  menaikkan utang AS antara Kongres dan Obama.  Kata kunci tetap satu  &lt;em&gt;there is no&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;free lunch  in the world , you have to pay for your lunch. Dunia perlu arsitektur &lt;/em&gt; keuangan  dan system perimbangan kekuatan yang menghargai multipolarisme, kesetaraan antar kekuatan  yang lebih berimbang   dan bukan dominasi super power  dan  satu mata uang. Era pound sterling Inggris  selesai pada Perang Dunia ke II, era supremasi dollar AS  juga berakhir dengan krisis moneter  2008  yang bersumber  dari jantung kapitalis  Wall Street.  Kita sedang menuju era konsorsium  multipolar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kebetulan sudah ada wadah G-20 untuk mengelola.  Karena itu, sayang kalau elite Indonesia hanya  hiruk pikuk disandera Nazarudin, tetapi tidak menyadari  kekuatan riil yang kita miliki  secara potensial yang justru dikagumi pengamat  global dalam  Conference Futurology baru-baru ini. Sayang kalau kita tidak asertif  dalam  mengelola sumber daya alam  dan perekonomian sector riil yang menjadi kunci keberhasilan Cina  dan rahasia kebangkrutan  AS karena tak sinkronnya sector financial dan sector riil  di AS  serta penyakit klasik ; besar pasak daripada tiang.(CW adalah CEO Global Nexus Institute).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3985303848575967235?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3985303848575967235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/dua-tulisan-ketagihan-utang-yang-akut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3985303848575967235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3985303848575967235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/dua-tulisan-ketagihan-utang-yang-akut.html' title='Dua Tulisan; “Ketagihan Utang Yang Akut” dan “Akar Krisis Utang AS”'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3323339984200008273</id><published>2011-09-01T08:54:00.001+07:00</published><updated>2011-09-01T08:54:07.348+07:00</updated><title type='text'>Dua Tulisam; “Ketagihan Utang Yang Akut”dan “Akar Krisis Utang AS”</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;em&gt;Benarkah keputusan  Standard &amp;amp; Poor's yang menurunkan peringkat AS dari AAA menjadi AA+  akan menghantam  jantung perekonomian global? Econom Capital Economics Paul Dals, menghawatirkan penurunan peringkat itu akan memicu perekonomian Negara maju dan terancam  akan terkena resesi lagi.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Dua tulisan dibawah ini akan menjelaskan bahwa situasi psikologis perekonomian telah mengguncang pasar financial global. Terutama dengan tingginya spekulasi, maka investor akan bingung menyelamatkan assetnya. Walaupun ada jaminan bahwa obligasi poemerintah AS sebagai investasi yang  paling kuat  di dunia, akan tetapi segi kemanannya masih perlu dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;em&gt;    Dua tulisan,  A. Tony Prasetiantono  dan Christianto Wibisono (Kompas 8/8 2011) saya masukkan di dalam Blog saya,  &lt;strong&gt;muin-angkat blog spot&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Com&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; untuk memberikan visi yang lebih luas  apakah berdampak kepada perekonomian Indonesia dimana AS telah menyerap 11 % eksport Indonesia yang bernilai sekitar 200 milyar dollar AS? Bukankah Indonesia dirasuki ketagihan ber-utang padahal penggunaannya tidak efisien?  Pada posisi sekarang ratio utang Indonesia per-juli 2011, tercatat 26, 9 persen, dimana PDB Indonesia sebesar Rp6,422,9 triliun. Sebesar Rp 249 triliun dari APBN akan terkuras untuk membayar bunga dan cicilan. (a.m.a) &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;                        I&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Untuk pertama kalinya  dalam sejarah, sejak tahun 1941 Lembaga Pemeringkat terkemuka  Standard &amp;amp; Poor's menurunkan peringkat utang Amerika Serikat  dari  AAA menjadi AA+, Jumat (5/8) malam. Meskipun tetap mengejutkan, hal ini merupakan  konsekuensi logis dari krisis  fiscal AS.  Meski Kongres AS mengizinkan pemerintahan Barack Obama  menambah utang  2,1 triliun dollar AS dan harus mengurangi  utang 2,5 triliun dollar AS  dalam sepuluh tahun kedepan, sesungguhnya krisis utang masih berat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Hingga saat ini, akumulasi utang AS  mencapai 14,29 triliun dollar AS, batas tertinggi  yang diizinkan undang-undang. Jumlah ini setara produk  domestic bruto  (PDB) AS  senilai  14,6 triliun AS. Pada akhir periode  Presiden  Bill Clinton, utang pemerintah  5,63 triliun dollar AS (tahun 2000).  Jumlah ini berlipat  menjadi 9,99 triliun dollar AS  pada akhir era  Presiden Goerge Bush  Jr (tahun 2008).  Hanya dalam tiga tahun, era presiden Obama (tahun 2009 -2011)  menambahnya dengan  4,3 triliun  dollar`AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Mengapa  Pemerintah AS sampai terjerat  utang ?. Pertama, sejak krisis financial tahun 2008, Pemerintah AS terpaksa  mengandalkan  kebijakan fiscal untuk  menyelamatkan perekonomiannya. Kebijakan moneter memang  dilakukan dengan memangkas suku bunga  menjadi mendekati  nol persen. Suku bunga acuan (Fed rate) ditekan menjadi 0,25 persen.  Pencetakan uang baru juga dilakukan  hingga 600 miliar dollar AS. Namun, hal itu tidak bisa mendongkrak  perekonomian. Konsumsi dan investasi  tetap lesu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Fenomena ini bisa dianalisis dengan teori  atau paradigm  "angsa – angsa terbang (flying  geese) yang dikemukakan  Kaname Akamatsu (tahun 1962). Intinya, , banyak pabrik atau perusahaan yang direlokasi  ke Asia  karena  di Negara-negara Barat tidak kompetitif lagi. Akibatnya,  sektor swasta  berkurang kemnampuan  untuk mendorong perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dalam situasi ini, mau tidak mau harus  berpaling kepada kebijakan fiskal - - sesuai doktrin  ekonomi Inggris, John Meynard Keynes, (tahun 1936) saat menghadapi depresi ekonomi dunia tahun 1930-an. Artinya, AS harus  menbaikkan belanja APBN untuk menstimulus perekonomian. Dari mana uangnya ? Dari kenaikan pajak? Bagaimana mungkin pajak dinaikkan dalam krisis ekonomi?  Karena itu, pilihannya hanya lah menaikkan hutang. Itulah sebabnya  utang AS  meningkat tajam pada era Presiden Obama.  Setiap tahun AS menambah  utang lebih dari  1 triliun dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kedua, struktur  penduduk AS kian berat kearah usia lanjut. Subsidi untuk jaminan social (social security) meningkat.  Hal yang sama juga terjadi  pada pembiayaan pengobatan penduduk  (Medicare  da Medicaid).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ketiga, AS terus 'asyik' membiayai perang.  Jumlah tentara  mereka di Afganistan  saja  100 000 orang.  Biaya total perang disana dan di Irak sekitar 4 triliun dollar AS. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kondisi AS mirip Jepang. Perekonomian Jepang juga ditandai  dengan suku bunga rendah hamper nol persen (suku bunga acuan sekitar 0,1 persen) dan utang pemerintah mencapai 200 persen atas PDB.  Utang AS kini 100 persen atas PDB, sementara Yunani  117 persen, Italia 100 persen, Irlandia 85 persen,  dan Portugal 80 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Adapun di Spanyol, meski ratio utangnya  rendah (51 persen), penganggurannya besar (19 persen).  Sebagai perbandingan, ratio utang Indonesia  adalah 26 persen. Turun dibandingkan 100 persen  saat krisis 1998.  Batas aman sesuai dengan konsensus para ekonom adalah 60 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Situasi ruwet tersebut  mendorong pelemahan  dollar AS.  Sementara itu,  dampak penurunan peringkat utang AS belum diketahui. Secara  teoritis imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS akan naik,  yang selanjutnya akan berimbas pada kenaikan suku bunga. Pelemahan dollar AS akan baik bagi daya saing produk AS, tetapi kenaikan suku  bunga akan berdampak sebaliknya. Tarik menarik ini yang masih ditunggu. Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Rupiah akan menguat seiring dengan pelemahan dollar AS. Namun, ini bisa berbahaya jika keterusan sehingga melebihi kecepatan  apresiasi mata uang  Negara-negara &lt;em&gt;emerging market&lt;/em&gt; lainnya (Cina, India, Brasil dan Korea Selatan). Tahun ini, kita akan  deficit 6 milyar dollar AS atas Cina karena  rupiah menguat  jauh lebih cepat dari Yuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dampak positip dari menguatnya rupiah adalah bisa membantu  mengurangi tekanan inflasi.  Bagi produsen, melemahnya dollar AS membuat lebih murahnya barang impor, terutama barang modal dan bahan baku. Itulah sebabnya, selama semester I, inflasi hanya 1,74 persen. Target inflasi 5,3 persen tahun 2011  rasanya bisa dicapai jika  harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Bagaina soal arus modal  masuk (capital inflow)? Modal masuk masih akan datang , tetapi kemungkinan dalam arus lebih lemah. Indonesia masih menarik, tetapi dibayangi kekhawatiran  terjadinya 'gelembung ekonomi' (economic bubble).  Hal inilah yang bisa  menjelaskan kenapa  index harga saham  kita yang pernah mencapai  4.200 terkoreksi  tajam menjadi 3.921 pada jumat(5/8). Ketika index 4.200, banyak investor yang merasa  inilah saatnya merealisasikan  keuntungan lewat aksi jual.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Ada pendapat yang menyatakan, meski  perekonomian AS babak belur dan peringkat Standard Poor's menurun, pasar finasial AS  tetap atraktif karena skalanya masih  yang terbesar di dunia. Karena itu sesekali masih akan terjadi aliran modal balik dari  &lt;em&gt;emerging market&lt;/em&gt; ke AS. Itulah juga yang terjadi saat ini di Indonesia;  sebagian dana 'mudik' ke AS sehingga IHSG terkoreksi.  Namun, saya duga hal itu bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Masa depan perekonomian AS tetap tidak jelas. Sekalipun AS diizinkan menambah utang, itu akan segera terserap dalam dua tahun anggran. Setelah dua tahun,  AS masih butuh uang baru lagi. Ibaratnya, AS sedang menderita  "ketagihan utang" yang akut. Gali utang, tutup utang. Persoalan AS  benar-benar bersifat sangat structural dan fundamental. Mustahil bisa cepat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Bagaimana pun, perekonomian AS tidak bisa dibiarkan  bangkrut karena  terlalu berisiko (too big to fail).  AS menyerap 11 persen ekspor Indonesia, yang tahun  ini akan menembus  200 milyar dollar AS. Apalagi Cina menjadi  eksportir ke AS terbesar (265 milyar dollar AS) dan pemegang obligasi pemerintah  AS terbesar (1,16 triliun dollar AS).  Tampaknya ketidak pastian global masih berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Rupiah masih tetap menguat,  tetapi diharapkan tidak terlalu tajam karena  berbahaya jika  nilainya terlalu mahal. Adapun harga saham di Jakarta masih dalam batas wajar menurun hingga 3.900-an.  Namun juga jangan berharap  kenaikan besar-besar-an  seperti sebelumnya karena  berisiko gelembung. Kalau terlampau menggelembung  akan berbahaya  jika kelak terkoreksi tajam. Bakal terlalu menyakitkan. (ATP; Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;                    II&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Presiden Amerika Serikat Barack Obama  dan Partai Republik sepakat menaikkan  pagu hutang dari 14,3 triliun dollar AS  menjadi 16,7 triliun  dollar AS  sambil mengurangi deficit sebesar 2,1 triliun dollar AS  dalam sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Masalah kunci AS adalah besar pasak daripada  tiang. Sekarang ini ratio  utang AS  terhadap produk  domestic bruto (PDB) sudah mendekati 98,5 persen, sedangkan penerimaan pajak  hanya 30,5 persen  dan pembelanjaan 46,5 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Utang AS  sebesar 14,3 triliun  dollar AS  nyaris setara  PDB 14,8 triliun dollar AS.  Membebani setiap penduduk AS  46,826 dollar AS, sedangkan bagi pembayar pajak  130 000 dollar AS per kapita.  Kata kuncinya adalah  mengurangi  belanja konsumsi, dan menambah pendapatan Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Namun, dua partai, Republik dan  Demokrat  punya rekam jejak sama, tidak bisa menghindari deficit dan menambah utang sejak dijalankannya perekonomian  yang lebih di dorong sisi suplai Reagan  tahun 1980. Ketika Obama menggantikan Bush tahun 2009, utang AS  hanya 10,6 triliun dollar  dan membengkak 14,6 triliun  dollar pada 4 agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Besar pasak daripada  tiang &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Utang AS dimulai  sejak perjuangan kemerdekaan  dan januari 1791 tercatat 75,5 juta dollar, tapi tahun 1796 – 1811 tercatat 14 APBN  surplus dan hanya dua deficit.  Perang 1812  menambah utang, tapi 18 dari 20 tahun berikutnya masih surplus dan melunasi  99,97 persen utangnya.  Pembengkakan  utang kedua adalah  akibat perang saudara  dari 65 juta dollar AS (1860), melampaui  1 milyar dollar pada 1863  dan 2,7 milyar dollar  di akhir perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Pada 47 tahun berikutnya  AS mengalami 36 surplus dan 11 defisit sambil melunasi 55 persen  utang.  Inilah era  yang oleh Anatole Keletsky disebut sebagai &lt;em&gt;capitalism  1.0 &lt;/em&gt; yang berakhir dengan depresi global 1929. Kegagalan pasar yang tak terkendali oleh system  &lt;em&gt;capitalism 1.0 &lt;/em&gt;berbasis Adam Smith murni melahirkan revisi berupa  Keynesianisme yang di teorikan  ekonom Inggris, John Maynard Keynes  dan dipraktikkan  Presiden  AS Franklin Delano Rosevelt.  Negara tetap harus mengintervensi karena kegagalan pasar absolute. Inilah era  &lt;em&gt;Capitalim 2.0&lt;/em&gt;  dengan konsekwensi utang  AS berlipat 16 kali dari 15 milyar dollar (1930). Jadi 260 milyar (1950). Ketika Roosevelt  terpilih, 1930, ratio utang AS  20 milyar dollar, adalah 20 persen dari PDB dengan deficit 2-3 persen  PDB.  Pada akhir term I-1936 utang  mencapai 33,7 milyar dollar  atau 40 persen PDB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Setelah  Perang Dunia II,  utang  terus naik  sesuai  laju inflasi  dunia dari  260 milyar dollar (1950)  jadi 909 milyar dollar  saat Regan  terpilih 1980.  Secara nominal utang di era Reagan  dan Goerge  W Bush Sr  berlipat empat kali  dari 1980 ke  1992 . Perang dingan yang membengkakkan utang sehingga ratio utang  terhadab PDB  yang pada decade 1970-an  sekitar 26-28 persen, pada decade  1980-an  nail ke-41 persen. Pada era Clinton, ratio utang turun dari 50 persen ke 39 persen  meski secara nominal utang naik dari 3 triliun dollar (1992) jadi 3,4 triliun  dollar (2000).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Goerge W Bush Jr  melipatgandakan utang  dari 5,7 triliun  dollar AS  pada januari 2001  menjadi 10,7 triliun dollar AS pada akhir masa jabatan  keduanya (2008).Obama tetap terjerat utang  yang meningkat  sampai 14,6 triliun  dollar AS. Atau menyamai PDB AS. Ratio utang/PDB  juga meningkat  terus dari 35 persen (2000), 40 persen (2008), dan 62 persen (2010).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Era Reagan bersamaan dengan PM  Margaret Thatcher  adalah era  &lt;em&gt;capitalism 3.0&lt;/em&gt;  yang meliberalkan pasar keuangan  internasional dengan  produk derivative, dan mulai lepasnya keterkaitan  sector financial global  dengan sector riil produsen manufaktur barang  dan jasa yang &lt;em&gt; tangible. Capitalism 3.0 &lt;/em&gt; ini akan mengalami krisis dari Asia Timur  1998 dan setelah sepuluh tahun  malah merasuk ke jantung capitalism, Wall Street.  Karena itu, Negara kembali  mengintervensi  seperti nasionalisasi General Motors  oleh Obama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Menarik untuk dicacat, system yang mendewakan otoriterisme Negara bangkrut  lebih dahulu  1989  ketika Tembok berlin runtuh dan uni Soviet  bubar.  Cina dengan  cerdik  mengubah substansi dari Ideologi Komunis  menjadi kapitalisme, konglomerasi, dan konfusianisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;Akar masalah ekonomi   &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Akar masalah ekonomi  sebetulnya sederhana.  Anda harus berproduksi dan menghasilkan  nilai tambah, barulah  anda bisa kaya , menikmati hidup, dan membelanjakan penghasilan  anda yang halal  sesuai kemampuan kantong anda. Ini berlaku untuk pribadi, keluarga  perusahaan dan Negara. Kalau orang hidu diluar kemampuan,  maka harus berutang kepada  orang lain, atau merampok orang lain dan menikmati pemerasan, penipuan atau penggelapan  harta milik orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Dewasa ini produsen barang manufaktur  konkret adalah Cina dan Asia Timur, sedangkan Eropa dan AS mengalami kemunduran dan tak bisa  bersaing.  Namun, AS punya produk  'imajiner' derivative financial yang beromzet triliunan dollar AS, mengawang di bursa sedunia tanpa menyentuh sector riil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Setelah Komunisme bangkrut dan krisis  kapitalisme, yang menang eklektisisme. Kapitalisme tetap  perlu kendali Negara, tetapi Negara tidak boleh mencekik seperti dictator proletar  yang tak mampu menyediakan  bahan pokok. Dunia juga tak bisa dilepas  tanpa pengarah  yang dalam abad ke-20  dijalankan oleh AS.  Namun, kemerosotan AS  dan kebangkitan Asia Timur  mengisyaratkan sudah waktunya  dunia dipimpin  konsorsium seperti G-20, bukan lagi di dominasi  Pax Amerikana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Di masa depan tidak bisa lagi didominasi satu kekuatan, termasuk oleh Cina atau  'khalifah islam'. Kita harus menyongsong Pax Consortis G-20.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Namun, AS juga baru lolos dari lubang jarum &lt;em&gt; politicking&lt;/em&gt; dengan kesepakatan  menaikkan utang AS antara Kongres dan Obama.  Kata kunci tetap satu  &lt;em&gt;there is no&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;em&gt;free lunch  in the world , you have to pay for your lunch. Dunia perlu arsitektur &lt;/em&gt; keuangan  dan system perimbangan kekuatan yang menghargai multipolarisme, kesetaraan antar kekuatan  yang lebih berimbang   dan bukan dominasi super power  dan  satu mata uang. Era pound sterling Inggris  selesai pada Perang Dunia ke II, era supremasi dollar AS  juga berakhir dengan krisis moneter  2008  yang bersumber  dari jantung kapitalis  Wall Street.  Kita sedang menuju era konsorsium  multipolar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;    Kebetulan sudah ada wadah G-20 untuk mengelola.  Karena itu, sayang kalau elite Indonesia hanya  hiruk pikuk disandera Nazarudin, tetapi tidak menyadari  kekuatan riil yang kita miliki  secara potensial yang justru dikagumi pengamat  global dalam  Conference Futurology baru-baru ini. Sayang kalau kita tidak asertif  dalam  mengelola sumber daya alam  dan perekonomian sector riil yang menjadi kunci keberhasilan Cina  dan rahasia kebangkrutan  AS karena tak sinkronnya sector financial dan sector riil  di AS  serta penyakit klasik ; besar pasak daripada tiang.(CW adalah CEO Global Nexus Institute).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3323339984200008273?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3323339984200008273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/dua-tulisam-ketagihan-utang-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3323339984200008273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3323339984200008273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/09/dua-tulisam-ketagihan-utang-yang.html' title='Dua Tulisam; “Ketagihan Utang Yang Akut”dan “Akar Krisis Utang AS”'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-681808542004779637</id><published>2011-08-06T15:34:00.003+07:00</published><updated>2011-08-06T15:59:31.778+07:00</updated><title type='text'>Sambutan Wakil Keluarga dalam Resepsi Pernikahan ananda Shila Tania dengan Dipo Prakoso.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OTnM57tLLws/Tj0CJt8jICI/AAAAAAAAAJs/WP4zUlSmTZQ/s1600/shilla+%2526+dipo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://3.bp.blogspot.com/-OTnM57tLLws/Tj0CJt8jICI/AAAAAAAAAJs/WP4zUlSmTZQ/s320/shilla+%2526+dipo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Kalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;Saya terkesan dengan ditunjuknya saya sebagai wakil keluarga dalam pernikahan keponakan saya Shila Tania dengan pujaan hatinya Dipo Prakoso di Aula Mesjid Al-Bakrie  di Kuningan Epicentrum Jakarta awal Juli 2011 yang baru lalu.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;Untuk tidak mengecewakan Abang Ir Dahlan Kadarisman yang Alm. Ibundanya Hajjah br Ujung sepupu ibu saya Alm.  Hajjah S.H  br Capah, saya mempersiapkan sambutan ini yang sebagian sumbernya saya lupa, tapi saya kutip sebagian besar dari &lt;/i&gt;Goegle, mohon maaf kalau&lt;i&gt; saya tidak ingat lagi sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;Saya tuliskan kembali di dalam &lt;/i&gt; muin_angkat blokspot.com  &lt;i&gt;agar menjadi referensi bagi para pembaca yang tiba2 diserahkan tanggung jawab menyampaikan sambutan di dalam suatu resepsi pernikahan apalagi tempatnya di gedung atau Aula Mesjid  yang representative, tentu menyimpan kenangan dan dalam  suasana kebatinan sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Bismillahirohmanirrohim,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Assalamu alaikum warrahmatullohi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Alhamdulillahi rabbil 'alamiin, wash shalatu was salamu 'alaa asrafil anbiyaii wal mursalin, sayidinaa wamaulana  Muhammaddin  waala alihi  wahsahbihi ajma'iin ama ba'du;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Para hadirin, hadirat , para undangan sekalian  yang kami hormati, khususnya   mempelai berdua  yang  berbahagia. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi, Allah Subhana wa taala, Allah yang maha pengasih dan penyayang, Allah yang maha pemurah dan pencurah rahmah ; dengan limpahan rahmatnya jua kita dapat berkumpul menghadiri undangan abanganda Keluarga besar bapak/ibu  Ir.Dahlan kadarisman beserta bapak dan ibu keluarga besar Bambang lesmono ,  dalam acara resepsi pernikahan putri  kami  bernama  Shila Tania, dengan pasangan hidup yang dicintainya yang bernama  Dipo Prakoso, tanpa ada suatu halangan apapun. Mudah-mudahan akad nikah yang baru saja dilaksanakan pagi hari tadi mendapatkan berkah dari Allah subhanawataala.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Kita ucapkan salawat dan salam atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallahu alaihiwassalam, para sahabat dan kerabat, para aulia yang membimbing dan memberi  contoh tauladan dan akhlakulkharimah. Para hadirin-hadirat  undangan  yang kami hormati, kami sekeluarga menyampaikan terimakasih  yang tak terhingga dan  penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran bapak/ibu hadirin  pada malam yang berbahagia ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Rasanya tiada kata yang sempurna yang bisa untuk mengungkapkan perasaan kami sebagai orang tua pada saat yang indah ini, kecuali merasa bangga karena telah sampai pada  penghujung  pelaksanaan tanggung jawab menghantarkan putra putri  kami sampai kegerbang kehidupan baru, untuk mewariskan tradisi melanjutkan keturunan  dari generasi ke generasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Ananda berdua, pertama, sungguh kami sangat terharu mendengar ungkapan hati dalam izab Kabul pernikahan tadi, yang menunjukkan sikap matang dan dewasa. Kedua, kami merasa bahagia karena ananda telah menentukan pilihan  membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah. Ketahuilah bahwa ada 5 faktor sumber kebahagiaan keluarga yaitu 1) Ber- iman dan bertaqwa, 2) setia dan santun  antara suami istri, 3) dikaruniai  putra/putri yang salih dan shalihah, 4)berbakti pada orang tua, 5) mendapatkan rezeki yang halal. Selama kita komit terhadap 5 faktor di atas, maka InsyaAllah pertolongan Allah akan selalu menaungi keluarga kita, amin. Oleh sebab itu, seluruh keluarga dengan ini memberikan restu  dan memanjatkan doa agar ananda berdua mendapatkan berkah dan inayah dari Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Senada dengan itu kami sekeluarga juga memohon doa restu bapak/ibu para undangan yang kami muliakan berkenan memberikan restu kepada kedua  mempelai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Ananda berdua, seperti juga semua kita, akan dan telah  membentuk keluarga yang saling menyinta dengan tulus ikhlas antara suami istri. Cinta dan kasih sayang yang yang lembut, rela berkorban dan saling melindungi, saling membutuhkan  disebut sebagai keluarga&lt;i&gt; mawaddah&lt;/i&gt;. Sebab dengan saling kasih mengasihi, sayang menyayangi, saling hormat menghormati, akan membangkitkan suasana kekeluargaan  yang tenang mencapai keluarga yang&lt;i&gt; sakinah&lt;/i&gt; ; suatu keluarga tempat suka dan duka dalam menempuh kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Mawaddah dan sakinah akan mencurahkan&lt;i&gt; rahmah&lt;/i&gt;, menebar kasih sayang dan kedamaian kepada sekeliling. Itulah tujuan pernikahan yang hakiki. Sungguh mulia tujuan pernikahan ini, berpeganglah teguh ananda, agar tujuan pernikahan  tetap terjaga hingga akhir hayat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Ananda berdua, Cintailah istri atau suami, hormati lah dia, jaga kehormatannya, berikanlah dia ketenangan dan kedamaian dalam rumahtanggamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Marilah kita memanjatkan doa kepada kedua mempelai , &lt;i&gt;Barakallahu laka –wa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;baraka'alaika wajama'a baina huma fi khoiriin. Amin ya rabbalalamin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;Demikianlah kata sambutan ini, mohon maaf sebesar-besarnya  bila terdapat kesalahan /kekhilafan  kami khususnya di dalam penerimaan dan pelayanan pelaksanaan resepsi pernikahan ini. "Bila ada jarum yang patah, jangan disimpan di dalam laci, Bila ada kata yang salah, jangan disimpan di dalam hati";  &lt;i&gt;Alhaqqu mir robbi kaa, wabillahi taufiq wal hidayah,  wassalamualaikum warrahmatullahu wabarakatuh.(a.m.a)&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-681808542004779637?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/681808542004779637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/08/sambutan-wakil-keluarga-dalam-resepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/681808542004779637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/681808542004779637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/08/sambutan-wakil-keluarga-dalam-resepsi.html' title='Sambutan Wakil Keluarga dalam Resepsi Pernikahan ananda Shila Tania dengan Dipo Prakoso.'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OTnM57tLLws/Tj0CJt8jICI/AAAAAAAAAJs/WP4zUlSmTZQ/s72-c/shilla+%2526+dipo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-544217465383951913</id><published>2011-08-06T14:38:00.001+07:00</published><updated>2011-08-06T14:38:27.553+07:00</updated><title type='text'>Titik Balik Demokrat ?</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Kalam;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan PPATK mencurigai adanya 109 transaksi  di 13 Bank dengan nilai tertinggi 187 milyar rupiah. Data itu menggelinding demikian cepat khususnya dalam kasus suap Sekretaris kementerian Pemuda yang melibatkan banyak kader Partai democrat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;    Bukankah keterlibatan kader-kader Partai Demokrat telah menyeret Andi Malarangeng. Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan Ketua umumnya sendiri Anas Urbanimgrum? Tentu, korupsi model ini tidak hanya ditafsirkan sebagai korupsi individual akan tetapi telah mengarah kepada korupsi berjamaah yang selama era reformasi ini sudah menjadi trend untuk berame-rame merampok uang rakyat. Seandainya benar bahwa kucuran dana  sebesar 180 milyar yang diakui Nazarudin digelontorkan untuk memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketum, dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung, maka pesta demokrasi itu merupakan bukti terjadinya pembelian suara, dan pelanggaran norma dan etika ber organisasi. Dapatlah dikategorikan terpilihnya Anas, adalah karena rekayasa, atau karena kucuran dana hasil komisi RAPBN,  yg dibocorkan  seorang mantan Bendahara umum Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;  Tersangka, Nazarudin,  yang mengirim uang dollar sebanyak empat mobil mewah  dan satu mobil Box ke salah satu Hotel di Bandung,  menurut Nazar uang itu di bagi-bagi ke peserta Kongres, dan pembagiannya dapat dilihat di cc Tvi Hotel Aston Bandung. Pengakuan supir, atau pengawal mobil-mobil tersebut dinyatakan  secara terbuka lewat MetroTV. (juli 2014). &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;    Partai Demokrat yang juga merupakan partai pemerintah (the ruling party) ternyata tidak berjalan sendiri. Partai PDIP yang terkenal dengan jargon 'wong cilik' pembela masyarakat marginal,ternyata juga terjerat kasus cek pelawat yang melibatkan 16 kadernya masuk bui. Dan, sekurang-kurangnya 10 kader Partai Golkar pun ikut cawe-cawe merasakan dinginnya Lapas di Salemba. Berkaitan dengan keterlibatan perusahaan Aburizal Bakrie dalam kasus mafia pajak Gayus Tambunan, maka lengkaplah sudah bahwa urat nadi korupsi di Tanah air bukan saja dilakoni oleh para eksekutif penegak hukumdan pejabat Negara, tapi sudah menyebar keseluruh pembuluh darah para legislator yang seyogianya mengawasi pelaksanaan pembangunan; tapi juga berperan ganda meng-alokasikan anggaran belanja Negara ke seluruh kementerian Negara. Barangkali peran Panitia Anggaran DPR yang ditengarai sebagai pusat manipulasi anggaran perlu di verifikasi secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Salah seorang Menteri di zaman Orde Baru Prof.Dr Sumitro JoyoHadikusumo, telah memprediksi bahwa kebocoran dana pembangunan sudah sampai pada angka 30% hilang di korupsi oleh pejabat Negara. Apakah tidak salah kalau di era reformasi ini kita memprediksi telah terjadi   peningkatan penilepan  sampai 40% dari RAPBN yang berjumlah 13oo triliun? Kalau KPK berani mengungkap lebih jauh mafia anggaran yang sudah bercokol lama di Panitia anggaran DPR, maka dengan mengusap dada kita akan mengatakan, astaga,  bahwa ternyata Lembaga DPR yang terhormat tidak lebih daripada bungker tempat persembunyian koruptor anggaran yang dikomandoi oleh Parpol. Benarkah Parpol merupakan kartel penjarah uang Negara untuk kepentingan kekuasaan?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Tulisan "Titik Balik Demokrat" yang merupakan lembar Opini di Kompas tanggal 7/juli/2011 yang ditulis Hanta Yuda AR, saya masukkan di dalam muin_angkat blogspot.com. selamat membaca.(a.m.a) &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt; &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Kepercayaan  public  yang  kian  luntur   terhadap  Partai  Demokrat tercermin  dari hasil jajak pendapat  Kompas Senin, (4/7).  Menurut  jajak  pendapat itu, hanya  tersisa  35,6 persen pemilih  Partai democrat dalam Pemilu  2009  yang akan tetap kembali memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;     Pasalnya, public kian tak yakin Partai democrat  dapat mendorong  upaya pemberantasan korupsi  dan mewujudkan pemerintahan  yang bersih setelah mencuatnya kasus  mantan Bendahara Umum  Partai Demokrat  Muhammad Nazaruddin  dan Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Andi Nurpati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Padahal, sebelumnya partai yang kelahirannya dibidani Susilo Bambang Yudoyono ini - - belum genap berusia delapan  tahun - - berhasil meraih kemenangan spektakuler dalam pemilu legeslatif  2009 dengan memperoleh 20,8 % suara dan  148 kursi DPR sekaligus meraih prestasi gemilang  memenangi pemilihan Presiden  dalam satu putaran. Saat itulah puncak keemasan perjalanan Partai democrat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Namun, belum genap pula usia 10 tahun, partai yang dideklerasikan  pada 9 september 2001  itu mulai pula memperlihatkan tanda-tanda titik balik sejarahnya. Gejala ini memunculkan  pertanyaan reflektif  apa saja kekuatan utama  Partai Demokrat  pada 2009, lalu napa pula tanda-tanda melemahnya kekuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kekuatan 2009 &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Paling tidak ada empat penyangga kekuatan eletabilitas Partai democrat yang berhasil mengantarkannya  sebagai pemenang  Pemilu 2009. Pertama, kekuatan figure sentral  Partai democrat, Susilo bambang yudoyono. Meskipun persentase dukungan terhadap Yudoyono  jauh lebih tinggi  dari perolehan dukungan terhadap Partai Demokrat, elektabilitas  keduanya berkorelasi positip. Artinya, dukungan terhadap Yudoyono  berpengaruh pada Partai Democrat. Karena itu,kekuatan figure Yudoyono  merupakan  salah satu  kunci  kemenangan Partai democrat pada  2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Kedua, kekuatan kinerja pemerintah. Partai Demokrat berhasil mengklaim program-program populis dan keberhasilan pemerintah - - seperti bantuan langsung tunai, bantuan operasional sekolah, dan PNPM  mandiri - -  menjadi prestasinya. Meski  Ketua Umum Partai Golkar jusuf Kalla juga berperan penting. Klaim keberhasilan itu berhaqsil dicitrakan sepenuhnya   sebagai kesuksesan Partai Demokrat.  Karena itu, kepuasan public terhadap kepuasan kinerja pemerintah juga jadi factor penting  kemenangan Partai Demokrat  pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Ketiga, kekuatan partai Demokrat  sebagai partai yang positif citranya  dalam  persepsi  berdasarkan survai-survai   menjelang Pemilu 2009. Partai Demokrat  dianggap sebagai  partai yang paling bersih   dari korupsi. Citra  bersih dan anti korupsi ini  juga  mendukung kemenangan  Partai Demokrat pada pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Keempat, kekuatan soliditas internal. Kalaupun ada faksionalisme di Partai Demokrat, tentu tak sekuat  di Partai Golkar karena adanya kekuatan  figure Yudhoyono sebagai figure pemersatu  partai. Faktor soliditas  dan keberhasilan mengelola faksionalisme ini juga jadi factor pendukung kemenangan Partai Demokrat pada  Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Keempat factor inilah yang menjadi penyangga utama kekuatan Partai democrat  pada 2009. Lalu, bagaimana kondisinya hari-hari  ini? Apakah keempat modalitas itu masih kukuh dan dapat diandalkan pada 2014?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Titik kritis 2014 &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Tanda-tanda Partai Demokrat mulai mengalami titik kritis terindikasi mulai melemahnya empat penyangga kekuatan  elektoralnya selama ini. Pertama, kekuatan figure dan charisma Yudhoyono&lt;strong&gt; mulai mengalami titik balik. &lt;/strong&gt;Yudhoyono yang tidak dapat dicalonkan lagi dalam pemilu 2014 akan berpengaruh terhadap Partai Demokrat, apalagi jika tingkat kepuasan dan kepercayaan public terhadap presiden Yudhoyono  semakin menurun. Artinya, figure Yudhoyono tak dapt lagi diandalkan  sebagai jualan utama Partai democrat pada 2014.  Kalaupun masih, daya tariknya tak sekuat pada 2009. Hal ini menjadi titik kritis  bagi Partai Demokrat 2014  mengingat Partai Demokrat  sejak awal mengalami personalisasi dan menjadikan figure sebagai  jualan utama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Kedua, kepuasan public  terhadap kinerja pemerintah  semakin menurun.&lt;strong&gt; Indikasi&lt;/strong&gt; itu  terlihat dari tren penurunan dalam hasil jajak pendapat dan survey  belakangan ini.  Pemerintah dinilai gagal menuntaskan kasus-kasus besar, seperti kasus Bank century, mafia perpajakan, rekening gendut  pejabat kepolisian, dan yang paling anyar adalah  kasus Nazarudin. Jika tak ada prestasi luar biasa dan kepuasan public terhadap kinerja pemerintah terus menurun, hal itu  akan menjadi khabar buruk  bagi Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Ketiga, citra Partai democrat sebagai partai bersih dan anti korupsi semakin memudar, terutama  setelah mencuatnya  kasus Nazarudin dan Andi Nurpati. Senelumnya beberapa kasus  juga menyerempet nama-nama petinggi Partai Demokrat di pusat dan di daerah. Sinyalemen itu  setidaknya terbaca dari jajak pendapat Kompas  pada 4 juli, bahwa 71,5 % menganggap  citra Partai democrat buruk.  Memburuknya citra Partai Demokrat  menjadi  titik kritis  dalam menghadapi Pemilu 2014.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Keempat, soliditas Partai Demokrat  semakin melemah  akibat menguatnya pertarungan faksi-faksi  internal yang di picu kasus Nazarudin. Bahkan belakangan mulai  muncul issue Kongres luar biasa. Para elite dalam faksi  cenderung  saling melemahkan . Seandainya gagal mengelola faksionalisme itu, terncamlah Partai Demokrat  pada Pemilu 2014.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Keempat hal inilah titik kritis partai democrat  pada 2014 yang dapat diprediksi  sejak awal. Tahun lalu, bertepatan dengan Kongres partai  ini  di Bandung, saya menulis di harian ini tentang  "Problem Gigantisme Demokrat" (21/5/2010). Partai Demokrat mengidap politik "Gigantisme", suatu kondisi dimana postur electoral meraksasa dalam rentang usia relative pendek, sementara postur kelembagaan  tak sanggup mengimbangi, menyebabkan beberapa risiko komplikasi politik, diantaranya  problem ketergantungan pada figure Yudhoyono  dan ancaman faksionalisme.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Posisi Yudhoyono  sebagai 'bapak' bagi aemua 'kelompok' dan faksi politik di dalam Partai Demokrat menyebabkan elite partai democrat tak terbiasa  menyelesaikan persoalan internal secara mandiri dan terlembaga. Dampaknya, sumber konflik itu tak pernah tuntas. Kondisi inilah yang akan menjadi bom waktu bagi Partai Demokrat  ketuka kekuasaan  dan kharisme Yudhoyono  memudar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;span style='font-size:12pt'&gt;    Akhirnya  semua berpulang kepada Yudhoyono  dan elite Partai Demokrat.Sejauh mana kesungguhan dalam  mengurangi ketergantungan pada figure Yudhoyono sembari menyiapkan  calon Presiden 2014 ; sukses menuntaskan kasus besar untuk meningkatkan kepercayaan public; serius membersihkan citra partai;  dan berhasil mengelola faksionalisme.  Jika keempat itu gagal, hampir dapat dipastikan Demokrat  akan mengalami titik balik sejarahnya&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;.        &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-544217465383951913?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/544217465383951913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/08/titik-balik-demokrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/544217465383951913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/544217465383951913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/08/titik-balik-demokrat.html' title='Titik Balik Demokrat ?'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-8802819463542864342</id><published>2011-07-06T12:25:00.005+07:00</published><updated>2011-07-06T12:36:51.825+07:00</updated><title type='text'>FILSUF  HERBERT  MARCUSE  (1898-1979) “MASYARAKAT  SATU  DIMENSI”</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YNTxpoq4BxQ/ThPyPG9bBVI/AAAAAAAAAJo/WC8kRdYRiMI/s1600/herbert-marcuse.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://1.bp.blogspot.com/-YNTxpoq4BxQ/ThPyPG9bBVI/AAAAAAAAAJo/WC8kRdYRiMI/s320/herbert-marcuse.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;Kalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pada awal medio maret 1997, sahabat Alm. Ricardo Iwan Yatim menulis di dalam Prakalam(sebuah Apologia) tentang ketertarikannya  tentang Marcuse  dan Habermas dari Mazhab Frankfurt. Itu, merupakan daftar minat selang beberapa tahun silam (1974-1978) ketika almarhum masih kuliah di Fakultas Filsafat Universitas Gadjahmada. Alasan kedua adalah ketika menyimak buku suntingan Peter Beilharz, Sozial Theory: A Guide to Central Thinkers (1992), dan ketika beliau mengikuti kuliah-kuliah di Program  Studi Ilmu  Filsafat, Program Pascasarjana (S2) Universitas Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Selanjutnya, beliau menulis, "gagasan naskah buku  Menggugat Ideologi Abad XX; Kritik atas Pembangunan manusia" Penerbit Yayasan bentang budaya diilhami oleh perkuliahan yang menarik dari mata kuliah 'Teori-Teori ilmu sosial' yang dajarkan oleh DR Thamrin Amal Tomagola, dan F.X Mudji sutrisno (Kritik Ideologi)".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Apabila anda ikut membaca tulisan ini seperti yang di muat di Blog saya muin_angkat blogspot .com,  maka ini hanyalah sebagai suatu cara mengenang almarhum RIY, sebagai salah satu  sahabatnya (diantara yang lain,  faisal haq dan djoko pitoyo) yang suka diskusi, dan  produktif  penuh dengan ide-ide kreatif semasa berteman sebagai mahasiswa filsafat. "Monograf untuk meracik kelima filsuf Lukacs, Gramsci, Marcuse, Althusser, dan Habermas, tidak berpretensi untuk mempertautkan benang merah untuk suatu 'sintesis ilmiah' atau menghasilkan 'rumusan baru', " tulis RIY.  (a.m.a.)       &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tatkala ditanya komentarnya mengenai Herbert Marcuse, dengan garang SidneyHook   mengatakan , 'marcuse  adalah keledai!  Dia seorang filsuf yang patut dikasihani.' Pendapat Wilard van Orman Quine masih bermurah hati meski mau membikin perhitungan terhadap  Marcuse : "Saya menantangnya! Tidak turutkah anda?" Pada tahun 1969 sebuah surat kabar local  yang merupakan kelompok penekan (&lt;i&gt;pressure  group)&lt;/i&gt; politik di Sandiego, Amerika Serikat, memaksa Marcuse mengundurkan diri  dari kegiatan akademik.  Kala  itu Ia banyak mendapat sorotan. Ia bahkan menerima  ancaman akan dibunuh! Menyadari hal itu Marcuse berujar, " Jika ada orang yang betul-betul percaya  bahwa pikiran saya bisa membahayakan  masyarakat , ia dan masyarakat  sungguh-sungguh dalam keadaan sakit."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai salah seorang inspirator gerakan 'kiri baru'  (&lt;i&gt;the new left),&lt;/i&gt;&lt;b&gt;1)&lt;/b&gt; doktrin Marcuse  tentang system politik  dan system social dinilai lebih radikal daripada kaum komunis ortodoks. Keradikalan ini rupa-rupanya menjadikan namanya termasyhur  dikalangan sangat luas  antara era-1960-an  dan 1970-an. Para pengagumnya malah menjulukinya  'sang nabi'. Nabi yang menjadi 'inspirator revolusi mahasiswa tahun 1968', nabi bagi kaum hippy dan  'generasi bunga' (&lt;i&gt;flower generation),&lt;/i&gt; nabi yang menyuarakan pendapat mereka, dan nabi yang mencanangkan gejala yang  melanda  serta mengancam dunia  dan umat manusia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buah pikirannya ternyata melekat  dan telah mendarah daging bagi  kelompok-kelompok  mahasiswa militan. Gagasannya menjadi  salah satu pangkal kerusuhan mahasiswa di Amerika Serikat  dan Eropa Barat - - terutama  dalam gerakan mahasiswa di Perancis yang dikenal dengan sebutan  '&lt;i&gt;mouvement du 22 Mars'.&lt;/i&gt;  "Revolusi mahasiswa akan mengantar kita pada suatu pola baru," kata Maecuse suatu ketika. Namun sewaktu para mahasiswa menuntut diberi rumujsan-rumusan praxis, sang nabi menolak.  "tugas filsuf dan filsafat bukan menyumbangkan suatu rencana aksi - - melainkan suatu tinjauan kritis dan analitis," ujar Marcuse  memaparkan alasan, "Saya  selalu  menolak ide  dungu sebagai "bapak kiri baru."Generasi ini tidak membutuhkan  seorang bapak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Herbert Marcuse  lahir di Berlin, 19 juli 1898, dan berasal dari keluarga menengah atas keturunan Yahudi. Ia belajar filsafat dan susastera di Universitas Berlin dan Universitas Freiburg. Sempat mengambil bagian dalam kesatuan militer Jerman pada Perang Dunia I, seusai perang  ia menjadi anggota partai  Sosial-Demokrat, yang kemudian ditinggalkannya pada tahun 1919.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tahun 1923 ia meraih gelar Doktor di Universitas Freiburg  dengan disertasi mengenai susastra. Setelah berapa lama bertualang  di bidang penjualan dan penerbitan buku, pada tahun 1929 Marcus kembali ke Freiburg dan melanjutkan studi filsafat  pada Edmund  Husserl dan Marti Heidegger. Seperti Jean Paul Sartre, Marcuse menjadi seorang asisten Heidegger. Dibawah bimbingan Heidegger, pada tahun 1932 ia menyelesaikan   "&lt;i&gt;habilitationsschrift"&lt;/i&gt; &lt;b&gt;2) &lt;/b&gt;berjudul  &lt;i&gt;Hegels Ontologie und die&lt;/i&gt;&lt;i&gt; grundlegung einer  Theorie der Geschichlichkeit.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengaruh Husserl, lebih-lebih Heidegger sangat menentukan masa depan pemikiran Marcuse. Namun, karena ia dianggap terlampau kekiri-kirian dan memiliki simpati yang berlebihan kepada Marxisme, hubungannya dengan  Heidegger  menjadi renggang pada  pada masa akhir studinya. Sejak tahun 1940 Marcuse sebetulnya  tidak tercacat lagi sebagai anggota  Mazhab (sekolah) Frankfurt.&lt;b&gt;3)&lt;/b&gt;,  Namun, bagaimanapun, peran dan pengaruh Marcuse  sangat berharga pada  kelompok itu. Mula-mula  ia menjadi anggota peneliti Lembaga ini pada  cabangnya di Jenewa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tahun 1934, bersama anggota Mazhab Frankfurt lainnya, ia pindah ke Amerika serikat   dan untuk beberapa saat bergabung  dengan sekelompok imigran Jerman yang radikal. Ia lalu mengubah kewarganegaraannya  menjadi warga Negara Amerika serikat tahun 1940. Dan selama PD II  ia bekerja untuk pemerintah pada Office of Strategic Service dan State  Department di Washington DC. Seusai perang, Marcuse diangkat  sebagai kepala seksi Eropa Timur pada Office of Intelligence Research yang menyediakan laporan buat agen-agen rahasia, seperti Badan Intelijen AS (CIA). Pada tahun 1951, disamping memberikan serangkaian kuliah, ia diangkat  menjadi staf  ahli  Russian  Instutute  di Universitas Columbia. Setahun kemudian ia pindah  ke Universitas  Harvard  untuk melakukan pekerjaan yang sama di  Russian Research Centre.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atas undangan Abraham Sachar, Rector Universitas Brandeis, di Waltham, Massachusetts, pada tahun 1953 dibenum menjadi  guru besar politik dan filsafat. Masih tercatat sebagai dosen  di Brandeis, ia diangkat sebagai direktur urusan studi pada Ecole Pratique des hautes  Etudes  di Paris, Perancis, untuk beberapa waktu lamanya.  Dua belas tahun di Brandeis, setelah mengalami sejumlah percekcokan dengan Sachar, Marcuse pindah ke San Diego  untuk memenuhi undangan Universitas California (UCLA).  Ia mengajar di kampus  San Diego sampai dipaksa meninggalkan kursi professor  pada tahun 1970 oleh sekelompok penekan politik di kota itu. Walaupun selalu mendapat ancaman demi ancaman pistol, ia terus menetap di San diego. Hingga akhirnya, pada 29 juli 1979, 10 hari setelah merayakan usia ke-81, filsuf yang disebut-sebut sebagai 'nabi abad ke-20' mangkat ditanah tumpah darahnya. Di kota Strenberg, Jerman, Marcuse mengembuskan nafas terakhir  ketika sedang memenuhi  undangan Jurgen Habermas,  bekas - anggota Mazhab Frankfurt, yang waktu itu menjabat  direktur Max Planck Institut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; *************&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diantara anggota Mazhab Frankfurt, Marcuse dinilai sebagai  seorang teoritisi yang paling kuat, apalagi karena corak filsafatnya  lebih sistimatis. Disamping tidak pernah terlibat dalam penelitian empiris, Marcuse - - berbeda dengan Max Horkheimer dan Theodor  W. Adorno - - cukup banyak dipengaruhi oleh fenomenologi  dan filsafat  eksistensi. Mazhab Frankfurt mau mengupayakan suatu penafsiran kembali  atau mau memberikan interpretasi baru  terhadap ajaran-ajaran Marx. Hal ini dapat dimengerti  karena kala itu ajaran Marx  telah banyak diselewengkan  para politikus, lebih-lebih sesudah  revolusi Bolsheviki (Revolusi Oktober 1917) di Rusia, yaitu sebuah revolusi yang  sangat menentukan sejarah Marxisme internasional - - tetapi juga penuh  pertumpahan darah. Menyadari hal ini, Horkheimer  dan kawan-kawan berkeyakinan bahwa untuk mengahadapi persoalan masyarakat, para cendikiawan harus turun tangan dan sekaligus memberikan teori-teori ilmiah  sebagai sumbangan pemikiran yang konkret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ajaran Marx yang melatarbelakangi revolusi bolsheviki harus dilacak kembali dan  dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan teoritis. Pemikiran Marx juga harus ditempatkan  dalam  rangka humanitas  kemanusiaan -  seperti pada "Naskah-Naskah Prancis"  era Marx  muda. Tidak aneh kalau kelompok ini disebut sebagai kaum neo-Marxis. Apalagi, menurut Mazhab Frankfurt, Marx masih bermanfaat  untuk memberikan analisis pada perkembangan masyarakat.  Profesor Carl Grunberg, direktur pertama Mazhab ini sempat mengatakan  bahwa  "metode yang diajarkan sebagai petunjuk memecahkan persoalan-persoalan kita adalah metode Marxis."  Sedangkan Hork heimer pengganti  Grunberg, menambahkan bahwa  "doktrin Marx dan Engels masih sangat diperlukan untuk memahami dinamika masyarakat… "Sehubungan dengan analisis perkembangan masyarakat, pada akhirnya  diperkenalkan filsafat  yang disebut  "Teori kritis Masyarakat" (Eine Kritische Theorie der Gesellschaft) atau  Teori kritis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Teori ini dilatarbelakangi  ajaran-ajaran  George W, Hegel, Marx  dan Sigmund Freud. Teori ini tidak netral,  berpikir secara historis, memiliki kesatuan berpikir  antara teori dan praxis, dan akhirnya bersifat pembebasan atau emansipatoris &lt;b&gt;4)&lt;/b&gt;. Hegel tercatat sebagai pemikir pertama yang mempengaruhi lahirnya Teori kritis karena memberikan inspirasi konsep  "dialektika"  yang sangat penting - - terutama  juga karena ada hubungan  jelas  antara filsafat Hegel dan  Marx.  Minat terhadap psikoanalisis Freud  banyak membantu dalam usaha meneliti persoalan-persoalan social.  Sekurang-kurang nya psikoanalisis Freud dapat membantu dan sekaligus  "menyelamatkan"  pemikiran revolusioner Marx yang dianggap sebagai metode  yang paling tepat dalam rangka menyelidiki masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Studi kritis terhadap  ketiga filsuf ini - - Hegel, Marx, dan freud - - banyak dikerjakan Marcuse. Dua buku Marcuse, &lt;i&gt;Reason and Revolution&lt;/i&gt;&lt;i&gt; (1941) dan Eros and civilization (1955), &lt;/i&gt;kerap disebut sebagai karya-karya resmi Mazhab Frankfurt. Buku Reason and Revolution  mencerminkan pernyataan pikiran kelompok ini atas masa peralihan konsep  Hegel ke  Marx. Marcuse dalam buku itu mengatakan bahwa  Hegel telah membawa  filsafat pada ambang pintu negasi antara bentuk lama dan bentuk baru dalam teori kritis, antara filsafat  dan Teori social.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan usaha Marcuse mempelajari Freud, terutama percobaan untuk  memasukkan psikoanalisis kedalam ajaran Marx, menghasilkan buku &lt;i&gt;Eros and&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Civilization. &lt;/i&gt;Proyek ini merupakan suatu gagasan  yang paling ambisius dan baru sama sekali, yaitu suatu usaha menyintesiskan  teori Freud dengan ajaran marx; membaca Marx  lewat Freudian, dan sebaliknya membaca Freud  melalui kacamata Marxian.  Gagasan "Freud- Marxian ini mula-mula mendapat  banyak kecaman.Ada yang menuduh  Horkheimer dan kawan-kawan sudah merongrong ortodoksi marxime, ada yang menuding upaya ini sebagai suatu 'eklektisisme' belaka, bahkan ada pula  yang menganggap usaha tersebut sebagai suatu pekerjaan yang tolol dan dungu. Kendati, bagi Mazhab Frankfurt, penafsiran psikoanalisis Freud  sangat dibutuhkan dalam menghadapi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Marcuse menunjukkan bahwa pada psikoanalisis Freud terdapat dua aspek yang sebetulnya berbeda. Di satu pihak  ajarannya bersifat psikologis,  sedangkan di pihak lain bersifat sosiologis, yakni sejarah individu, sejarah manusia dan kebudayaannya.  Kedua hal ini tidak boleh dipertentangkan, tetapi harus saling mempengaruhi. Psikologi harus menempatkan individu  sebagai mahluk yang ditentukan oleh kebudayaan dalam kenyataan social, sedangkan sosiologi menempatkan struktur masyarakat dalam kenyataan psikologis. Itu sebabnya Marcuse  menilai bahwa kepapaan kaum tertindas (buruh) yang menjadi pokok soal Marx berbeda dengan kelimpahan bagi suatu masyarakat industry modern  yang harus diberi penafsiran melalui ajaran Freud.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ramalan Marx  tentang revolusi kaum proletar  ternyata tidak pernah berlangsung.  Kapitalisme liberal yang  berpedoman kepada system pasar dan persaingan bebas terbukti kemudian  hancur dan diganti dengan  kapitalisme monopoli  yang ditentukan oleh campur tangan Negara. Marx mau memberikan suatu pemisahan antara masyarakat kapitalis dan Negara. " Kalau masyarakat komunis terwujud, Negara akan lenyap," katanya. Disitu kekeliruan Marx.  Padahal dalam perkembangannya (sampai hari ini) Negara  dan masyarakat  (kapitalis)  merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Negara adalah produk suatu masyarakat;  dan sebaliknya, masyarakat merupakan produk dari Negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marx mengemukakan bahwa kesadaran manusia dalam berbagai bidang kehidupan selalu ditentukan oleh  keadaan  materi ekonomis, meskipun ia tidak memberikan suatu alas an mengapa  kenyataan social ini bisa menentukan kesadaran itu. Karena itu, menurut Marcuse dan kawan-kawan, Marxisme membutuhkan teori psikoanalisis (Freud) supaya bisa mempertajam kritik ideology Marx. Peranan ini diberikan kepada psikoanalisis karena pandangan marxisme dalam rangka sejarah dan analisis psikologis belum cukup. Tanpa Freud, analisis murni Marxisme tentang dunia tidak mendalam, disamping tidak cukup radikal  agar dapat memahami revolusi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marcuse menetapkan Marxisme pada komponen psikis melalui Freud, dan menetapkan Freud pada dimensi sejarah lewat Marx. Ia mendemonstrasikan kemumgkinan – kemungkinan pembebasan  psikis pada Freud sebagai  dasar untuk menggali kemungkinan-kemungkinan revolusioner Marx; dan pada saat yang sama, ia juga memanfaatkan kepastian Marx  tentang upaya menaklukkan alam  sebagai dasar untuk membuka kemungkinan-kemungkinan sejarah bagi pemecahan abadi yang  ditemukan Freud antara  'ego'  dan 'id.'&lt;b&gt;5) &lt;/b&gt;Realitas sejarah dan konsep Freud yang sulit dipahami itu merupakan titik tolak Marcuse - - maksudnya, sebagaimana dikemukakan di atas, untuk 'menyelamatkan' pemikiran  Marx  dalam rangka memahami  masyarakat modern yang berkelimpahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marcuse melancarkan kritik tatkala masyarakat industry modern ditandai oleh perkembangan teknologi yang amat mengagumkan , yaitu suatu gejala yang dianggap sebagai ukuran  dari segala  kemajuan. Marcuse menyebutnya justru sebagai suatu krisis  yang menunjukkan kemerosotan masyarakat.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi telah memberikan fungsi dari keberuntungan pada masyarakat. Perbaikan hidup, jaminan kesehatan, kemudahan-kemudahan,semuanya telah diperoleh. Pokok persoalan masyarakat modern ini adalah kelimpahan  (&lt;i&gt;affluent).&lt;/i&gt; Zaman sudah mencapai titik perkembangan dimana produktivitas  kerja demikian besar, sehingga manusia sanggup melakukan apa saja demi memenuhi keinginannya dan kebutuhannya. Ini adalah suatu 'ketimpangan.' Alasannya, mitivasi ekonomi dan  perubahan social - - atas dasar  pemikiran revolusioner - -  yang ditawarkan  Karl Marx (1818-1881) tidak bisa digunakan kaum pekerja (buruh) telah 'larut' dalam system yang ada. Naluri-nalurinya  sudahdibentuk dan dipengaruhi, sehingga keinginan, kebutuhan dan minat mereka menjadi konformistis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenyataan ini, kata "sang nabi" tak sehat. Masyarakat modern adalah  masyarakat  yang sakit, sebuah  masyarakat  yang hanya berpikir dan bertindak dalam satu dimensi (one dimension), yaitu satu masyarakat yang seluruh aspek kehidupannya diarahkan  pada satu tujuan belaka. Masyarakat semacam  ini bersifat represif  dan totaliter. Kendati memperoleh banyak kemudahan, manusia tetap ter-alienasi - - sebagaimana dikemukakan Marx  pada abad ke-19. Manusia telah direpresi oleh masyarakat secara keseluruhan; mereka terbius menjadi 'manusia satu dimensi', sementara kebebasan sebagai individu sudah terikat. Dan yang paling mengerikan dan menyedihkan, kekuasaan teknologi ternyata telah membuat manusia kehilangan kesadaran kritisnya. Ini semua dituturkan  Marcuse lewat buku best seller - - yang kerap disebut  sebagai 'kitab suci' kelompok  &lt;i&gt;the new left&lt;/i&gt; - - berjudul  &lt;i&gt;One Dimensional Man&lt;/i&gt; (1964).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, bagaimana ciri masyarakat industry  atau teknologi modern ini? Menurut Marcuse, ada tiga cirri khas utama. Pertama, masyarakat berada dibawah kekuasaan  prinsip teknologi, yaitu suatu prinsip yang segala tekanannya  dikerahkan untuk memperlancar, memperluas dan memperbesar produksi. Kemajuan manusia disamakan dengan terciptanya perluasan teknologi. Kekuasaan teknologi sudah mencakup seluruh bidang kehidupan;  tidak hanya meliputi bidang ekonomi saja, tetapi meliputi juga bidang –bidang lain;  politik, pendidikan dan budaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, masyarakat menjadi irasional secara keseluruhan. Sebab terjadi kesatuan antara  produktivitas (penghasilan) dan destruktivitas (penghancuran). Kekuatan produksi bukan  digunakan untuk perdamaian, melainkan untuk menciptakan potensi-potensi  permusuhan  dan kehancuran, misalnya  untuk persenjataan. Semua pihak setuju  bila anggaran senjata dan pertahanan perlu  ditingkatkan. Padahal, ini tidak masuk akal. Namun, demi kelangsungan pertahanan, anggaran militer harus terus bertambah. Itu sebabnya destruktivitas adalah hukum batin produktivitas. Maka masyarakat industry modern  menampakkan sifat  "rasional dalam detail, tetapi irrasional dalam keseluruhan."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan ketiga, masyarakat berdimensi satu.  Inilah ciri yang paling fundamental. Segala segi kehidupannya diarahkan  pada satu tujuan, yakni meningkatkan  dan melangsungkan  satu system yang telah berjalan.  Manusia tidak memiliki lagi dimensi-dimensi lain;  bahkan, dengan satu tujuan itu, dimensi-dimensi lain justru disingkirkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejarah mencatat bahwa manusia  - - dalam industry modern - - memiliki kemungkinan yang objektif  agar dapat merealisasi pemuasan akan kebutuhan kebutuhannya. Tetapi yang terjadi sesungguhnya, manusia tetap saja terhalang karena adanya suasana represif. Peran dan peluang ilmu pengetahuan dan teknologi memang amat besar. Ukuran rasionalitas masyarakat adalah rasionalitas teknologi. Manusia dan masyarakat masuk ke dalam perangkap, penguasaan, dan manipulasi teknologi.  Teknologi mempu menggantikan  tenaga manusia bukan saja dalam bidang industry, tetapi juga dalam seluruh mata rantai kehidupan. Asalkan ia dapat dikuasai, digunakan, diperalat, dimanipulasi, atau ditangani, berarti ia sudah terjerat dalam system  yang mutakhir ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi yang tadinya diciptakan  sebagai alat emansipasi dari kekejaman  alam, kini malah dipakai untuk menindas atau merepresi manusia. Karena itu menurut Marcuse hal yang menonjol dalam mayarakat modern adalah 'toleransi represif,' yakni toleransi yang member kesan seolah-olah menjanjikan kebebasan yang luas, padahal maksudnya tidak lain dari menindas. Kemanusiaan, kebebasan, otonomi dan social life tidak diberi kesempatan, semuanya sudah menjadi alat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lucunya, masyarakat demikian, menurut Marcuse, lebih suka mempertahankan status quo itu; apakah system kapitalisme atau  para penganut system sosialisme/komunisme. Masyarakat modern juga tidak menunjukkan adanya penghapusan kelas  - -  sebagaimana yang dicanangkan Marx.  Bedanya,rakyat banyak (termasuk kaum buruh) mkendukung kelangsungan system tersebut dan sekaligus ikut pula dalam system yang  sudah begitu mapan. Marx mengemukakan  bahwa kaum buruh mengeluh  akibat pekerjaan yang berat dan membosankan, ditambah pula akibat upah kerja yang amat rewndah dari kaum modal, sementara Marcuse  mengatakan kini kaum buruh  tak mengeluh lagi dengan kerja kerasnya  karena pemuasan  kebutuhan terpenuhi. Kaum buruh tidak reaksuoner lagi;  mereka sudah menjadi para pembela  system kerja itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lain halnya ketika Marx mencanangkan  "pertentangan kelas" - - antara kaum proletar  dan kaum borjuasi. Kaum proletar menjadi tertindas  akibat turutnya kaum borjuasi  dalam kekuasaan, yang memaksa agar produktivitas terus ditingkatkan. Akhirnya kaum proletar  Cuma punya satu pilihan; hidup  dan revolusi ! Ini berbeda dalam abad ke-20. Kini telah terjadi  suatu masyarakat yang berkelimpahan, "&lt;i&gt;the affluent society&lt;/i&gt;,"  di mana semua kebutuhan manusia terpenuhi. Meski kaum buruh tidak merasa dirinya diperbudak lagi,  masih ada penindasan dalam bentuk berbeda. Energi fisik yang dibutuhkan untuk bekerja memang semakin berkurang, tetapi mirama kerja yang rutin, monoton, terkungkung, dalam bidang masing-masing, menimbulkan ketegangan-ketegangan psikis. Keadaan buruh atau budak  menjadi terselubung.  Ia  tidak lagi ditentukan oleh taanya kepada pemilik modal. Keberadaannya diukur melulu sebagai alat - -pemerosotan martabat  manusia  menjadi  benda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam masyarakat teknologi modern, peran manusia menjadi tidak menonjol. Teknologi sudah merupakan ungkapan kepentingan pribadi, bahkan kepentingan golongan yang dipaksakan pada massa banyak. Potensi emansipasi yang ada dalam diri individu tenggelam   dalam teknologi. Masyarakat menjadi ter-alienasi;  ia telah mengasingkan manusia dari kemanusiaannya. Akibatnya manusia semakin tak sadar bahwa mereka berada dalam keadaan teralienasi atau terasing.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi membangkitkan keinginan agar system tersebut dapat terus dipertahankan  dan dikembangkan. Manusia seolah terjepit dalam satu lingkaran. Di satu pihak, semakin besar tingkat produktivitas memungkinkan peningkatan konsumsi yang besar pula; sedangkan dipihak lain, satu-satunya alas an bagi konsumsi ialah dengan menjamin berlangsungnya produktivitas. Alat-alat produksi berkat keampuhan teknologi - - dengan mekanisasi, standardisasi, otomatisasi - - seharusnya dapat membebaskan manusia  dari keharusan kerja industry kerja mengakibatkan "ideology" instrumental memasukim bidang  kehidupann lainnya. Meski, pada kenyataannya, tuntutan ekonomis dan politis memaksa  untuk tetap mempertahankan  dan meningkatkan waktu kerja. Akibatnya, manusia hanya mampu memperoleh pemuasan kebutuhan–kebutuhan semu belaka.  Mereka tidak tahu apa mendorongnya membeli dan menggunakan sesuatu; semua ini bukan timbul dari lubuk hatinya, melainkan hanya Cuma sekadar melihat orang lain. Ia menjadi tidak  otonom dalam bersikap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi bukannya lagi menjadi sarana pembebasan, melainkan  menjadi sarana   penindasan. Manusia seharusnya mendobrak tekanan tersebut untuk mencapai kebebasannya. Namun, ini malah direpresi oleh masyarakat secara keseluruhan, membuat manusia terbius, sehingga pandangannya menjadi 'manusia satu dimensi'. Disini timbul satu pertanyaan ; dengan tidak memiliki kesadaran akan dirinya, apakah ia mempu memanfaatkan teknologi bagi kepentingannya sendiri, ataukah teknologi telah mengarahkan kepentingannya? Kalau teknologi yang mengarahkan manusia, tentu mini berarti ia sudah teralineasi  dalam perbudakan baru. Potensi emansipatoris  yang ada jadi tenggelam akibat ketidaksadarannya.  Itu berbeda dengan alineasi kerja ala Marx. Pada Marx, kaum buruh sadar akan  keterasingannya, sehingga mereka diharapkan  melakukan revolusi. Sedangkan padsa masyarakat industry modern, kesadaran ini tak muncul. Mereka tidak pernah berpikir  apakah mereka memang teralineasi terhadap linkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, bagaimana kita keluar dari lingkaran tertutup itu? Menurut  Marcuse, kaum buruh  tak bisa diharapkan lagi;  kita harus mencari manusia-manusia yang anti terhadap kemapanan. Ini hanya ada pada golongan  atau kelompok marjinal.Mereka adalah kelompok yang terdiri  dari golongan kecil, yang kesadarannya belum teracuni;  mereka adalah kelompoik individu  yang terpojok dan tertindas, sehingga mampu memberontak  dari segala kemapanan.  Dan satu-satunya kelompok yang bisa  melakukan hal itu adalah kaum muda, para mahasiswa, dan golongan cendikiawan  yang selalu kritis  melihat situasi social budaya ; mereka adalah kaum yang terus menentang  segala bentuk &lt;i&gt;'establishment'&lt;/i&gt;; mereka  harus mengucapkan  "&lt;i&gt;the great refusal&lt;/i&gt;,"  ; mereka harus menolak terlibat  dalam system totaliter ini;  mereka harus bertekad  untuk tidak ikut dalam system itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marcuse tidak bermaksud membuang  ilmu pengetahuan  dan teknologi yang sudah berkembang sedemikian rupa itu.  Ia tidak menganjurkan agar  kita kembali ketempat asali  - -  seperti diserukan  J.J Rouseau. Semua yang ada harus diubah  secara kualitatif, sehingga kita mendapatkan suatu masyarakat yang memiliki kualitas lain.  Cita-citanya untuk membentuk  masyarakat baru secara konkret dituturkan lewat "kitab suci"  &lt;i&gt;One Dimensional  Man&lt;/i&gt;  itu.  Pertama, harus diberi kesadaran pada orang untuk mengurangi rasa ingin berkuasa. Yang penting konsentrasi kekuasaan harus bisa diredakan. Kedua, sudah waktunya orang  mengurangi perkembangan yang berlebihan. Sebab ini merupakan kebutuhan-kebutuhan kita yang palsu, yang sering secara artificial dibangkitkan oleh system produksi.  Ini perlahan-lahan harus ditinggalkan untuk meningkatkan mutu kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang dikemukakan Marcuse terhadap masyarakat modern adalah suatu 'kritik ideologi'  terhadap pembangunan  kemanusiaan kita. Sekadar merangkum pikiran Marcuse ini, kita dapat  menyebut dua pandangan pokok. Pertama ia mau melakukan suatu perobahan total dengan jalan revolusi, di mana dilibatkan kelompok-kelompok individu  yang anti kemapanan. Kedua, ia mau mengadakan suatu perubahan  dari hal yang kuantitatif  kearah yang kualitatif.  Karena ada kecenderungan mempertahankan system yang ada, apa yang dikembangkan adalah  suatu pembangunan yang tak pernah  bisa dikritik.  Masyarakat modern tidak lagi aktif, tetapi sangat pasif. Padahal, perkembangan dalam masyarakat  demikian justru secara terus menerus  membawa dan memperkuat ideology terdahulu.  Marcuse  menolak semua  karena dianggapnya  cumalah kepalsuan-kepalsuan  dan sudah waktunya manusia diberi kesadaran kritis. Disini pula ia mengajukan serangkaian kritik terhadap ilmu pengetahuan positif dan teknologi. Dengan lantang ia menyindir bahwa kemajuan semua yang dicapai masyarakat industry modern harus dirombak dan dibebaskan dari kepalsuan-kepalsuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Catatan kaki:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt; &lt;ol&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Gerakan  the new left  &lt;/i&gt;adalah  gerakan yang beraneka ragam. Namun, terdapat tujuh cirri kesamaan ; (1) aksi atau tindakan , (2) pencarian jati diri (authentic self), (3) revolusi, (4) komunalisme, (5) persamaan derajat, (6) kebebasan, (7) demkrasi langsung. Manus dan Murliana, 1980, "Kiri Baru (New left) Suatu Pengantar," dalam Notosusanto (red). "Gerakan Kiri Baru", Majalah Persepsi no.4, hlm 5.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt; Habilitationsschrift  &lt;/i&gt;adalah karya yang harus ditulis calon dosen sebelum mendapatkan izin mengajar di universitas-universitas  Jerman. Lihat; Bertens, 1983, &lt;i&gt;Filsafat Barat dalam Abad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;XX(jilid 1), hlm.96.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Marcuse menjadi anggota Mazhab Frankfurt atau sekolah Frankfurt (Die Frankfurter Schule)pada tahun 1932  atas rekomendasi Husserl. Anggotanya tergabung dalam institute fur Sozialforschung, sebuah lembaga penelitian yang didirikan  oleh Felix  J. Weil pada tahun 1923 di Frankfurt am Main. Lembaga ini bertujuan  meneliti segala macam persoalan social yang kala itu tak pernah terjangkau dan diselidiki secara ilmiah. Mereka terdiri atas sarjana  dan cendekiawan kiri  berbagai disiplin keilmuan yang bersimpati pada ajaran  Marx.bebverapa diantaranya  mengajar di Universitas Frankfurt dan menjadi anggota Partai Komunis  Jerman, kendati mereka tetap mempertahankan keinependenan lembaga. Amggotanya antara lain  Max Horkheimer, Theodore Wiesengrund Adorno, Friedrich Pollock, Leo Lowenthal, Walter Benjamin, Karl Agust Wittfogel, Erich Fromm, Franz Neumann,  dan Jurgen Habermas, pada tahun 1933, ketika nasionalis-sosialis  berkuasa di Jerman, atas perintah Adolf hitler kegiatan lembaga ini dibekukan. Propaganda rasial membuat hati anggotanya menjadi kecut. Apalagi kebanyakan anggotanya berketurunan  Yahudi.  U&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;ntuk melanjutkan  kegiatan lembaga ini,  mereka mengungsi ke luar negeri  dan mengembangkan beberapa cabang, antara lain di London, Paris, dan Jenewa.  Saat Perang Dunia ke II berkecamuk di daratan Eropa,semua anggota lembaga  ini akhirnya pindah ke Amerika serikat  dan memusatkan kegiatannya di Universitas Columbia di New York.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sindhunuta,  1983, &lt;i&gt;Dilema Usaha Manusia Rasional&lt;/i&gt;, hlm 167. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; text-decoration: underline;"&gt;Freidman,  1981,  &lt;i&gt;The Political Philosophy of Frankfurt School,&lt;/i&gt; hlm 89.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-8802819463542864342?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/8802819463542864342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/07/filsuf-herbert-marcuse-1898-1979.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/8802819463542864342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/8802819463542864342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/07/filsuf-herbert-marcuse-1898-1979.html' title='FILSUF  HERBERT  MARCUSE  (1898-1979) “MASYARAKAT  SATU  DIMENSI”'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YNTxpoq4BxQ/ThPyPG9bBVI/AAAAAAAAAJo/WC8kRdYRiMI/s72-c/herbert-marcuse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-817746562901886368</id><published>2011-07-06T12:06:00.001+07:00</published><updated>2011-07-06T12:06:30.702+07:00</updated><title type='text'>DPR Meresapkan Kehancuran</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Kalam;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Tuntutan internal setelah terjadinya krisis ekonomi pasca tumbangnya pemerintahan orde baru disusul krisis multi dimensi termasuk kebocoran RAPBN/RAPBD, korupsi dan &lt;/em&gt;abuse of power, &lt;em&gt;menyebabkan Negara 'dipaksa' melakukan tranparansi, akuntabilitas dan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan, khususnya dalam hal  pengelolaan keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Pada saat itu istilah good governance  yang diartikan sebagai tata kelola kepemerintahan yang baik diperkenalkan terutama di dalam birokrasi pemerintahan. Semua dana-dana terpusat yang selama ini di laksanakan oleh Kementerian terkait,  di serahkan pengelolaannya kepada daerah. Tentu perubahan kebijakan itu tidak disalah artikan sebagai usaha  pemindahan kesempatan dan peluang melakukan korupsi oleh pejabat-pejabat atau birokrat  di daerah-daerah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Ada beberapa  hal yang dilanggar oleh pemerintahan hasil reformasi sesuai dengan TAP NPR no. VIII/MPR/1998, penegakan hukum, ketertiban umum, dan perbaikan sikap mental.Tentang penegakan hukum, ternyata baik polisi, kejaksaan dan hakim masih banyak terlibat penyelewengan, dari perilaku korupsi sampai pengaturan  tuntutan. Skandal hukum ini diatur secara sistemik dan dikenal sebagai mafia hukum. &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Tentang hal perbaikan sikap mental yang mengacu kepada pembangunan insan  yang  ber-akhlakul karimah  tiada lain berpatokan kepada moralitas Pancasila yang jiwai dan oleh sila pertama dan menjiwai sila selanjutnya secara organis dan bersifat hirarkis pyramidal.  Sesuai dengan nilai intrinsic dan nilai instrumental nya maka Pancasila seharusnya menjadi 'way of life' bangsa. Tapi mengapa nilai-nilai Pancasila  justru  di lupakan oleh petinggi negeri?Bukankah sangat berbahaya  apabila perjalanan suatu   bangsa tidak berpedoman kepada ideology?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;em&gt;Tulisan Laksamana Sukardi selaku mantan Menteri BUMN di Kompas , senin 27 juni 2014, saya masukkan di dalam Blog ini,  sebagai inspirasi baru bahwa sesungguhnya  cita-cita good governance bukan hanya  restorasi manajemen kepemerintahan ataupun  reformasi birokrasi  akan tetapi menyangkut perbaikan moral, etika dan tanggung jawab bernegara dan berbangsa  untuk mensejahterakan masyarakat.(a.m.a)   &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Istilah  good governance  merupakan kosa kata  yang sangat dikenal di Negara maju dan perusahaan besar dunia. Ini kewajiban yang harus dilaksanakan  tanpa cela. Terjemahan yang artinya paling  mendekati  adalah tata kelola yang baik.&lt;em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Tata kelola yang baik merupakan  produk masyarakat  yang beradab, tetapi sangat  asing bagi masyarakat yang  belum beradab  dan berpendidikan rendah. Negara yang tidak  mengenal tata  kelola yang baik  ini umumnya  masuk kategori Negara tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Sangat lumrah jika kita tidak memiliki terjemahan yang pas karena praktik tersebut masih aneh di Indonesia. Seorang anggota DPR, dalam acara dengar pendapat  dengan Menteri, bahkan dengan lantang mengatakan , "Saudara Menteri Saudara  tidak mengenal prinsip  good government."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Ini menggambarkan  bahwa  tata kelola yang  baik masih asing dalam kehidupan ber-organisasi, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam sebuah system tata kelola  yang baik, pengelolaan akan tertata sehingga  memberikan hasil yang baik dan optimal,  bukan  sebaliknya. Bahkan  lebih dari  itu, tata kelola yang baik  sebenarnya juga mencakup penyertaan moral moral dan niat baik kedalam system tata kelola, baik dalam  organisasi perusahaan  maupun lembaga Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Dasar  utama  dari tata kelola  yang baik  adalah menaruh prioritas yang tinggi terhadap upaya melindungi  kepentingan public atau pemangku  kepentingan. Sama sekali tak memberikan  ruang terhadap terjadinya  benturan kepentingan. Untuk mencapai tujuan tersebut, selain pengelolaan yang harus transparan,  juga perlu pemisahan tugas dan tanggung jawab. Jadi, ada fatsun yang melarang terjadinya  perankapan jabatan dan tanggung jawab  serta upaya pembuktiannya, yaitu larangan perangkapan jabatan  antara pembuat kebijakan  (regulator) dan pelaksana kebijakan (operator) serta pengawas pelaksanaan kebijakan (auditor).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Pada intinya, jika terjadi perangkapan jabatan antara regulator, operator, dan auditor, tidak ada jaminan kepetingan public akan terlindungi dan benturan kepentingan  tumbuh subur. Dengan kata lain, praktek yang tidak memisahkan ketiga fungsi merupakan resep kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;Bisa dibayangkan juga kalau hakim, jaksa penuntut, serta penyidik berada dalam satu tangan. Maka yang akan terjadi adalah  pengadilan yang jauh panggang dari api dan sama sekali  tidak ada jaminan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Fungsi di satu tangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Dalam konteks ini, bagaimana dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia? Partai politik melalui fraksinya di DPR sebagai perpanjangan tangan , ternyata memegang hamper semua fungsi di satu tangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Misalnya dalam pembuatan  aturan atau UU mengangkat pejabat pelaksana melalui&lt;strong&gt; proses uji kelayakan dan kepatutan,&lt;/strong&gt; serta memilih hakim agung dan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), juga ketua dan anggota pengawasan kebijakan  atau auditor  seperti Badan Pemerksa Keuangan (BPK), Komisi Nasional Hak Azasi Manusia, Komisi Yudisial, Komisi pemilihan Umum (KPU), dan Komisi pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Begitu&lt;strong&gt; pula Gubernur dan wakil Gubernur Bank Indonesia, &lt;/strong&gt;bahkan Kapolri dan Panglima TNI. Semua tak lepas dari proses pemilihan oleh DPR.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Tidak hanya itu. Anggota DPR yang nota bene secara efektif berfungsi sebagai perpanjangan tangan partai politik juga  menentukan anggaran untuk setiaporganisasi penyelenggara Negara, seperti diamanatkan oleh UUD '45. DPR juga memiliki tugas pengawasan melalui hak angket dan interpelasi serta pengawasan memalui mekanisme rapat dengar pendapat dengan para penyelenggara Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Singkat kata. DPR (baca; partai politik) memegang semua fungsi kegiatan, yaitu menentukan anggaran, membuat aturan, mengangkat pejabat pelaksana  dan pejabat pengawas, serta mengawasi pelaksanaannya. Sebuah ilustrasi kasat mata  tentang resep kehancuran! Hanya ada satu hal yang tidak dilakukan DPR, yaitu mempertanggung jawabkan kinerjanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Kita bisa melihat bahwa banyak kepentingan saling berbenturan dan subur dalam system yang pengelolaannya tidak tertata baik atau &lt;em&gt;bad governance.&lt;/em&gt; Hal yang tidak wajar telah berubah menjadi wajar ketika melihat mantan anggota  DPR menjadi hakim MK, anggota BPK, bahkan anggota KPPU pindah menkadi anggota partai politik. Ibaratnya, wasit ganti seragam menjadi pemain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Tidak hanya itu, ada juga anggota KPK yang langsung menjadi direksi BUMN saat pensiun, tanpa melalui tenggang waktu. Juga masih banyak anggota DPR yang aktif menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Seperti diuraikan diatas, tata kelola yang baik tidak hanya wajib diterapkan , tetapi juga harus disertai kesadaran dan budaya niat baik. Tak kalah penting dan sulit diterapkan  adalah mengikut sertakan system pembuktian bahwa  tata kelola yang baik telah diterapkan, paling tidak telah diupayakan. Ini juga disebut kesediaan mengorbankan  kepentingan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Contohnya, ada tanggung jawab moral untuk tak mengangkat saudara dalam jabatan penting dan ada tenggang waktu pejabat pengawas untuk tidak pindah jabatan  atau menjadi pejabat pelaksana. Jangan sampai anggota KPU pindah ke partai politik yang mereka awasi dan anggota KPK menjadi direksi BUMN tanpa waktu jeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke Etika&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;Kenyataan di atas sekilas tidak melanggar ketentuan apapun, tapi bergantung dengan kacamata apa kita melihatnya. Bangsa yang memiliki peradaban tinggi melihat hal tersebut  tak etis dan melanggar prinsip tata kelola yang baik, tetapi bangsa yang tak beradab tak ada pelanggaran  karena mereka nyatanya belum mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Saat ini sedang terjadi perdebatan di DPR mengenai rancangan undang-undang Pemilu. Ada upaya untuk memperbolehkan anggota partai politik menjadi anggota KPU dan beragam keinginan partai politik menjadikan undang-undang yang menguntungkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Sekali lagi, upaya tersebut bisa menciptakan kondisi yang mengarah dicampakkannya para pemangku kepentingan, Namun begitu fungsi wasit, pemain, pembuat aturan, pemberi dana anggaran dan pengawas ada dalam satu genggaman, kita sedang berada di ambang kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Di Thailand, ketika rakyat tidak memercayai hasil Pemilu, ditetapkan bahwa parlemen (baca; partai politik) tidak boleh terlibat dalam proses pembuatan Rancangan Undang-Undang Pemilu, kecuali mengesahkannya. Mereka membentuk dan menugaskan tim independen yang terdiri atas para akademisi dan tokoh masyarakat untuk membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;    Singkat kata, tidak ada pemain membuat aturan sendiri dan wasit yang mendadak menjadi pemain, bahkan pengawas menjadi pelaksana objek yang diawasinya! Ini hanya bisa terjadi jika tidak ada lagi yang bertanya, "Apa itu good governance?" (LS)   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Arial; font-size:12pt'&gt;     &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-817746562901886368?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/817746562901886368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/07/dpr-meresapkan-kehancuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/817746562901886368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/817746562901886368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/07/dpr-meresapkan-kehancuran.html' title='DPR Meresapkan Kehancuran'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-6949217862777247505</id><published>2011-06-27T09:42:00.007+07:00</published><updated>2011-07-19T08:59:05.045+07:00</updated><title type='text'>Gerakan Efisiensi Nasional (Perlukah?)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xsQwqJxqjUg/TglcGJfYTQI/AAAAAAAAAJk/jZ1189WGk-I/s1600/jakarta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="220" src="http://1.bp.blogspot.com/-xsQwqJxqjUg/TglcGJfYTQI/AAAAAAAAAJk/jZ1189WGk-I/s320/jakarta.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Oleh: Abdul Muin Angkat&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Dalam konteks efisiensi dan pembangunan manusia seutuhnya lahir dan batin, masih perlukah kita memikirkan terbangunnya system ekonomi Pancasila yang berbasis pasal 33 UUD 1945 yang sampai sekarang masih terkena dampak  radiasi amandemen untuk kepentingan neo liberalisme, neo-kolonialisme? Masihkah kita punya harapan bahwa ekonomi Pancasila merupakan satu-satunya system yang bisa menjamin terlaksananya  demokrasi ekonomi, yang disusun secara rasional dan memberikan tempat yang layak bagi etos kerja modern?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Etos kerja nasional adalah semangat dan perilaku rakyat di dalam menyikapi dan mencapai tujuan nasional secara efisien dan efektif  yaitu masyarakat yang adil dan makmur. "Pemimpin adalah sumber moral dari suatu etos kerja"(Jansen Sinamo).Fungsi kepemimpinan di dalam suatu organisasi besar seperti Negara adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan cara membimbing dan mengarahkannya  secara fungsional. Seorang pemimpin adalah katalisator perubahan dan juga merupakan &lt;i&gt;agent of development&lt;/i&gt; bagi suatu masyarakat yang sedang membangun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Pada kenyataannya etos kerja tersebut justru dilanggar oleh para wakil rakyat yang duduk di DPR seperti issue pembangunan gedung baru yang ditaksir semula bernilai 1,6 triliun kemudian secara tiba-tiba dikurangi menjadi 1,138 triliun yang dilaksanakan tanpa tender terbuka, dan secara diam-diam disetujui oleh Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) yang diketuai oleh Ketua DPR sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    Sebuah gedung yang super mewah yang semula dirancang agar lantai atas dibangun kolam renang yang dirasionalisasikan sebagai upaya preventif apabila gedung terancam kebakaran, yang bisa menampung 2600 anggota dan staf ahli, yang mempunyai ruangan yang representative untuk menerima tamu kehormatan dari parlemen asing. Yang paling absurd adalah bahwa kemiringan dan keretakan gedung tersebut telah dijadikan alasan para anggota dalam perasaan ketidaknyamanan, karena takut rubuh. Bukankah Kementerian PU telah menjamin bahwa daya tahan gedung yang baru berusia 15 tahun masih bisa bertahan sampai 40 tahun kedepan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Mengapa etos kerja modern kita kedepankan? apakah pantas kinerja DPR yang hanya menghasilkan hanya 17 RUU setahun dari target 70 RUU yang menjadi tanggung jawab legeslasi, memaksakan diri untuk membangun gedung mewah untuk dirinya dengan alasan memperlancar tugas? Apakah pantas mendahulukan fasilitas lainnya semacam reward tetapi dalam penilaian masyarakat kinerja DPR belum maksimal? Mengapa Ketua DPR ngotot untuk meneruskan pembangunan padahal belum sepenuhnya disetujui Fraksi-fraksi ? Mengapa kritik tajam dari masyarakat bahwa DPR bisu, tidak digubris dan lalai  memperjuangkan aspirasi rakyat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Warisan Feodal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Bukankah pada zaman feodal agraris kerajaan-kerajaan nusantara para penguasa menciptakan kerja yang menghalangi mobilitas social sebagai wahana untuk melestarikan kekuasaannya?Dan pada saat VOC dengan alasan perdagangan, berkuasa di Indonesia melakukan penguasaan territorial dengan cara &lt;i&gt;devide et impera.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Burhanuddin Muhtadi, dosen FISIP UIN Jakarta secara gamblang menjelaskan,bahwa pembangunan gedung baru DPR sebagai symbol arsitektur kekuasaan - - menelan dana 800 juta untuk satu ruang anggota - -sungguh fantastis. Inilah manivestasi &lt;i&gt;deva-&lt;/i&gt;raja yang membuat singgasana yang berjarak antara &lt;i&gt;kawula lan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;gusti.&lt;/i&gt; Menurut mitologi Hindu di Asia Tenggara para dewa tinggal di atas gunung. Mitologi gunung tidak hanya monopoli kerajaan jawa lama, (tahta = siti inggil) tetapi juga dinasti kerajaan Srwijaya dan Sjailendra, 'yang dipertuan di gunung'. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;     Survei Kompas terbaru telah mencatat penolakan sebesar 82,2 % responden tentang rencana pembangunan gedung baru DPR tersebut. Tapi apa yang terjadi adalah kengototan ketua DPR Marzuki Alie untuk tetap melanjutkan pembangunan dengan alasan bahwa rapat konsultasi BURT telah menetapkan persetujuannya. …"Cuma elite yang paham, rakyat biasa gak bisa dibawa" ujar Marzuki, dengan arogan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mengapa bawah sadar bangsa ini masih menyimpan memori bahwa kekuasaan adalah segala-galanya?Bahwa rakyat harus patuh dan taat kepada kekuasaan, dimana warisan feodal tersebut, yang membuat jarak antara Negara dan rakyatnya sangat kentara dipertahankan? Transformasi nilai-nilai demokrasi pasca Proklamasi Kemerdekaan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 belum sepenuhnya dilaksanakan secara konsekwen oleh penyelenggara negara. Pernyataan tersebut secara tegas  dinyatakan dalam alinea keempat yaitu bahwa "kemerdekaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam satu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Pancasila".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bukankah 'kedaulatan rakyat' yang  direpresentasikan oleh DPR dalam parlemen, seyogianya menjadi kewajiban dan pedoman bagi setiap anggota untuk memperjuangkan kepentingan rakyat? Dalam kasus Marzuki Alie sebagai Ketua DPR tapi ragu untuk bersikap pro rakyat bukankah ini suatu penghianatan kepada konstitusi?Masihkah dapat diterima nalar bahwa alasan  pembangunan Gedung baru DPR tidak merupakan pemborosan uang rakyat? Lebih jauh lagi mengapa Voting pembentukan Pansus pemberantasan Mafia pajak, di mentahkan oleh partai-partai koalisi pemerintah?.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pasca 13 tahun reformasi di Indonesia efisiensi nasional seyogianya sudah menjadi prioritas pembangunan dimana iklim kemasyarakatan yang mengakui rasionalitas dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur bangsa, tidak harus menggoyangkan kepercayaan diri bangsa dan nasionalisme. Kajian-kajian ideologis, dimana Pancasila dinyatakan ideology terbuka dan modern harus mampu menggugah semangat juang untuk menghadapi tantangan-tantangan  masa depan. Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila memerlukan tumbuhnya nasionalisme berdaya nalar tinggi, rasional dan objektif. Kita tidak perlu terpuruk dibawah bayang-bayang nasionalisme sempit dan romantic.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan tidak dihargainya rasionalitas dalam pemikiran ideologis, tidak akan menumbuhkan efisiensi nasional, karena kita tetap bergelut dengan pemikiran-pemikiran yang tidak kontekstual - -  menyebabkan keterbelakangan ini  akan menumbuhkan nasionalisme sempit- - atau munculnya paham dogmatis lainnya, dengan segala gejala anarkis dan emosionalitas, yang pada gilirannya menciptakan gangguan-gangguan besar, dalam pertumbuhan bangsa dan stabilitas nasional. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang pemalas, karena tidak ada yang lebih rajin daripada petani kita yang menghabiskan demikian banyak tenaga untuk menyambung hidupnya. Yang menjadi masalah adalah bahwa bekerja keras untuk mengejar kelebihan material tidak termasuk etos kerja sebagian bangsa kita. Ketika kebutuhan minimal  seseorang  telah tercapai, maka seketika itu juga ia berhenti bekerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Etos Kerja Modern.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Efisiensi sungguh merupakan masalah besar,  karena di dalam abad modern ini, derajad kemajuan suatu bangsa  dapat diukur antara lain dari tingkat efisiensi di segala bidang. Bangsa ini, masih belum sama sekali memiliki sifat efisiensi tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan&amp;nbsp; pertama, jumlah pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 4,7 juta atau 2,03 % dari jumlah penduduk, bukankah demi efisiensi jumlah ini bisa dipangkas separuhnya? Atau dengan melakukan kebijakan pensiun muda dengan kompensasi tertentu? Kaitannya adalah dengan pembiayaan atau belanja pegawai yang dikeluarkan sebesar 70% dari APBN setiap tahunnya. Yang tersisa hanya 30 % sebagai modal pembangunan. Kedua, setiap tahun, anggaran untuk&amp;nbsp; lembaga non struktural&amp;nbsp; meningkat. Tahun 2008 pemerintah menganggarkan sekitar 2,81 triliun, tahun 2009 menjadi 3,42 triliun, tahun 2010, alokasi anggarannya menjadi 14,9 triliun untuk 85 lembaga. Berapa sebenarnya jumlah lembaga non struktural&amp;nbsp; yang menjadi beban negara? dan apakah sebenarnya lembaga tersebut dibutuhkan dan berfungsi dengan baik? Selain lembaga negara nonstruktural yang&amp;nbsp; kini berjumlah 88 lembaga&amp;nbsp; nonstruktural, masih ada 28 lembaga&amp;nbsp; non kementerian, belum termasuk Satuan tuga (satgas) atau Tim&amp;nbsp; yang dibentuk oleh Presiden maupun Wakil Presiden RI. Hanya untuk biaya 88 lembaga negara&amp;nbsp; nonstruktural saja sudah menyedot 38 triliun rupiah, maka diperkirakan 60 triliun tersedot untuk semua kelembagaan yang ada di luar 34 kementerian. Sungguh fantastis, dan ironisnya kinerja&amp;nbsp; kementerian ternya ta jeblok karena hanya 50% dari Menteri-menteri dibawah Presiden yang melaksanakan instruksi Presiden secara benar. Ini adalah pengakuan beliau sendiri yang disampaikan secara terbuka di depan mass media. (kompas 19/4/2011).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Tumpang Tindih &lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mengapa tidak pernah di evaluasi&amp;nbsp; kinerja maupun tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing kelembagaan nonstruktural , komisi, dewan, tim maupun&amp;nbsp; badan di luar struktur pemerintahan yang ada? Selama evaluasi tersebut tidak pernah dilakukan maka sudah dapat dipastikan terjadinya tumpang tindih antar lembaga struktural yang ada maupun&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; tugas pokok kementerian akan saling&lt;i&gt; pabaliut .&lt;/i&gt;Dengan situasi sulit ini ,maka percepatan pencapaian kesejahteraan rakyat akan semakin jauh&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; pasti mengalami keterlambatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masalah efisiensi nasional tidak hanya masalah perumusan dan implementasi suatu kebijakan pemerintah. Yang harus disadari adalah bahwa peningkatan efisiensi nasional secara implicit merupakan ajakan untuk meninjau beberapa sifat dan watak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Secara strategis, tranformasi sikap dan watak merupakan pilihan cerdas untuk merevitalisasi arah pembangunan  kearah pembaharuan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;agar Bangsa ini secepatnya keluar dari jebakan system authoritarian yang pernah di terapkan oleh rezim orde baru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mengapa bangsa ini kurang memberikan penghargaan terhadap rasionalitas?Atau mengapa kemampuan menggunakan akal  yang bersandar kepada logika kurang ditingkatkan?Prioritas melenyapkan kerancuan berpikir, ketidak mampuan untuk menghubungkan sebab dan akibat, kecenderungan melupakan realita, ketidak mampuan memilih alternative, kurang menghargai ilmu pengetahuan adalah masalah-masalah elementer yang harus dibenahi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Beberapa fakta yang terjadi dan yang dikutip dari mass media adalah pernyataan petinggi Negara se level menteri atau eselon satu dalam dua pernyataan dibawah ini. Pertama, ketika Muhaimin Iskandar, Menaker "minta ulama mengeluarkan fatwa haram bagi TKI keluar negeri (kecuali yang siap)" bukankah ini &lt;i&gt;contradictio interminis?.&lt;/i&gt; Kedua, Jaksa Marwan "demi penegakan hukum yang bermartabat", para koruptor barang jasa tidak usah di hukum, "cukup  mengembalikan uang yang dikorupsi", bukankah logika yang dipergunakan saling bertentangan apalagi kalau dihubungkan dengan tindakan etis atau tidak etis.(Rakyat Merdeka 26 juni 2011).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Modernisasi dan Cita-cita Nasional.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Terlepas dari strategi modernisasi yang terlalu pragmatis di dalam koridor kapitalisme dan liberalism, yang perlu direnungkan adalah bahwa dari sudut pandang efisiensi nasional system ekonomi Pancasila yang berlandaskan konstitusi pasal 33 UUD 1945 harus menjamin terselenggaranya demokrasi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Di dalam perumusan system Ekonomi Pancasila yang demokratis, esensi  penghayatan Pancasila  sebagai falsafah Negara dan  dan pandangan hidup bangsa sangatlah penting. Proses pembaharuan bangsa bukanlah pengingkaran terhadap kepribadian nasional dengan melupakan nilai-nilai intrinsik serta nilai-nilai  instrument atau nilai operasionalnya.  Justru di dalam  pembaharuan dan pembangunan bangsa secara konsisten harus ada pengakuan dan pemanfaatan potensi potensi pembaharuan yang ada di dalam diri kita untuk mendukung proses modernisasi dan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tantangan pembangunan nasional bagi sumber daya manusia  yang bermartabat, untuk senantiasa memanfaatkan Trigatra dan Pancagatra di dalam konteks efisiensi nasional merupakan komitmen baru dan &lt;i&gt;political will &lt;/i&gt;pemerintah agar secepatnya keluar  dari jebakan &lt;i&gt;anti good governance, &lt;/i&gt;apalagi anti Pancasila. &lt;i&gt;(a.m.a)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-6949217862777247505?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/6949217862777247505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/06/gerakan-efisiensi-nasional-perlukah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6949217862777247505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6949217862777247505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/06/gerakan-efisiensi-nasional-perlukah.html' title='Gerakan Efisiensi Nasional (Perlukah?)'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xsQwqJxqjUg/TglcGJfYTQI/AAAAAAAAAJk/jZ1189WGk-I/s72-c/jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3785368207207551278</id><published>2011-06-26T11:23:00.001+07:00</published><updated>2011-06-26T11:24:53.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='data BPS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUMN'/><title type='text'>Pemerintah memanipulatif Data Tingkat kemiskinan</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;      &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;Kalam;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kritik&amp;nbsp; terhadap pemerintah tentang tingkat kemiskinan di Indonesia rasanya sudah sering dibeberkan di setiap mass media,yang menurut data BPS hanya 35 juta rakyat miskin. Padahal beberapa pemuka agama seperti tokoh Muhammadyah Din syamsudin merasa pasti bahwa penduduk miskin di Indonesia sudah sampai pada&amp;nbsp; &amp;nbsp;hitungan 100 juta jiwa. Itu pun &amp;nbsp;kalau hitungan yang mendasari BPS bukan Rp 7000 /hari (0,75 $), akan tetapi seharusnya 2$/hari sesuai dengan standard hidup PBB.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tulisan berita dari Yan, mengutip pendapat Faisal Basri&amp;nbsp; dalam Hot Economics Rakyat Merdeka, minggu 28 juni 2011,saya copy paste ke dalam Blog saya karena &amp;nbsp;menarik untuk disimak dan dijadikan referensi.(a.m.a).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pemerintah di tuding gagal menurunkan kemiskinan . Pasalnya, data kemiskinan yang dirilis selama ini di nilai manipulative. Untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penduduk miskin&amp;nbsp; Indonesia pada 2010 sekitar 13,33 persen dari total penduduk&amp;nbsp; atau sekitar 31 juta jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lembaga pemerintah itu menggunakan patokan garis kemiskinan&amp;nbsp; penduduk berpenghasilan&amp;nbsp; rata-rata sebesar Rp 211.726 per bulan atau Rp 7000/hari atau sekitar 0,75 dollar AS per hari. Padahal 10 tahun silam &amp;nbsp;ukuran garis kemiskinan rata-rata sekitar 1 dollar AS per hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pengamat ekonomi Faisal basri&amp;nbsp; menyayangkan data yang diungkapka BPS selama ini.. .. “ Data (BPS) itu tidak merefleksikan tingkat kemiskinan&amp;nbsp; yang sebenarnya. Bukan BPS yang manipulative, tetapi pemerintah yang memanipulasinya” ujar Faisal di Jakarta kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ia mengungkapkan, survey kemiskinan yang dilakukan BPS maret lalu, yang rencananya diumumkan&amp;nbsp; juli mendatang juga &amp;nbsp;sarat dengan campur tangan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Padahal rata-rata&amp;nbsp; jumlah penduduk miskin&amp;nbsp; di tiap Propinsi mencapai 200 ribu. Paling tinggi di Jakarta” beber Faisal. Terkait ramalan BPS yang memperkirakan angka kemiskinan pada 2012 akan lebih tinggi daripada tahun ini dengan melambungnya tingkat inflasi, Faisal hanya mengingatkan&amp;nbsp; BPS untuk tidak banyak bicara&amp;nbsp; dan mengumbar data yang belum jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“BPS itu kan Pusat Statistik, yang kerjanya mengukur, bukan interpretasi dan menganalisis. Jangan menciptakan ekspektasi inflasi sendiri, karena itu tugas BI. BPS ikut-ikutan menganalisis, belum tentu analisisnya benar. Makin enggak karu-karuan Negara ini” kritik Faisal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hal senada dikatakan pengamat ekonomi Ahmad Erani. Menurutnya pemerintah gagal mengurangi kemiskinan&amp;nbsp; karena rakyat miskin tak pernah menjadi bagian dari rencana perekonomian. Rakyat miskin hanya menjadi bagian dari&amp;nbsp; skema bantuan social.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Program ekonomi kita memang orientasinya bukan rakyat miskin, tetapi pengusaha besar. Rakyat miskin hanya diurusi lewat bantuan-bantuan makanan yang instan” kata Erani kepada &lt;i&gt;Rakyat merdeka.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Menurut dia pemerintah cenderung menyederhanakan masalah hanya pada penyelesaian&amp;nbsp; kelaparan&amp;nbsp; dalam waktu satu atau dua bulan. Padahal, persoalan kemiskinan merupakan hal yang kompleks, bukan semata menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga non ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Menurutnya, dengan pemahaman sederhana, pemerintah jadi terfokus dengan kebijakan jangka pendek&amp;nbsp; yang tak menyelesaikan masalah fundamental.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Strategi pembangunan dan struktur ekonomi yang dimau pemerintah itu, sudah salah kaprah. Tidak ada keberpihakan&amp;nbsp; terhadap sebagian besar masyarakat”sentil Erani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Anggota komisi VIII DPR Jazuli Juwaini mengatakan, perlu langkah professional dan strategis untuk mengatasi kemiskinan. Menurutnya, ada beberapa hal yang selama ini menjadi kendala&amp;nbsp; dalam penanganan kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pertama, regulasi yang masih tumpang tindih. Regulasi terkait fakir miskin ada di-beberapa Undang-Undang&amp;nbsp; (UU) dan Peraturan sehingga dibutuhkan satu UU sebagai payung hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kedua, masalah kelembagaan pengelola dan yang menanganinya. Selama ini permasalahan fakir miskin dikelola 19 kementerian dan lembaga. Hal ini sangat tidak efektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“banyaknya kementerian dan lembaga yang menangani masalah kemiskinan menyebabkan pemerintah terkesan lamban menyikapi itu. Terkadang ada ego sektoral&amp;nbsp; yang menghambat koordinasi&amp;nbsp; antar lembaga,” ucap Jazuli.(yan) &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3785368207207551278?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3785368207207551278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/06/pemerintah-memanipulatif-data-tingkat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3785368207207551278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3785368207207551278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/06/pemerintah-memanipulatif-data-tingkat.html' title='Pemerintah memanipulatif Data Tingkat kemiskinan'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-7935551308343561035</id><published>2011-04-06T11:39:00.004+07:00</published><updated>2011-04-06T12:58:03.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mafia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Kisah Para Mafioso</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sr7zk8cLPKY/TZv_SzvF9OI/AAAAAAAAAJg/zjS3zoFpxzk/s1600/Godfather.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-sr7zk8cLPKY/TZv_SzvF9OI/AAAAAAAAAJg/zjS3zoFpxzk/s320/Godfather.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;" xmlns=""&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Kalam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Dalam situs http://www.lintasme/TPcbXwkZ, mafia, dirujuk sebagai La Cosa Nostra (bahasa Italia; Hal kami), adalah panggilan kolektif untuk beberapa organisasi rahasia di Sisilian dan AS. Awalnya merupakan nama sebuah konfederasi  yang orang-orangnya memasuki Sisilia pada abad pertengahan, untuk tujuan perlindungan dan penegakan hukum sendiri (main hakim sendiri).  Sisilia Cosa Nostra di AS, adalah grup relative baru dimulai dari pertengahan abad ke-19 di Italia. Mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, senjata, bisnis perlindungan. Geng ini beranggotakan 3500 -4000 orang.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Rata-rata gerombolan  mafia di dunia  melakukan kejahatan jual beli narkoba, penyelundupan, pengelolaan judi, serta penculikan. Seperti mafia di mexiko yang mempunyai anggota sampai 30.000 di seluruh AS, 150 orang mempunyai wewenang untuk perintah membunuh, ditambah 2000 asosiasi yang juga menjalankan perintah ini, dan mereka memaksa dealer untuk membayar 'pajak perlindungan', kalau tidak mau dibunuh. Sama halnya dengan Jepang Yakuja, grup kejahatan ter-organisir yang ditemukan pada abad ke-17, mereka memiliki 110. 000 anggota aktif, dan sekitar 2500 keluarga. Terlibat dalam bisnis perlindungan, prostitusi, dan imigran illegal, impor pornografi uncensored dari eropa dan amerika.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Mafia Rusia berasal dari pecahan Negara Unisoviet, mempunyai pengaruh diseluruh dunia. Geng ini mempunyai anggota 100.000 – 500.000 orang. Kode etik yang harus dipatuhi adalah tutup mulut dan membunuh. Mereka ditakuti Karena  terorisme, vandalism dan pembunuhan kontrak. Pertanyaan selanjutnya, apakah mafia di Indonesia sudah pernah dilahirkan? Atau seberapa jauh model mafia internasional sudah di adopsi dan diterapkan secara nyata? apakah dalam bentuk kekerasan dan pembunuhan, narkoba atau terorisme?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Yang dikenal selama ini pertama  adalah,  adanya grup mafia Berkeley dimana Partai Sosialis Indonesia(sosialis kanan), yang pernah dibubarkan oleh Presiden Soekarno,  bersekongkol dengan CIA melakukan gerilya politik dan tindakan subversi menjatuhkan Presiden Soekarno, karena dianggap pro komunis.Kedua, Sejauh mana personifikasi Soemitrodjojo hadikusumo, Widjojo nitisastro, Emil Salim dll, menerapkan kapitalisme dan liberalism di Indonesia, dan mencekoki ilmu-ilmu liberal kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang disekolahkan ke Berkeley, Cornel,MIT yang ditengarai menjadi dapur  CIA?Bukankah lembaga-lembaga donor untuk pendidikan semisal Ford Foundation dan Rocke Feller telah beroperasi begitu lama mencerdaskan mahasiswa dengan ilmu ekonominya justru untuk menguasai perekonomian nasional?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Yang ketiga adalah, fenomena Gayus tambunan dan Cirus Sinaga,dalam tataran pelaksanaan hukum di Indonesia.Kalau Gayus dianggap sebagai gembong mafia peradilan (yang dibongkar oleh Susno Duaji, yang dijuluki 'whistle blower'), maka Cirus dikenal sebagai 'markus' atau mafia kasus, dimana seorang jaksa terlibat merekayasa 'rencana tuntutan' seorang terpidana agar lepas dari jerat hukum, dan mendapatkan komisi, atau imbalan financial tertentu. Walaupun actor mafia peradilan belum terbongkar secara tuntas, akan tetapi secara umum  sudah  terdapat indicator persamaan,  bahwa mafia internasional adalah gerombolan terorganisasi melawan Negara, yang melakukan pembunuhan  dan kekejaman tanpa rasa kemanusiaan, demi memperkaya kartelnya.  Sedangkan mafia hukum, per bankkan, pajak dll di Indonesia,  adalah kumpulan 'gerombolan' krah putih yang melakukan konspirasi dan  rekayasa hukum demi  transaksi financial  untuk  kekayaan pribadi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Pertanyaan selanjutnya, siapakah komplotan kerah putih tersebut? Siapa gembongnya? Apakah mereka adalah oknum penegak hukum itu sendiri, ditambah dengan oknum pengacara hitam yang berdalih sebagai penjaga keadilan? Ataukah sang don corleone baru  sudah lahir di Indonesia? Begitu lemahkah Negara menjadikan institusi penegak hukum(Polri,Kejaksaan,Pengadilan) sebagai  'island of integrity'&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;     Guna memperkaya visi di dalam blog ini, saya tampilkan  judul di atas yang ditulis oleh Eddy OS Hiariej, Guru Besar Hukum Pidana UGM, di harian kompas tanggal 13 januari, 2011. Semoga bermanfaat. (a.m.a)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Alat yang tertua dan terampuh yang dimiliki oleh kejahatan terorganisasi  dalam melawan proses penuntutan criminal  adalah membunuh para saksi  yang bersaksi melawan mereka (Gerald Shur, A Fathers  Dream Come True dalam WITSEC; Pengalaman Program Perlindungan  Saksi Federal AS :ELSAM,2006).&lt;i&gt;&lt;/i&gt; Hal ini dilakukan untuk melanggengkan kejahatannya terhadap setiap orang, terlebih para Alat yang tertua dan terampuh  yang dimiliki oleh oleh kejahatan terorganisasi dalam Mafioso yang berkhianat dari anggota kelompok mafia. Oleh karena itu, setiap Mafioso yang tertangkap selalu mempertahankan  &lt;i&gt;omerta &lt;/i&gt;(hukum tutup mulut) untuk tidak memberikan informasi apa pun &lt;i&gt;terkait  La Cosa Nostra&lt;/i&gt;  (nama sebenarnya dari organisasi mafia yang ber arti 'milik kami').&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Pemberantasan terhadap mafia tidaklah mudah  karena mereka memiliki akses pada lembaga-lembaga pemerintah, termasuk polisi, jaksa, dan hakim-hakim yang korup. Perlawanan  terhadap&lt;i&gt; omerta &lt;/i&gt;pertama kali  dilakukan oleh Joe Valachi, seorang Mafioso yang tertangkap. Secara gamblang dia menceritakan &lt;i&gt;organisasi  La Cosa Nostra&lt;/i&gt; yang saat itu dipimpin oleh Vito Genovese. Sebagai imbalan, Negara mengubah hukuman mati yang dijatuhkan kepada Valachi menjadi hukuman seumur hidup dan dia dipindahkan kesebuah pulau di Pasifik barat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Demikian pula yang dilakukan Pascal Calabrese - - Mafioso yang mau bekerja sama dengan Negara - - terhadap organisasi mafia yang dikendalikan Stefano Magaddino.  Dalam rangka melindungi Callabrese, Negara memalsukan identitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Nama Calabrese diganti menjadi  Angelo dan meminta seorang pendeta di Buffalo untuk memberikan sertifikat baptis baru dengan nama  palsu mereka dan membujuk seorang pemilik sekolah di Buffalo  untuk mengganti nama akhir dari anak-anaknya di rapor sekolah menjadi Angelo. Departemen Kehakiman kemudian merelokasi  Calabrese  bersama keluarganya dari incaran pasca mafia. (ELSAM 2006, halaman xiv-xviii)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Praktik di Indonesia&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Dalam konteks pemberantasan mafia hukum di Indonesia, ini bukan merupakan suatu hal yang mudah. Para Mafioso hukum sudah memasuki institusi Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Advokat, sampai pada politisi, parpol sampai pada pengusaha nakal. Kalau dinegara asalnya, para Mafioso yang memberikan informasi mengenai kejahatan yang dilakukan La Cosa Nostra dikejar dan dibunuh dalam pengertian yang sesungguhnya,  maka lain halnya di Indonesia. Para Mafioso yang melawan &lt;i&gt;omerta&lt;/i&gt; dan membuka kebobrokan institusinya yang korup, alih-alih mendapat perlindungan Negara,justru di incar dan dibunuh  alias dibungkam dengan berbagai  tuduhan kejahatan, baik yang dilakukan oleh nya maupun yang direkayasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa Endin Wahyudin, yang menelanjangi tiga hakim agung, yang menerima suap dan pelakunya adalah ia sendiri, harus mendekam dalam jeruji besi dengan pasal pencemaran nama baik, sementara ketiga hakim tersebut bebas berkeliaran tanpa rasa malu. Demikian juga yang diderita Komisaris jenderal  Susno Duaji yang membuka aib institusinya dalam kasus mafia pajak. Saat ini Susno terpaku dikursi pesakitan  sebagai terdakwa dengan tuduhan korupsi selama yang bersangkutan  menjabat Kapolda Jawa barat. (Akhir maret 2011, diputuskan hukuman tiga setengah tahun penjara dan Susno langsung naik banding.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Tidak kalah buruknya juga terjadi pada Gayus H.P Tambunan, Mafioso yang sepak terjangnya sangat luar biasa. Kendati telah memberikan semua informasi kepada Tim Independen Polri perihal kasus mafia pajak dan secara terang benderang Gayus telah bercerita di depan sidang pengadilan mengenai keterlibatan sejumlah petinggi Polri  dan kejaksaan dalam kasus tersebut, para penguasa kedua -institusi itu seolah buta dan tuli  untuk tidak memproses anak nuahnya. Kalau dalam kisah di atas Negara memberikan identitas palsu, kepada Mafioso yang mau bekerja sama dalam rangka melindunginya, maka berbeda di Indonesia, Gayus mendapatkan identitas palsu - - yang sudah pasti melibatkan aparat – untuk mempertahankan praktik mafia hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Disisi lain, instrument hokum kita tidak memadai untuk melindungi orang-orang seperti  Endin, Susno, dan Gayus. Ketentuan pasal 10  ayat (1) Undang-Undang  Lembaga Perlindungan Saksi  dan Korban, pada hakikatnya menyatakan bahwa saksi, korban dan pelapor tidak dapat dituntut secara hokum, baik pidana maupun perdata, atas laporan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya. Akan tetapi, ayat  (2) undang-undang tersebut berbunyi, "seorang saksi yang juga tersangka dalam kasus yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah  dan meyakinkan bersalah, tetapi kesaksiannya dapt dijadikan  pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Ketentuan ayat (2) sebenarnya bersifat  &lt;i&gt;contra legem, &lt;/i&gt; dengan ayat (1) nya.  Pada kenyataannya, ketentuan  ayat (2) ini yang selalu dipakai aparat yang memproses para saksi kunci, sementara para pelaku kelas kakap tidak pernah tersentuh oleh hukum. Sayangnya ketika pasal 10 ayat (2) ini dimohonkan  pengujiannya oleh Susno Duaji, Mahkamah Konstitusi  menolak permohonan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Dimulai dari  "kepala." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Lalu bagaimana untuk  mengakhiri semua ini? Meminjam istilah Yang dikemukakan  JE Sahetapy  bahwa ikan yang busuk bukan berasal dari ekornya tetapi berawal dari kepala ikan, maka yang harus dibersihkan lebih dulu adalah para petinggi di Institusi penegak hukum. Presiden harus berani menon-aktifkan  mereka yang terlibat  dalam praktik mafia hukum dan mengusut tuntas semua kasus tersebut  meskipun harus menyeret para perwira berbintang di tubuh Polri,  para petinggi di Kejaksaan Agung, hakim-hakim korup termasuk advokat, politisi,dan pengsaha nakal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;     Bukan saatnya lagi Presiden bersembunyi dibalik   kata-kata "tidak mau melakukan intervensi hukum"  untuk melepaskan diri dari tanggung jawab pemberantasan mafia hukum.  Bukankah Presiden adalahg atasan langsung  Kapolri dan Jaksa Agung? Kalau Kapolri dan Jaksa Agung adalah para penegak hukum tertinggi di institusi masing-masing, maka Presiden sebagai kepala Negara adalah penegak hokum tertinggi di Indonesia. Sudah saatnya Presiden bertindak tegas  dengan membuang segala kebimbangan untuk memproses para mafia hokum, kecuali kala pemberantasan mafia hukum yang sering kali dikemukakan oleh Presiden hanya suatu retorika belaka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-7935551308343561035?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/7935551308343561035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/04/kisah-para-mafioso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/7935551308343561035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/7935551308343561035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/04/kisah-para-mafioso.html' title='Kisah Para Mafioso'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sr7zk8cLPKY/TZv_SzvF9OI/AAAAAAAAAJg/zjS3zoFpxzk/s72-c/Godfather.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-6670507748409990553</id><published>2011-03-23T11:41:00.003+07:00</published><updated>2011-03-23T11:57:47.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi ekonomi'/><title type='text'>Paradoks Perekonomian Kita</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-gDW-n8YuNYo/TYl8Kw6qIuI/AAAAAAAAAJc/wp51Yedjhns/s1600/Rupiah+vs+Dollar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-gDW-n8YuNYo/TYl8Kw6qIuI/AAAAAAAAAJc/wp51Yedjhns/s320/Rupiah+vs+Dollar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;KALAM ;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengan menghilangnya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN),yang merupakan Kebijaksanaan Pembangunan Nasional, pasca reformasi, terakhir 1993-1998, dan yang secara lima tahunan di evaluasi secara terukur, sesungguhnya banyak memberikan manfaat terhadap Trilogi Pembangunan yang pada  masa Orde baru dan  dikenal luas oleh masyarakat. Trilogi tersebut mencakup pengertian a)pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanya kemakmuran yang berkeadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, b) pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi,c) stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Empat belas tahun pasca reformasi perjalanan reformasi sungguh lamban. Dalam melakukan perubahan dari system otoriter ke demokratis, pembangunan  yang  semula  berbasis GBHN  dan yang ditetapkan melalui sidang umum DPR/MPR  berubah menjadi Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP) 2005 sd 2025. Arah kebijakan tersebut  secara bertahap dibagi di dalam Rencana Pembangunan Jangka menengah   lima tahunan, (RPJM.); namun sayang pemerintah tidak serta merta menyosialisasikannya terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat, berbeda denga masa pemerintahan Soeharto, di mana semua lapisan masyarakat termasuk perguruan tinggi, ikut urun rembug.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Bagaimana mungkin masyarakat tahu lebih jauh dan dapat memberikan pendapat, apabila misalnya jumlah investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang kelihatan jomplang antara Jawa /Bali sebesar 60,2% dengan Kalimantan sebesar 8,94%, dengan Penanaman Modal Asing (PMA), sebesar 91,77% untuk Jawa/Bali, dengan hanya 6,79 % untuk Sumatera (2008). Bukankah dalam konteks NKRI, satu untuk semua, semua untuk satu dalam perfektif keadilan bagi rakyat?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Penyusunan Sistem Perekonomian Nasional masih dalam tanda Tanya. Apakah gejala umum yang kita saksikan sejak Orde Baru, dimana system "mixed economy" belum dapat di identifikasi sebagai system yang mempunyai cirri-ciri yang khas Indonesia dan yang sepenuhnya dijiwai oleh amanat konstitusi?Apakah gejala liberalism, pasar bebas dan Neo-liberalisme yang ditandai dengan justifikasi 'pembisnisan' semua hal termasuk politik, hukum dan social budaya dilakukan dengan transaksi 'bisnis?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Masih terbukakah peluang untuk meletakkan dasar pemikiran pokok dibidang ekonomi, sebagai reformasi tersusunnya system ekonomi Pancasila atau system ekonomi konstitusional? Mengapa kebijakan Pasar Bebas dalam system liberalism kapitalistik yang gagal di Amerika masih juga dipaksakan diterapkan di Indonesia, justru pada saat sekarang contohnya, melepas harga Pertamax sesuai dengan keinginan pemodal asing di Indonesia?, bukankah Mahkamah Konstitusi (MK), telah membatalkan pasal 28 ayat 2 tentang pelepasan harga BBM ke pasar karena bertentangan dengan UUD 1945? Dimana rasionalitas dan konsistensi  para pemimpin bangsa?Di mana hak subsidi rakyat yang di jamin oleh pasal 33 UUD 1945?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Tulisan  Saudara A. Prasetyantoko  dibawah ini saya copy paste dari harian Kompas  tanggal 3 maret 2011, intinya bahwa sampai sekarang pemerintah yang mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi semakin meningkat, ternyata seiring dengan itu angka kemiskinan terus merangkak. Apalagi pasca pergolakan politik di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak melonjak tidak terkendali. Mungkinkah prediksi ekonom Indef, Ahmad Erani Yustika, benar, bahwa angka kemiskinan tahun 2011 mencapai level 14 %.(a.m.a).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Berbagai berita  bagus  terus  menyelimuti  perekonomian kita.  Baru saja  Fitch Ratings  menaikkan peringkat  &lt;i&gt;outlook sovereign&lt;/i&gt; Indonesia  dari BB (stabil)  menjadi BB+ (positif). Sebulan  sebelumnya , Moodys Investor Service  juga menaikkan  utang  domestic dan luar negeri  Indonesia menjadi Ba1  dari sebelumnya  Ba2.  Dua lembaga pemeringkat ini menempatkan  Indonesia  pada satu level dibawah  level investasi  (&lt;i&gt;investment grade&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Banyak pengamat menilai, tak lama lagi Indonesia  akan memperolehnya, seperti India  dan Brazil  yang sudah terlebih dahulu  mencapainya. Dengan begitu, lengkaplah mitos  tentang lima kekuatan ekonomi  dunia BRIIC (Brasil, Rusia, India, Indonesia, Cina).  Seberapa solidkah scenario yang pernah dilontarkan  Morgan Stanley ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pertengahan tahun lalu, Japan kredit Rating Agensy Ltd, bahkan sudah menempatkan Indonesia  pada level investasi  (BBB-). Bagi para investor pasar  financial, tentu ini berita bagus. Modal asing jangka pendek (fortofolio)  akan terus mengalir ke pasar keuangan kita, baik di pasar uang modal, maupun utang. Nilai tukar rupiah juga terus menguat  pada kisaran Rp.8.850 per dolar AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paradoksnya, daya saing produk ekspor- - terutama  komoditas primer - - turun karena rupiah terlalu kuat. Cadangan devisa terus  bertambah sementara  premi risiko investasi  akan menurun. Akhir tahun ini diperkirakan cadangan  devisa  120 miliar dollar AS. Perbaikan peringkat juga berpotensi  menurunkan suku bunga penerbitan  surat utang Negara yang sekarang masih 10 – 12  persen untuk jangka menengah . Dengan demikian, peningkatan peringkat akan  menambah amunisi moneter  sekaligus menekan biaya fiscal . Apa yang merisaukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkembangan perekonomian kita tentu perlu disyukuri. Kenaikan peringkat utang  akan membuat biaya  untuk  mendapatkan dana (&lt;i&gt;cost of capital&lt;/i&gt;)  lebih murah. Maka, logikanya, likuiditas untuk menggerakkan  perekonomian, terutama sector riil, juga akan semakin mudah. Benarkah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;Empat Paradoks &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Tampaknya hubungan  antara sector riil dan sector keuangan tidak selalu positif. Ada transmisi dan pola hubungan  rumit  di antara hubungan keduanya,  yang berkhir  dengan berbagai cerita  paradoks. Pertama, paradoks pertumbuhan. Pada 2010 pertumbuhan mencapai  6,1 persen, kuartak II  mencapai  6,6 persen. Ekonomi yang tumbuh  memberi ruang bagi peningkatan kesejahteraan  masyarakat.  Namun, benarkah kesejahteraan meningkat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Dilihat dari pendapatan per-capita, itu mungkin terjadi , tetapi kesenjangan juga semakin lebar.  Indeks Gini yang mengukur tingkat  distribusi pendapatan  cenderung meningkat,  sementara indeks pembangunan manusia  tidak menunjukkan perbaikan  berarti (peringkat ke 108 pada 2010).  Maka pertumbuhan ekonomi disatu sisi menimbulkan kesenjangan, di sisi lain  secara sektoral, telekomunikasi, jasa, perdagangan, keuangan  tumbuh pesat, tapi manufaktur, pertambangan  dan pertanian, justru  semakin menyusut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kedua, paradoks daya saing. Meskipun kaya sumber daya alam dan manusia, daya saing Indonesia  tidak meningkat  secara signifikan.  Menurut survey indeks  daya saing dunia peringkat kita memang  meningkat ke-posisi  ke-44 tahun 2010, tetapi sejatinya tak ada perubahan  mendasar untuk  menjalankan usaha di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Indeks ilklim usaha  (doing business indeks) 2011 justru merosot keposisi ke-121 dari posisi ke-115 tahun sebelumnya. Banyak lembaga investasi menyatakan  Indonesia memiliki keuntungan demografi (demographic dividen) sehingga tahun 2025  bisa menjadi salah satu Negara  dengan tingkat produktivitas  tertinggi di dunia.  Ini karena rasio orang  usia produktif  terhadap orang yang tidak bekerja  cukup tinggi.  Pertanyaannnya, sudahkah kita  menyiapkan sumber daya menusia agar keuntungan demografi itu  menjadi  kenyataan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Belum lagi  soal sumber daya alam  yang hancur karena  pilihan strategi ekspor komoditas primer yang tidak tepat. Bagaimana mungkin pabrik yang  berdiri di Kalimantan  kekurangan listrik? Bagaimana mungkin anggaran Indonesia  yang kaya minyak ini  babak belur karena minyak di pasar dunia  naik mendekati 120  dollar AS per barrel?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketiga, paradoks sector usaha.  Merujuk pada undang-undang  Nomor 20 tahun 2008 tentang definisi usaha  mikro, kecil, dan menengah, hanya ada 0,01 unit usaha besar  di  Indonesia.  Namun, mereka menyumbang  41,83 persen produk domestic bruto (PDB) dan  82,98 persen ekspor. Meski kecil,  perannya  sangat besar dalam perekonomian kita, Sementara 98,88 persen unit usaha yang bersifat mikro kesulitan mencari sumber dana. Sektor usaha menengah di Indonesia  sangat kecil, hanya sekitar 0,88 persen. Padahal perekonomian yang kuat  dan kompetitif umumnya  ditopang oleh usaha menengah yang kokoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Keempat, paradoks likuiditas.  Meskipun likuiditas melimpah, perekonomian Indonesia mengalami  disintermediasi. Dunia usaha kesulitan mendapatkan  pinjaman bank dengan bunga 12 – 14 persen, sementara instrumen  pendanaan lain belum popular. Jadi, ada persoalan pendalaman sector  keuangan ( &lt;i&gt;financial deepening&lt;/i&gt;) dan inklusi  finacial ( &lt;i&gt; financial&lt;/i&gt;&lt;i&gt; inclusion&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ratio deposito perbankan   terhadap PDB pada 2009  hanya sekitar 0,33 persen, padahal di Vietnam  sudah  0,98 persen dan Thailand 0,79 persen.  Di ukur dari tingkat pinjaman sector swasta dari bank umum terhadap PDB, rasionya juga masih relative kecil, yaitu sekitar   0,28 persen. Bandingkan  dengan Vietnam yang sudah 1,10 persen dan Thailand 0,73 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jawaban politik   &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbagai paradoks yang mengemuka  tentu bias menimbulkan persoalan moral, termasuk apakah pemerintah  bias dikatakan bohong. Secara teknis  paradoks tersebut akan menyulitkan kalkulasi  untuk menaikkan peringkai Indonesia  pada &lt;i&gt;investment grade&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perekonomian Indonesia memang penuh potensi, tetapi juga penuh paradoks. Maka bagi lembaga pemeringkat, salah satu  pertanyaan kuncinya adalah apakah berbagai indicator makro - - pertumbuhan , inflasi, suku bunga, cadangan devisa, nilai tukar, dan rasio utang - - membuat iklim dunia usaha  di Indonesia  membaik? Jika begitu, rasio pajak pada PDB akan meningkat. Kenyataannya rasio pajak kita tidak pernah naik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk mengatasi berbagai paradoks  perekonomian tersebut, diperlukan konsensus  politik berupa perencanaan ekonomi yang konsisten dijalankan. Tanpa keberanian politik, perekonomian kita  akan tetap dipersimpangan jalan.  Mulai dari pembangunan infrastruktur, ketersediaan sumber daya energy, perbaikan transmisi  kebijakan keuangan, hingga soal pemerataan ekonomi, semua  membutuhkan kekuatan politik untuk menjawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan-jangan berbagai paradoks perekonomian berakar  pada paradoks politik. Meski mendapat dukungan mayoritas pemilih, pemerintah justru  membiarkan diri terkatung-katung dalam koalisi yang tidak jelas!        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-6670507748409990553?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/6670507748409990553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/03/paradoks-perekonomian-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6670507748409990553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6670507748409990553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/03/paradoks-perekonomian-kita.html' title='Paradoks Perekonomian Kita'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-gDW-n8YuNYo/TYl8Kw6qIuI/AAAAAAAAAJc/wp51Yedjhns/s72-c/Rupiah+vs+Dollar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-6047743518170304768</id><published>2011-02-28T11:49:00.005+07:00</published><updated>2011-03-23T12:01:31.726+07:00</updated><title type='text'>Dialog-Dialog Kritis  Jurgen  Habermas</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ujKEnGy85y8/TXLUgiB7prI/AAAAAAAAAJY/pEyPKKUtK_g/s1600/Habermas_pic.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ujKEnGy85y8/TXLUgiB7prI/AAAAAAAAAJY/pEyPKKUtK_g/s200/Habermas_pic.jpg" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kalam;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pada abad ke-20 ini barangkali &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;tidak ada seorang filsuf pun  yang bisa menandingi popularitas  Jurgen habermas. Ketenaran Herbert Marcuse, seniornya di  mazhab Frankfurt, boleh dibilang 'tidak seberapa' bila dibandingkan  dengan kemasyhuran Habermas. Popularitas  dan gagasan Marcuse hanya terbatas di Eropa Barat dan Amerika pada era 1960-an dan 1970-an, lalu berakhir tatkala  "sang nabi"menolak ikut dalam suatu proyek rencana  aksi. Gagasan Marcuse mengenai "manusia satu dimensi"dan masyarakat industry modern pun kini mulai dilupakan orang.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Habermas tak Cuma dikenal di Eropa dan Amerika. Namanya merambah secara global hingga ke Asia dan Australia. Gagasannya sangat memikat minat dikalangan luas dan diperbincangkan dalam wilayah tak terbatas, apakah itu universitas-universitas, pusat-pusat kebudayaan, lembaga-lembaga penelitian, kantor-kantor LSM, atau kedai-kedai (café) kopi tempat para seniman berkumpul. Publikasi tulisannya pun beredar dimana-mana dan dalam berbagai bahasa pula - - termasuk dalam bahasa Indonesia. Maka tak aneh jika cukup banyak muncul komentator atau 'ahli' tentang Habermas- - termasuk dari Indonesia (F.Budi hardiman dan Franz magnis Suseno).&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Habermas dikenal sebagai filsuf yang rajin berdialog dan berdebat mengenai berbagai perihal dengan para filsuf dan pemikir sezamannya. Misalnya, sekadar beberapa contoh, perdebatan 'Rasionalisme Kritis' dengan (Karl R. popper dan Hans Albert), diskusi "Harmeneutik" (dengan Hans-Georg Gadamer), dan kritik terhadap "Dekonstruksi dan Post Modernisme" (dengan Jacques Derrida). Meski kini orang sedang gandrung pada gerakan Post modern, kejayaan Habermas belum berakhir. Itu sebabnya, menjelang akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, kita barangkali bias menyodorkan pertanyaan: mungkinkah ia menelorkan pemikiran-pemikiran baru, atau ia akan merevisi ulang ide-ide terdahulu yang pernah dihasilkannya?&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Tulisan di atas adalah kalam enam dari Naskah asli,  Buku "menggugat Ideologi abad ke XX"; Kritik Atas Pembangunan Manusia, yang pernah diterbitkan Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, (1997), ditulis oleh Alm. Ricardo I. Yatim, sahabat alumnus Fak. Filsafat UGM, yang juga wartawan Majalah Matra. Saya masukkan kedalam Blog ini untuk memperkaya visi para pemikir-pemikir kemanusiaan untuk masa depan bangsa.(a.m.a)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Magnis Suseno mengemukakan komentarnya bahwa tak dapat diragukan lagi  habermas merupakan filsuf terpenting  dewasa ini. Selama 20 tahun  lebih pemikiran –pemikirannya dibicarakan di fakultas-fakultas filsafat  Eropa. Dan sejak tahun 1970-an  karya-karyanya semakin banyak diterjemahkan. Pendapat lain datang  dari Thomas McCarthy, yang mengatakan bahwa tidak ada bidang kemanuasiaan atau ilmu-ilmu social yang tidak merasakan pengaruh pemikiran Habermas.  "Dia adalah master, baik dalam keluasan maupun kedalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Konntribusinya pada filsafat  maupun psikologi, ilmu politik dan sosiologi, serta sejarah ide-ide dan teori social  dibedakan bukan hanya dalam keleluasaan atas bidang itu, melainkan dengan kesatuan  perspektif yang termuat di dalamnya."  Demikian ditulis McCarthy, seorang komentator  dan spesialis tentang Habermas. Akhirnya, komentar George Lichtheim agaknya layak dikemukakan disini. Menurut  Lichtheim, tidak mudah untuk menilai karya seorang sarjana  yang punya kemampuan  yang membentang  dari logika ilmu pengetahuan  hingga sosiologi pengetahuan,  melalui Hegel, Marx, dan tradisi metafisika Eropa.  "Ketika banyak kawan  sejawatnya disudutkan pada satu bidang, ia menjadikan dirinya  sebagai penguasa  segala bidang…"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Riwayat Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Jurgen Habermas  lahir pada tanggal 18 juni 1929 di  Dusserdorf, Jerman, dan dibesarkan di Gummersbach. Ia berasal dari golongan menengah atas. Ayahnya sempat menduduki  jabatan kepala Jawatan perdagangan dan industry. Tatkala Perang Dunia ke II berakhir, Ia - -saat itu berusia 15 tahun - -mengalami guncangan luar biasa atas adanya penemuan yang mengerikan  akibat rezim nazi.  Hal ini ternyata membekas dalam dirinya, bahkan kerap menjadi sentral  karya-karyanya. Habermas menulis , "Pada usia 15 atau 16 tahun, saya duduk di depan radio  dan merasakan apa  yang sedang diperdebatkan di pengadilan Nuremberg. Sedangkan yang lain....mulai mempersoalkan keadilan  pemeriksaan pengadilan, masalah-masalah procedural dan yurisdiksi, disitulah pertama kali muncul jurang  yang masih menganga....saya  tidak menutup diri pada fakta ketidakmanusiawian yang disadari secara kolektif dalam kadar yang sama dengan mayoritas  mereka yang lebih tua dari saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pada tahun 1949 Habermas masuk Universitas Gottingen dan mendalami bidang  susastra jerman, ekonomi, psikologi, sejarah dan  filsafat (antara lain pada filsuf Nicolai  Hartmann). Ia  sempat tercatat sebagai  anggota  Partai Sosialis nasional, terutama gara-gara hangatnya perdebatan tentang persenjataan  kembali di Jerman.  Gelar Doktor filsafat diraihnya pada tahun 1954 dari Universitas Bonn, setelah ia menyelesaikan disertasi  berjudul  &lt;i&gt;Das Absolute Und  Die Geschichte&lt;/i&gt;. Dua tahun kemudian ia bergabung dengan mazhab Frankfurt  dan  mejadi asisten  Theodore W. Adorno  sampai tahun 1959. Pada  tahun-tahun awal di Mazhab  Frankfurt, Habermas menyiapkan  &lt;i&gt;habilitationsschrift&lt;/i&gt;  berjudul &lt;i&gt;Strukturwandel der offenlichkeit&lt;/i&gt; agar bias mengajar di Universitas. Ia  sempat mengajar  filsafat di Universitas  Heidelberg (1961 – 1964) sebelum menggantikan  Max Horkheimer dan Adorno sebagai guru besar  sosiologi dan filsafat di Universitas Frankfurt (1964 – 1971). Pada saat yang sama. Ia juga sempat  menjadi dosen  di universitas  J. von  Goethe di Frankfurt am Main.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Seperti anggota Mazhab lainnya, habermas sangat popular dikalangan  mahasiswa dan   Sozialistischer Deutsche  Studentbund. Karena gerakan protes mahasiswa  pada  tahun 1960-an itu  mulai memakai kekerasan, ia mulai melancarkan kritik. Akibatnya, seperti Horkheimer  dan Adorno,  ia mengalami  konflik  dengan para  mahasiswa. Ia  sering didemonstrasi  dan menerima banyak gangguan  dari mahasiswa saat  mengajar. Karena tidak kerasan  diteror  terus menerus, pada  tahun 1971  Habermas menerima tawaran  untuk  bekerja  sebagai peneliti  di Max Planck Institut   di Stanberg. Setahun kemudian  ia diangkat  sebagai direktur  institute itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Disitu ia terus mengintensifkan  studi tentang ilmu-ilmu social dan merekonstruksi teori  kritis sebagai  teori komunikasi. Pada bulan september 1980 Habermas  menerima Adorno Prize di Frankfurt. Dalam pidato ilmiah berjudul  &lt;i&gt;Die modern  ein Unvollendetes  Projekt, &lt;/i&gt;ia melancarkan kritik awal atas merebaknya isu postmodernisme yang dicetuskan Jean-Franqois Lyotard  setahun sebelumnya. Pada tahun 1982, setelah serangkaian  perdebatan dengan kolega-koleganya, Habermas  mengundurkan diri sebagai direktur  Max  Planck Institut  dan kembali mengajar di Universitas Frakfurt  sampai  sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Beberapa karya penting Habermas  perlu disebut di sini. &lt;i&gt;Theorie  und praxis (1963) memuat naskah-naskah teoritis&lt;/i&gt; tentang para teoritikus social dan politik klasik dan  kontemporer. Kemudian, pada tahun 1967, ia menulis  &lt;i&gt;Zur  Logik der Sozialwisshenschaften&lt;/i&gt;, yang berisikan perdebatan dalam ilmu-ilmu social  kontemporer.  Lalu, ia  menulis  &lt;i&gt;Erkenntnis  und  interese&lt;/i&gt;  (1968), mengenai  pengetahuan  dan kepentingan, yang menjadi topic utama tulisan  saya   pada  naskah ini. Tulisan  itu merupakan naskah pidato  Habermas, sesaat setelah  ia  dikukuhkan  sebagai guru besar di Universitas  Frankfurt pada  28 juni 1965. Beberapa  tulisan lainnya misalnya  &lt;i&gt;Toward a Rational  Society&lt;/i&gt; (1968), &lt;i&gt;Technik  und&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Wissenschaft als 'ideologie'&lt;/i&gt; (1968), yang sudah di indonesiakan, &lt;i&gt;Arbeit-Erkenntnis-Forschritt&lt;/i&gt;  (1970) dan &lt;i&gt;Hermeneutik und  Ideologiekritik&lt;/i&gt; (1971). Buku-buku Habermas  era 1980-an  antara lain  Die Moderne  ein Anvollendetes project (1980),  &lt;i&gt;Theories des  Kommunikativen Handelns&lt;/i&gt;  (1981), yang disebut-sebut  sebagai  karya  &lt;i&gt;Magnum Opus-&lt;/i&gt; nya  dan  &lt;i&gt;Nachmetaphysisches  Denken&lt;/i&gt; (1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Filsafat Jurgen Habermas  meliputi wilayah perbicangan yang sangat luas, kaya, dan  amat berwarna. Boleh dikatakan  hampir  semua tema filsafat keluar dari gagasan-gagasannya. Ia menyintesiskan  pikiran  para filsuf  terdahulu sebagai upaya untuk menyusun landasan  filsafat kritisnya. Proyek ini dimaksudkan  agar menghasilkan  suatu tujuan praktis  bagi masyarakat.  Itu  sebabnya  gagasan Habermas cukup  banyak bersentuhan  dengan macam-macam  aliran filsafat. Dan akhirnya, sebagaimana telah  disinggung di atas, ia  juga melakukan aneka ragam  perdebatan  dan dialog kritis dengan  para pemikir dan filsuf  sezamannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Melawan Hans Albert, Hebermas melanjutkan  apa yang disebut perdebatan "Rasionalisme Kritis"  versus  "Teori kritis".  Diskusi tentang metodologi  dan epistemology (positivisme) mula-mula  dilancarkan Popper dan Adorno pada bulan  oktober 1961 di Tubingen , Jerman. Pertemuan itu diselenggarakan  &lt;i&gt;Deutsche  Gesellschaft  fur Soziologie&lt;/i&gt;, yang diketuai Ralf Dahrendof, dengan menampilkan  penceramah popper  dan penanggap Adorno.  &lt;i&gt;Positivismusstreit  &lt;/i&gt;ini mempersoalkan  metode dalam ilinu-ilmu social. Di satu pihak, Popper  dan Albert menuduh  Teori kritis  sebagai teori  yang totaliter dan penuh mitos; sedangkan dipihak lain, Adorno dan  Habermas  menganggap   Rasionalisme Kritis sangat positivistis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Perdebatan dengan Gadamer&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Disitu  diperlihatkan bagaimana pentingnya hermeneutic dipakai sebagai landasan bagi teori-teori ilmu social.  Habermas mengkritik  anggapan Gadamer atas otoritas  mengenai sifat hermeneutic yang universal. Sedangkan gadamer  sendiri  menolak pengandaian  Habermas antara tradisi  cultural dan factor-faktor real yang menentukan kehidupan. Kemudian, diskusi yang masih hangat  adalah perdebatan Habermas dalam rangka postmodernisme - - - baik dengan  Lyotard dan Richard Rorty maupun dengan Michel Foucault dan Derrida. Postmodernisme, yang mendapat inspirasi  dari Freidrich Nietzsche, Martin Heidegger, dan dialektika pencerahan mazhab Frankfurt, cukup lantang menentang  rasionalitas modern dan emansipasi. Hal ini berarti sekaligus melancarkan serangan terhadap revisi terhadap masyarakat  industry modern  Habermas yang menyarankan masyarakat komunikatif. Menanggapi postmodernisme, Habermas dalam essay  berjudul; Modernity; an incomplete Project (1980) mengemukakan  bahwa teori post modern merupakan satu bentuk serangan atas modernitas. Ia juga menyatakan bahwa ideology yang menjadi kekhasan berbagai kelompok irasionalitas dan estetis bertentangan dengan teori-teori zaman pencerahan. "Postmodernisme secara pasti menghadirkan  diri sebagai antimodernitas," tulis Habermas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Masalah utama yang dihadapi Habermas ialah Teori kritis sebagai teori yang bermaksud praktis, yakni memberikan suatu landasan rasional agar tidak menjadi ideologis.  Karena itu, perlu dilihat hubungan antara kepentingan dan pengetahuan, antara teori dan praxis, dan - - sehubungan dengan teori dan praxis itu - - perlu ada suatu basis yang rasionalistis. Hubungan antara kepentingan  dan pengetahuan harus merupakan dasar antropologis bagi kegiatan manusia. Di sini Habermas membedakan tiga macam kepentingan dalam aktivitas keseharian manusia, masing-masing menjadi landasan (ilmu) pengetahuan, yaitu kepentingan teknis, kepentingan praktis dan kepentingan emansipatoris. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pertama, manusia bekerja untuk mempertahankan  eksistensinya. Di situ, ada kepentingan untuk  mencari pengatahuan supaya memungkinkan  manusia mengontrol dan memanipulasi alam semesta. Kepentingan ini disebut sebagai  "kepentingan teknis". Hubungan dengan kepentingan ini ialah pengetahuan empiris –analitis, ilmu-ilmu alam  yang mencari hukum-hukum yang pasti (nomologis). Kedua, antara sesama manusia ada interaksi social yang terjadi dalam kontak komunikasi lewat bahasa (symbol). Kepentingan ini disebut sebagai "kepentingan praktis". Kepentingan ini menciptakan pengetahuan untuk mengatur hubungan  komunikasi intersubjektif , yakni pengetahuan historis hermeneutis seperti ilmu sejarah yang bertujuan untuk menagkap makna. Dan ketiga, manusia mau menentang segala sesuatu yang dipaksakan kepadanya. Itu sebabnya Habermas mengkhususkan kepentingan ini dalam kelompok pengetahuan tindakan; membantu manusia dalam bertindak bersama. Hal ini disebut sebagai ´kepentingan  emansipatoris" atau "kepentingan pembebasan diri". Kepentingan ini berhubungan dengan pengetahuan (ilmu-ilmu) reflektif, seperti filsafat , bidang psikologi (psikoanalisis), dan kritik ideology. Habermas juga memasukkan ilmu ekonomi, sosiologi, dan politik. Metode dasar ilmu-ilmu ini ialah refleksi kritis atas sejarah dan subjek kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam masyarakat industry modern, semua bidang kehidupan berada dibawah kepentingan teknis. Itu sebabnya, menurut Habermas, perlu ada suatu cara  untuk membongkar 'ideologi' itu (Marcuse menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi ideology). Memang, Habermas mau meneruskan dasar-dasar Teori Kritis yang mandek dan jatuh pada pessimistis (Horkheimer, Andorno, dan juga Marcuse). Habermas  meninggalkan pendahulu-pendahulunya yang selalu berbicara dalam tataran yang abstrak. Maka, untuk mengahadapi stagnasi tersebut, ia mencangkan suatu cara refletif atas sejarah pengalaman manusia. Lewat refleksi ini, manusia menyadari bahwa dirinya selalu terncam dan berada dalam saatu system yang penuh dengan tekanan dan paksaan. Melalui kesadaran emansipatoris inilah manusia baru bias  keluar dari  ketertindasan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Menurut Habermas, dalam tradisi filsafat, hubungan anata teori dan praktek selalu berkaitan dengan hal-hal yang baik, adil, dan benar, dan dengan kehidupan individu dan masyarakat, baik perorangan maupun kolektif. Namun pada abad ke-18 filsafat sejarah mulai mengembangkan dimensi praxis kehidupan yang terarah secara teoritis. Sejak itu, teori yang mengarah ke praxis kehidupan, dan yang bergantung pada hal itu, tidak lagi menggunakan institusi  dan esensial alami. Teori sibuk dengan tujuan pengembangan spesies manusiawi yang rumit, yang senantiasa menjamin diri sendiri, dan seakan-akan ditakdirkan menjangkau esensinya; kemanusiaan! Apa yang tersisa adalah tuntutan teori untuk memberikan orientasi tambahan pada kebenaran. Namun, keinsyafan  akan kehidupan yang rasional semakin meluas, dengan dunia sebagai poros. Praxis diperluas sampai tahapan emansipasi. Praxis rasional diberi tafsiran sebagai suatu kebebasan  secara eksternal. Maka, sebagai teori yang dituntun, keputusan ini menyebutnya  "pencerahan", sebuah teori pencerahan kritis; ia mengandaikan pengalaman spesifik, sebagaimana diuraikan  hegel dalam &lt;i&gt;Phenomenology of Mind&lt;/i&gt;, persis seperti psikoanalisis Freud - -  yaitu pengalaman emansipasi lewat pandangan kritis terhadap hubungan-hubungan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Positisme  VS Dogmatisme&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Akal dalam kontoversi antara kritik dan dogmatism bersikap memihak. Pada setiap tahapan emansipasi, akal senantiasa menang. Pada corak akal praktis semacam ini, pandangan dan pengertian yang tegas pada kebebasan bertemu secara reflektif. Refleksi pada level yang lebih tinggi berkonsidensi  dengan tahapan lanjut dalam kemajuan. Pelepasan kearah otonomi  individual, penderitaan, dan pelipat gandaan kebahagiaan akal menentang dogmatism. Ia tidak mendeteksi saat pengambilan keputusan  ini sebagai hal  di luar lingkungannya, karena keputusan-keputusan  subjek secara rasional diukur sebanding dengan keputusan objektif yang dibutuhkan menurut kecenderungan akal. Sebab, akal  belum mengingkari kehendak untuk menjadi rasional. Konstelasi dogmatism, akal, dan keputusan telah berubah lebih jauh lagi sejak abad ke-13; dimana ilmu-ilmu positif menjadi kekuatan  produktif dalam perkembangan social. Maka, sebagaimana peradaban kita yang secara berangsur semakin ilmiah, dimensi di dalam teori yang mengarah  ke praxis tersusun secara konsisten. Hukum-hukum reproduksi menuntut satu masyarakat industry maju  yang mencari kelangsungan hidup pada alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Ilmu pengetahuan, teknologi, industry, dan administrasi saling mengisi dalam suatu proses melingkar. Sehingga, hubungan teori dan praxis hanya dapat menerangkan dirinya sebagai penerapan rasional dan aplikasi teknik yang sudah  dijamin oleh ilmu-ilmu empiris. Ilmu-ilmu empiris dan analitis ini menghasilkan rekomendasi teknis, meski tidak menawarkan  jawaban atas persoalan praktis.  Tuntutan ini dimana  teori tetap bertalian dengan praxis akhirnya menjadi cukup meragukan. Emansipasi dengan jalan pencerahan diganti dengan instruksi agar bisa mengontrol proses objektif atau proses yang diobjektifikasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Teori yang secara social cukup efektif tidak lagi  mengarah kepada kesadaran akan keberadaan  manusia  yang hidup dan membahas berbagai soal bersama-sama, tetapi kepada perilaku hidup manusia yang kerap menyesatkan. Sebagai suatu kekuatan produktif dalam perkembangan  industrial, ilmu pengetahuan memang  mengubah basis kehidupan  manusia, meski ia tidak lagi menjangkau secara kritis. Kesulitan utama dalam soal hubungan teori dan praxis tidak timbul dari fungsi baru ilmu pengetahuan sebagai satu kekuatan teknologis. Namun, dari kenyataan, kita sudah tidak mampu membedakan antara kekuasaan teknis dan kekuasaan praktis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebenarnya suatu peradaban yang dilukiskan demikian ilmiah tak luput dari  persoalan –persoalan praktis; sehingga akan muncul bahaya yang unik  jika proses "pengilmiahan" telah melampaui batas  persoalan teknis, tanpa menyimpang dari  level refleksi  atas rasionalitas  yang membatasi horizon teknologis. Maka, tempatnya diambil alih oleh usaha menguasai control teknis atas sejarah  dengan menyempurnakan  administrasi. Manakala teori masih bertalian dengan praxis dalam arti yang murni, teori itu memberikan  gambaran pada masyarakat sebagai suatu system tindakan  dari kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Manusia  yang berkomunikasi lewat bahasa harus melaksanakan  pergaulan social dalam konteks komunikasi yang disadari.  Melalui  komunikasi  ini  mereka harus membentuk dirinya menjadi subjek kolektif yang utuh. Nasib suatu masyarakat yang  secara kaku dirasionalisasi  berubah menjadi  bagian-bagian yang hilang  sebagai keseluruhan dari  penggarapan, pemupukan  rasional, yang sangat diperlukan. Dipihak lain, teori yang mengacaukan control dengan tindakan  tidak sanggup lagi membawakan  perspektif tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam masyarakat industry maju, riset, teknologi, produksi, dan administrasi  telah bergabung menjadi suatu system  yang tidak bias diteliti sebagai satu keseluruhan. Sebab, system itu saling bergantung secara fungsional.  Kita berhubungan dengan system itu  dengan cara yang khas;  intim, tapi sekaligus terasa asing. Di satu pihak, kita secara  eksternal dibatasi oleh  basis ini dengan kerangka kerja organisasi dan belenggu barang-barang konsumsi; dipihak lain, basis ini luput dari pengetahuan dan bahkan refleksi kita. Tentunya paradoks  dalam perkara satu ini  hanya  dikenal lewat teori  yang berorientasi  praktek, meski paradoks itu sudah sedemikian  terang. Pertumbuhan dan perubahan  masyarakat yang deterministis ditentukan oleh rasionalitas proses-proses riset yang ekstrem, subjek pada pembagian kerja, dan kurangnya akar peradaban kita, sekarang, telah menjadi ilmiah  dalam pengetahuan dan kesadaran warganya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Habermas menegaskan,  sebelum paham positivism lahir, pengetahuan kritis selalu  bertautan dengan orientasi ilmiah  yang sedang beraksi. Pengetahuan alam  (fisika dalam pengertian klasik) memiliki peranan dengan praxis (dengan etika dan politik). Namun,  setelah ilmu-ilmu empiris ini muncul, sejak Galileo  Galilei, pengetahuan mencapai  kesadaran diri pada positivism.  Kemudian, setelah filsafat analitik, yang diilhami "lingkungan wina"  (termasuk Charles S  Peirce dan Jhon dewey), pemahaman pengetahuan  menyesuaikan diri  menurut syarat-syarat  filsafat ilmu - -  khusus pada karya –karya  Rudolp Carnap dan Popper. Kini ilmu-ilmu modern yang diakui  harus sesuai dan  sarat dengan pernyataan – pernyataan tentang  kesamaan-kesamaan empiris. Hukum-hukum hipotetis yang diperoleh dari  hubungan deduktif di antara pernyataan-pernyataan eksperimen  yang terkontrol selalu berkaitan dengan variabel-variabel  empiris yang bisa diterima pengalaman  secara intersubjektif. Itu  sebabnya, menurut Habermas,  hukum-hukum universal seperti ini  selalu dipakai untuk penjelasan teoritis yang membolehkan  adanya pengertian causal  mengenai sebab akibat. Cara ini memungkinkan adanya perkiraan  tentang  hubungan causal terhadap teori-teori eksperimental. Aplikasi prediktif ini  memperlihatkan  bagaimana  kepentingan pengetahuan  bisa  memantau ilmu-ilmu  generalisasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rasionalisme dan Kritisisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Habermas juga&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menjelaskan  bagaimana  fungsi pengetahuan dalam  ilmu modern  harus dipahami dalam  hubungannya  dengan system kerja social, yaitu memperluas dan merasionalisasi  kemampuan control teknis  atas objek-objeknya. Pengetahuan yang  diakui  menjadi ilmu empiris ini menurunkan fungsi lain; hasil kritis  (&lt;i&gt;critical achievement&lt;/i&gt;). Jika ilmu-ilmu empiris ini mendapat hak monopoli dalam menuntun tindakan rasional, semua tuntunan lain  yang mengajukan orientasi ilmiah  bagi tindakan harus ditolak. Metodologi  ilmu-ilmu empiris secara diam-diam mengakar ke dalam kepentingan koqnitif-teknis yang menyingkirkan semua kepentingan lainnya. Akibatnya semua hubungan dengan kehidupan praxis bias dirancang menurut slogan  netralitas-etis atau bebas nilai. Sesuai dengan prinsip filsafat ilmu, masalah-masalah empiris yang tidak dapat diajukan  dan dipecahkan dalam bentuk tugas teknis tak bisa  mengharapkan suatu jawaban  teoritis yang dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari semula seluruh persoalan praktis tidak bias dijawab  sampai tuntas  melalui preskripsi teknis.&amp;nbsp;Jenis ilmu pengetahuan yang diakui lewat hampiran positivistis adalah yang tak sanggup menyelidiki persoalan-persoalan demikian  secara rasional. Lewat criteria ini, teori-teori yang walaupun memberikan penyelesaian  atas persoalan demikian dapat dicap dogmatism. Tujuan kritik ideology  mau menanggapi semua pernyataan dogmatis dengan  tesis yang menyatakan  bahwa problem-problem praktis tak bias diperbincangkan secara meyakinkan. Kata magis yang bebas dari pesona dogmatism  adalah "keputusan", yaitu keputusan yang dengan susah payah  terpisah dari akal budi; persoalan praktis tidak "sanggup mencapai kebenaran". Filsafat nilai tidak lagi mengalami  acuan makna yang sudah terpisah dari konteks kehidupan  sebagai etika nilai objektif, yang menjadi  kehidupan ideal, yang mentransendir pengalaman-pengalaman nyata. Ia begitu menuntut untuk menyatakan  kembali eksistensi orde-orde  nilai (Max Weber) dan kekuatan iman (&lt;i&gt;glaubensmachte),&lt;/i&gt; atau sebagaimana ajaran Karl Jaspers dalam suatu lingkungan mulia di atas sejarah.&amp;nbsp;Namun menurut Habermas, pengetahuan yang terkontrol secara ilmiah  tidak dapat semata-mata dilengkapi dengan pengetahuan  intuitif. Keyakinan filosofis  merupakan jalan tengah  antara komimen murni dan pengertian rasional. Ia harus mengabdikan diri pada salah sati diantara orde yang bersaing tanpa menghilangkan kebercampuran  orde tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam kritik ideology, pemahaman diri dalam bentuk primitive berusaha meniadakan  proyeksi - - seperti yang berkembang sejak Ludwiq Feurebach  hingga Vilfredo Pareto. Kritik ideology hanya sesuai bila terjadi perbedaan  mendasar atas pembentukan realitas secara ilmiah dari   "bentuk pandangan dunia yang sarat nilai  yang mencari penafsiran tentang  dunia dan penafsiran diri  tentang manusia."  Usaha-usaha mencerahkan  kesadaran itu mengajukan satu tuntutan untuk mendemonstrasikan  rasionalitas. Itu sebabnya kritik ideology menutup diri dari kemungkinan mempertahankan  ikhtiar-ikhtiarnya secara teoritis. Sebagai kritik, niscaya ia tidak  membentuk realitas, tidak menghasilkan teknik baru, dan paling banter mencegah agar teknik tidak salah kaprah atas nama teori  yang melulu tidak dibuktikan.  Maka, pertanyaan yang muncul adalah dari sumber apa  kritik ini memperoleh kekuatannya, terutama jika akal budi  yang terpecah  dari komitmen harus benar-benar bersih  dari  kepentingan apapun  dalam emansipasi kesadaran  dari hambatan dogmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Tentu saja ilmu harus melaksanakan  fungsi pembenarannya  sebagai pengetahuan atau, katakanlah, mengakui diri sendiri sebagai sebuah nilai.  Fungsi  ini dilaksanakan oleh kritik ideology  dengan mengadakan pemisahan  antara "usaha mengetahui" dan "komitmen."  Tetapi ilmu dalam fungsi pengetahuan kritis yang menyerang dogmatism pada level positivistis  hanya mungkin terjadi dalam bentuk  ilmu yang merefleksikan diri sendiri  dan menghendaki  dirinya  sebagai tujuan.  Jadi, lagi-lagi semacam akal  budi yang dipercaya, kemungkinan yang dibenarkan dari apa yang justru ditolak kritik ideology. Jika ilmu menyangkal pembenaran rasional, perselisihan antara  akal budi  dan dogmatism  tetap merupakan masalah  opini dogmatis; yakni ketidakmungkinan untuk menjelaskan dogmatism tidak diakui sejak awal.  Di balik dilemma ini  terbentang masalah bahwa kritik ideology secara diam-diam  harus mengandaikan  sesuatu yang justru diserang  sebagai dogmatis, yakni titik pertemuan  akal budi dengan komitmen konsep rasionalitas yang  menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Konsep rasionalitas yang   tersembunyi ini dipahami secara berbeda, bergantung kepada apakah  refleksi yang menggerakkannya  semata-mata diyakinkan  dengan nilai teknik-teknik ilmiah  atau juga dengan makna  emansipasi ilmiah  bagi otonomi yang matang. Jadi, apakah kritik ideology  pada level pemahaman digerakkan oleh suatu kepentingan  dalam ilmu-ilmu  empiris  yang berkembang dalam pengetahuan  teknis, atau pada level akal budi  digerakkan oleh suatu kepentingan pada pencerahan. Positivisme kurang mampu  membedakan  kedua konsep rasionalitas ini, tak sebagaimana ia mampu menyadari  bahwa dirinya sendiri meliputi apa yang justru ditentangnya secara eksternal akal budi yang dapat dipercaya. Namun, hal ini, atau dalam pemilahan pokok antara kedua bentuk ini, tergantung pada hubungan teori dan praxis dalam peradaban ilmiah. Kritik ideology positivism tetap merupakan suatu bentuk akal budi yang dipercaya. Sadar atau tidak, kritik ideology positivism  mengambil sikap memihak pada rasionalisasi progresif. Pokok bahasan semata-mata tertuju pada perluasan dan penyebaran  pengetahuan teknis. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam konfliknya dengan dogmatism, sebagaimana dipahami kaum positivis, kritik ini menyingkirkan rintangan-rintangan  tradisional dan ideology. Ia dapat menghalangi kemajuan ilmu ilmu empiris- analitis serta proses penggunaannya  yang tak terbatas. Kritik ini bukan suatu analisis yang bebas nilai; premis dasarnya adalah nilai teori-teori ilmu  empiris yang bukan saja  bercorak hipotetis  melainkan juga normative. Maka, dengan langkah analitis, kritik ini secara normative sudah lebih dulu menerima bahwa perilaku yang sesuai  dengan anjuran-anjuran teknis bukan hanya dikehendaki, tetapi juga 'rasional'.  Konsep yang implicit mengenai akal budi ini tentu saja tidak dijelaskan lewat kekayaan konseptual positivism itu, meskipun konsep itu mengungkapkan maksudnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Menurut Habermas, dengan criteria positivistis, rasionalitas tindakan adalah  suatu nilai  yang semata-mata kita putuskan untuk ditolak atau diterima. Bersamaan dengan itu, pada criteria ini,  juga dapat dibibuktikan bahwa rasionalitas  adalah suatu cara untuk mewujudkan nilai, maka tidak dapat ditempatkan pada level yang sama pada semua nilai  lainnya. Persiapan kritik ideology  bagi tindakan rasional  menganjurkan rasionalitas  sebagai cara yang lebih disenangi  jika tidak hanya sebagai  kekecualian cara-cara untuk mewujudkan nilai. Sebab, rasionalitas  menjamin efisiensi dan penghematan procedure. Kedua istilah ini  tanpa sengaja memperlihatkan  kepentingan  pengetahuan  menggiring ilmu-ilmu empiris  menjadi ilmu teknis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sejak awal "efisiensi"  dan  "penghematan"  sudah menunjukkan bahwa  rasionalisasi  berada dalam  batas-batas  yang ditentukan oleh system kerja  social. Apa yang dituju adalah menjadikan  proses objektif dan proses  objektivasi  dapat diberlakukan.  Dan dalam hal ini,  kekuatan control teknis tetap tak peduli pada kemungkinan adanya system nilai dalam memenuhi apa yang harus digarapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Suatu kritik ideology  yang tujuan utamanya memberlakukan rasionalitas-teknologis  tidak dapat mengelak dari dilema ini.  Ia menginginkan rasionalitas  sebagai sebuah nilai - - karena lebih menguntungkan  disbanding dengan semua nilai lain yang ada secara implicit  dalam model-model  procedural  rasional sendiri.  Nilai ini dapat di-absyahkan  dengan  acuan proses  penyelidikan  ilmiah serta penerapan  teknisnya. Karena tidak  mesti  dibenarkan  dalam batas-batas  komitmen belaka, ia memiliki status "lebih disukai"  daripada  semua nilai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;b&gt;Bahan rujukan;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;/span&gt;Hardiman (1990).&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kritik Ideologi.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;"Kata Pengantar" dalam Magnis Suseno.&lt;br /&gt;Habermas, &lt;i&gt;The Philosophical Discourse of Modernity(1987) "Introduction" dalam McCarthy.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Berstein (1985) (ed).&amp;nbsp;&lt;i&gt;Habermas and Modernity.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Bertens (1983). Filsafat Barat dalam Abad XX.&lt;br /&gt;Magnis Suseno (1990). "Pengantar" dalam Habermas, &lt;i&gt;Ilmu dan Teknologi sebagai Ideologi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;Habermas, &lt;i&gt;Theory and Practice in a Scientific &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-6047743518170304768?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/6047743518170304768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/02/dialog-dialog-kritis-jurgen-habermas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6047743518170304768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6047743518170304768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/02/dialog-dialog-kritis-jurgen-habermas.html' title='Dialog-Dialog Kritis  Jurgen  Habermas'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-ujKEnGy85y8/TXLUgiB7prI/AAAAAAAAAJY/pEyPKKUtK_g/s72-c/Habermas_pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-3021298812732826167</id><published>2011-01-17T10:16:00.004+07:00</published><updated>2011-01-17T14:54:41.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi ekonomi'/><title type='text'>KRITIK ATAS KEBOHONGAN PUBLIK</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Kalam;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Mengapa  sampai  Menkopolhukham Djoko Suyanto, atas nama pemerintah menanggapi  pernyataan 17 tokoh agama, bahwa kebohongan public yang di alamatkan kepada pemerintahan SBY, tidak beralasan. Semua dokumen dan data tentang penyelenggaraan kenegaraan yang menyangkut kebijakan disertai data yang akurat oleh masing-masing Kementerian, dilakukan secara professional. Bahwa terjadi analisis lain dari data yang berbeda, tentu ini bisa di koreksi  secara terbuka.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sabam Sirait tokoh PDIP di dalam wawancara oleh Metro TV sabtu (15/1) tentang 18 kebohongan pemerintah SBY, yang disampaikan oleh pimpinan lintas agama adalah valid. Integritas keilmuan para tokoh tidak diragukan. Sabam menilai bahwa para Menteri di dalam cabinet justru tidak membantu Presiden,mereka  banyak menambah keterangan  yang justru memicu masalah baru. Bagaimana kelanjutan Lapindo? Krakatau Steel?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Yang menarik dari wawancara ini ketika Sabam memberi contoh adanya satu gebrakan Pemimpin Cina, Deng shioping yang secara tegas dan dingin memperbolehkan anaknya sendiri harus ditembak mati. Mungkin contoh pemimpin yang berani memberantas korupsi sampai keakarnya, dengan menghunus pedang perang, oleh seorang Presiden adalah satu tindakan  yang sangat ditunggu masyarakat.Sungguh suatu tindakan yang kesatria dan dramatis.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dari ketatnya kompetisi global, untuk memajukan negaranya ternyata pemimpin Cina unggul dalam segala hal, bayangkan dari tahun 1981 penduduk miskin di Cina sebanyak 64 %, tahun 2004 berkurang menjadi 10 %, dan pada tahun 2010 menurun lagi sampai 7%. Ini dengan perhitungan index layak hidup yang ditetapkan PBB sebesar 2 dollar/hari. Bandingkan dengan penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data Statistik  nasional, pendapatan percapita @12 rb /bln atau rp 7000 perhari . Kalau disamakan dengan index layak hidup sebesar 2 dollar perhari, maka sebesar 100 jt penduduk miskin di Indonesia masih menjadi ancaman terjadinya frustasi sosial. Bukankah ini merupakan kegagalan satu Rezim pemerintahan yang tidak pro rakyat?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Gus solah ketika ditanyakan tentang latar belakang munculnya kritik para tokoh agama menjelaskan, bahwa banyak janji pemerintah yang belum ditunaikan, seperti janji memberikan telepon seluler kepada TKI, kasus TKI yang terlantar di bawah kolong jembatan di Arab Saudi,  melanggar Pembukaan UUD '45 bahwa Negara melindungi segenap rakyat Indonesia. Kasus Mafia hukum Gayus Tambunan  yang keluar masuk tahanan sebanyak 68 kali, serta joki tahanan yang ditukar, dengan imbalan tertentu.  Ini,  justru melanggar Amandemen pasal 1 ayat 3, bahwa Negara kita adalah Negara Hukum. Kasus musibah banjir di Wasior Papua yang ditengarai akibat penebangan hutan justru dibantah oleh pemerintah. Banyak hal yang menjadikan kegelisahan dari teman2 LSM, menjadikan kritik membangun tersebut disampaikan  secara terbuka oleh para tokoh agama.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Staf ahli Presiden bidang politik, Daniel Sparringa mengatakan tuduhan berbohong yang ditujukan kepada SBY merupakan hal serius karena menyangkut kredibilitas. "pecah kongsi antara fakta dengan realitas,  inkonsistensi, apapun itu lebih nyaman daripada berbohong - - gagal sekalipun lebih baik" ( MI 16/1). Mungkin Daniel benar,  karena skandal  &lt;/i&gt;Watergate &lt;i&gt;telah mengajarkan kepada kita, Presiden Nixon mundur karena dalam karikatur majalah Time dilukiskan  sebagai Pinokio, sang pembohong.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Para pemimpin dan atau Petinggi Negara di negeri ini, dituntut untuk menjadi panutan ditengah oase keteladanan dan degradasi moral pasca reformasi. Apabila dalam realitasnya mereka lebih takut berbicara jujur daripada bohong, maka suka atau tidak suka, maka sendi-sendi ketatanegaraan akan hancur, karena martabat dan rasa kemanusiaan sudah tergadaikan. Mengutip Hamdi Moeloek, seorang pakar Psikologi politik (UI) ;"Tidak ada kebohongan yang bertahan lama. Semuanya ada batas toleransinya".&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Akankah pertemuan dan dialog, antara Presiden SBY dengan para tokoh lintas keagamaan  bisa menghasilkan win-win solution?Apakah inkonsistensi antara apa yang pernah di katakan  dan apa yang dilakukan pemerintah masih terdapat  kesenjangan dengan realitas kehidupan rakyat di grass root?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Tajuk Rencana Kompas (12/1)  sesuai dengan judul diatas, saya  copy paste dan memasukkannya  ke Blog saya agar menjadi bahan analisis sejauh mana implikasinya  terhadap kebebasan berpendapat di negeri ini. Dan mampukah pemerintah melakukan pendekatan persuasive  kesemua lapisan masyarakat sehingga terbangunnya kohesifitas nasional  agar  kesejahteraan rakyat dapat terwujud? Semoga. (a.m.a)  &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keresahan sejumlah tokoh agama mengawali tahun 2011 bukan  tanpa alasan.Mereka menyuarakan keresahan ummat. Pamrihnya kepentingan  public. Oleh karena itu, pertemuan para tokoh agama yang digagas Maarif  Institute, Senin (10/1), itu bermakna profetis. Di antaranya  jauh dari  muatan politik praktis, kecuali sesuai dengan fungsi kenabian  agama-agama menyarakan apa yang dirasakan ummat. Dan, justru dalam  konteks fungsi itu, seruan mereka syah secara etis  dan moral,  sepantasnya mendapatkan perhatian .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seruan profetisnya jelas. Pemerintah mengadakan kebohongan-kebohongan public, menyitir istilah Ahmad Safyii Maarif. Kekuasaan  atas nama rakyat  dikelola tidak terutama untuk kebaikan  bersama. Seruan itu terdengan sarkastis, yang menggambarkan  gentingnya keadaan. Kebohongan tidak saja dilakukan eksekutif, tetapi juga yudikatif dan legeslatif – tiga lembaga Negara demokratis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peristiwa actual-heboh pelantikan terdakwa kasus korupsi walikota Tomohon Jefferson Rumajar dan penanganan terdakwa  kasus mafia pajak Gayus Tambunan sekadar dua contoh. Legalitas pelantikan berbenturan dengan rasa keadilan public. Kasus plesir Gayus ke Bali, Makau,dan entah kemana lagi mungkin hanya &lt;i&gt; aberration&lt;/i&gt; (penyimpangan) kasus raksasa masalah mafia pajak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua contoh di atas merupakan puncak gunung es sikap dasar (&lt;i&gt;optio fundamentalis)&lt;/i&gt; tidak jujur, tertutup praksis politis yang menafikan kebaikan bersama sebagai acuan berpolitik. Media massa sudah  nyinyir menyampaikan praksis kebohongan  yang seolah-olah majal berhadapan  dengan kerasnya batu karang nafsu berkuasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu liat- rakusnya kekuasaan sampai  kebenaran  yang menyangkut data pun dinafikan . kebohongan  demi kebohongan dilakukan tanpa  sadar sebagai bagian dari praksis kekuasaan tidak pro-rakyat. Jati diri sosiologis praktis para tokoh agama adalah menyuarakan seruan profetis, representasi keresahan dan keprihatinan umat. Kita tangkap dalam ranah itulah kritik atas kebohongan public para tokoh agama. Hendaknya disikapi sebagai seruan profetis, seruan mengingatkan rakusnya kekuasaan, dan ajakan elite politik kembali kepada jati diri sebagai pelayan  masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kritik atas kebohongan niscaya disampaikan semata-mata karena rasa memiliki atas masa depan negeri bangsa ini.  Seruan mereka tidak dengan maksud mengajak ber revolusi, tetapi menyuarakan  nurani etis moralistis. Mereka pun tidak  bermaksud membakar semangat revolusioner, tetapi penyadaran bersama tentang gawatnya keadaan. Suara kenabian mengajak  laku otokritik, bersama-sama melakukan evaluasi  dan refleksi. Bahwa kekuasaan atas mandate  rakyat perlu dikelola untuk bersama-sama maju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pluralitas Indonesia sebagai realitas yang sudah niscaya perlu terus dikembangkan, dimanfaatkan sebagai sarana memajukan rakyat. Sekaligus menghentikan 'pat gulipat' apologetis atas nama rakyat. Rakyat seharusnya menjadi titik pusat dan batu penjuru atas praksis kekuasaan. ***   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-3021298812732826167?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/3021298812732826167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/kritik-atas-kebohongan-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3021298812732826167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/3021298812732826167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/kritik-atas-kebohongan-publik.html' title='KRITIK ATAS KEBOHONGAN PUBLIK'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-1640850068627564433</id><published>2011-01-15T07:13:00.002+07:00</published><updated>2011-01-15T22:50:39.028+07:00</updated><title type='text'>Pembonsaian Kesultanan Yogyakarta dan Pragmatisme Politik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TTDoSpJXlbI/AAAAAAAAAJQ/ZWV18Dyls7o/s1600/kjnukjbn.j.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://2.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TTDoSpJXlbI/AAAAAAAAAJQ/ZWV18Dyls7o/s320/kjnukjbn.j.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh ; Abdul Muin Angkat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalam :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pernyataan Presiden SBy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; selepas rapat cabinet Indonesia bersatu jilid dua,tentang monarki yang bertabrakan dengan demokrasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; sangat kontraversial, beliau meminta agar fungsi beliau sebagai kepala Negara dan sebagai ketua dewan Pembina partai (democrat), bisa dibedakan. Hal itu justru ditanggapi oleh berbagai kalangan secara beragam.Ada yang mengatakan bahwa terjadi persaingan pengaruh untuk memberi peluang kepada calon tertentu pada Pemilu 2014, dimana saingan terberat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang sekarang sedang menggalang kekuatan bersama Suryo Paloh, tokoh Ormas Nasional Demokrat(Nasdem) yang ditengarai akan berujud partai politik baru, satu dua tahun mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh pemerintah hanya disebutkan bahwa pelaksanaan demokrasi di dalam Negara republic Indonesia dilakukan secara seragam, seorang Gubernur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; sebagai kepala daerah harus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dipilih, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;sesuai dengan undang-undang, bukan ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Daerah Itimewa Yogyakarta, dimana rakyatnya sedang ditimpa musibah berkepanjangan, karena letusan merapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; yang dimulai tanggal 26 oktober 2010, telah menghancurkan infrastruktur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; desa-desa disekitar Gunung Merapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; melalui erupsi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; ‘wedhus gembel’ yang memakan korban jiwa ratusan orang. Menanggapi desakan pemerintah, mereka mengatakan ; …”kalau belum bisa mensejahterakan, janganlah menyakiti hati rakyat”, keluhan ini, terdengar miris dan sangat manusiawi. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenapa negeri yang adem ayem dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;hingar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;bingar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;politik itu, dikejutkan dengan issue yang tidak terduga, pada saat titik lemah psikologis para warganya sampai di titik nadir? Apakah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; ini satu pertanda bahwa Sultan tidak diinginkan oleh saingan-saingan politiknya untuk berkiprah secara bebas dalam dunia politik, sementara kraton dianggap hanya berfungsi sebagai pelestari budaya dan pernak-pernik kesenian? Bukankah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; hubungan antara ‘ngarso dalem’ dan rakyatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; pengejawantahan simbolis jawa, manunggaling kawulo gusti? Dan mengapa Sultan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; harus dipisahkan dari rakyat nya? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Liberal.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walaupun Gamawan selaku Mendagri menyebutkan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;di dalam pembahasan RUUK Daerah Istimewa Yoyakarta,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; nilai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;konstitusi, demokrasi dan sejarah menjadi tolok ukur pembahasan, akan tetapi secara subjektif beliau juga mengungkit masalah suksesi dan hak singgasana yang turun temurun, baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; sebagai pengganti Sultan maupun sebagai pengganti Paku Alam. Malah pengandaian karena semua keturunan Sultan adalah putri, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;apakah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;seorang putri berhak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; untuk menjadi Sultan kelak? Mengapa Negara terlalu jauh mengurusi kraton? Bukankah itu hak prerogative para pewaris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; kraton? Manuver&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Ditjen Otda yang mengklaim hasil penelitian kementerian Dalam Negeri, bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; 71 % rakyat yogya mendukung dilakukannya pemilihan langsung untuk pemilihan Gubernur, terbantahkan oleh politisi Golkar Setya Novanto (rakyat merdeka, 8/11/’10), yang mengatakan bahwa hasil survai yang dilakukan oleh Golkar sebaliknya, menunjukkan bahwa 60- 70 % rakyat yogya menginginkan gubernurnya ditetapkan. Sedangkan data lainnya yang terdapat pada hasil Pemilu 2009, yang menetapkan Ratu Hemas sebagai anggota DPD, didukungan rakyat DIY sebesar 80%, bukankah kontradiktif dengan penelitian Kemendagri?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya kita akan membaca kearah mana issue sensitive ini akan bergulir, apakah kepentingan politik atas nama parpol koalisi sangat berkepentingan untuk memanfaatkan peluang Gubernur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; DIY, sebagai lahan baru memperluas kekuasaannya, atas nama ‘demokrasi’? atau secara konsisten mengakui factor kesejarahan , konstitusi, asal usul, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;dan Peraturan pemerintah yang mengakui eksistensi Daerah Istimewa Yogyakarta?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Sebagaimana peta dukungan yang bergulir, bahwa yang tegas membela penetapan Gubernur adalah PDIP, sedangkan Partai Demokrat, PAN, PPP, dan PKB biasanya berakhir sebagaimana anak manis, mendukung sikap pemerintah, meskipun kadernya di Parlemen bersuara lain. Sungguh ironis, demi kepentingan golongan dan Partai politik, misi partai, yang seyogianya memperjuangkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, diselewengkan secara sistematis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demokrasi liberal yang dikenal selama ini dengan system pemilihan suara terbanyak (1/2 + 1), ternyata di adopsi persis system pemilihan di Amerika. Apa yang selama ini telah disepakati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;dan tertuang dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Pancasila, sebagai ideology Negara, pada sila keempat, …”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dalam permusyawaratan /perwakilan” justru memberi arti penting bahwa pemilihan langsung, bukanlah satu-satunya cara pemilihan yang sesuai dengan demokrasi Indonesia. Aklamasi, sebagai satu kesepakatan hasil musyawarah dan permufakatan juga merupakan pelaksanaan demokrasi yang konstitusional.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Etika Politik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemahaman nilai-nilai etis di dalam dunia politik seyogianya mengacu kepada pertanyaan, apakah pantas seorang kepala Negara sebagai pimpinan tertinggi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; rakyat Indonesia dan dipilih oleh 60% penduduk masih juga merangkap sebagai ketua dewan Pembina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; sebuah partai? Bukankah lebih etis apabila seorang pimpinan Negara apabila terpilih menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Presiden secara otomatis meletakkan jabatannya di dalam struktur kepemimpinan partai? Implikasi negatifnya adalah terjadinya standar ganda dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;conflict of interest&lt;/i&gt; untuk kepentingan partainya. Dan mengapa hal ini tetap dipertahankan semenjak rejim Orde baru Soeharto, sampai kepada Megawati, Gus Dur, dan sekarang SBY?.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pendapat Agun Gunanjar Sudarsa dari Partai Golkar yang mengatakan, agar pejabat yang duduk di dalam lembaga eksekutif agar melepaskan jabatannya di Parpol mendapat sambutan dari Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK), termasuk dari beberapa pengamat politik dari LIPI. (Rakyat Merdeka 5/12 2010). &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hubungannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dengan gonjang ganjing pembahasan RUUK-DIY, bahwa pendapat SBY yang sangat kontoversi tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; ditengarai terlalu dipolitisasi, untuk kepentingan tertentu, bukan sebagai pernyataan seorang Presiden yang bijak dan mengayomi rakyatnya. Terbukti penjelasan tentang ‘monarki’ tidak dijelaskan secara rinci maksud dan analisisnya. Malahan Gamawan selaku Mendagri yang dituskan untuk memberi penjelasan pemerintah, di dalam berbagai dialog di TV, dianggap oleh dosennya sendiri, Saldi Isra guru besar Universitas Andalas sebagai orang yang tidak mengerti sejarah. Sejak itu puasa bicara pun dilakukan sampai kini, mungkin sudah ditegur oleh Sang Presiden SBY.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pragmatisme Politik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam Elements&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; of philosophy, LO Kattsoff menjelaskan bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; Penganut pragmatism, memegang teguh pada praktek. Mereka memandang bahwa hidup manusia sebagai perjuangan untuk hidup yang berlangsung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; secara terus menerus, yang di dalamnya terpenting ialah konsekwensi-konsekwensi yang bersifat praktis.Konsekwensi-konsekwensi yang bersifat praktis tersebut erat kaitannya dengan makna dan kebenaran. Sedemikian dekatnya sehingga seorang penganut pragmatism menganggap dua hal tersebut merupakan ketunggalan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sama hal nya dengan C.S Peirce sang peletak dasar Pragmatisme mengatakan, untuk memastikan makna apakah yang dikandung oleh sebuah konsepsi akali, maka kita harus memperhatikan konsekwensi-konsekwensi praktis apakah yang niscaya akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; timbul dari Kebenaran konsepsi tersebut. Jika tidak menimbulkan konsekwensi-konsekwensi praktis, maka sudah tentu tidak ada makna yang dikandungnya. Semboyan yang menarik dalam penjelasan ini adalah; . . &lt;i&gt;.”apa yang tidak&lt;/i&gt; &lt;i&gt;mengakibatkan perbedaan tidak mengandung makna”.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secara umum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; bagi pragmatism pengetesan atas pengetahuan yang benar adalah a) kemanfaatan kegunaan (utility), b)dapat dikerjakan (workability),c)akibat yang memuaskan (satisfactory consequences). Nilai suatu kosep tergantung pada penerapannya yang konkrit dalam masyarakat. Pragmatisme adalah suatu pemikiran yang mendasarkan aspek praktis, kemanfaatan, akibat yang ditimbulkan dari sesuatu, atau pendekatan situasi untuk memecahkan suatu problem.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebaliknya bagi John Dewey, yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; terpenting bukan benar atau tidaknya pengetahuan, melainkan sejauh mana manusia dapat memecahkan masalah yang muncul di masyarakat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dalam kehidupan yang nyata. Suatu ide yang dianggap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; benar dalam rangka proses penggunaannya (penerapan )oleh manusia. Oleh sebab itu kebenaran harus diverifikasi secara eksperimental, dan bukan hanya berguna secara pribadi. Kebenaran adalah public bukannya privat. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, yang dikeluarkan oleh Balai Pustaka (2003), politik nasional di artikan sebagai tindakan Negara dalam rangka pembinaan serta penggunaan potensi nasional yang digunakan secara efektif untuk tujuan nasional, maka apa yang dikemukakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; oleh SBY selepas Rapat Kabinet tentang benturan antara Monarki dan Demokrasi, dalam konteks pembahasan tentang RUUK DIY, bisa di kategorikan sebagai konstatasi pragmatism politik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Monarki adalah system kerajaan yang turun temurun sesuai dengan silsilah keluarga kerajaan yang ditetapkan secara otomatis menjadi Raja atau Sultan. Bukankah ini bertentangan dengan system Demokrasi, dimana kedaulatan dipegang sepenuhnya oleh rakyat? Dari,dan untuk rakyat adalah prinsip utama didalam system ketatanegaraan di mana seorang pemimpin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dipilih secara langsung secara bebas umum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; dan rahasia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam pemikiran pragmatism, soal issue, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;‘Monarki’ di dalam suatu pemerintahan demokratis tentu dianggap bertentangan secara &lt;i&gt;in concreto. Atau terdapat contradictio interminis&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh sebab itu suatu kebenaran harus di veryfikasi secara eksperimental. Lebih daripada itu menurut pemikiran pragmatism apakah keistimewaan yang diberikan kepada suatu Daerah, sekalipun telah dinyatakan&amp;nbsp; bahwa Negara telah mengakui keberadaan berdasarkan&amp;nbsp; asal usul kesejarahan nya, diterima&amp;nbsp; oleh seluruh rakyatnya? Hal ini &amp;nbsp;masih bisa di analisis sesuai dengan factor kegunaan praktis, dan sejauh mana konsekwensi kepuasan masyarakat terhadap pilihan penetapan seorang Sultan yang secara otomatis berperan sebagai Gubernur, dan kenapa bukan pemilihan secara demokratis. &amp;nbsp;Itulah mungkin yang menjadi dasar pertimbangan seorang Presiden sebagai seorang pemikir akademis melontarkan wacana&amp;nbsp; monarki tersebut, terlepas dari berbagai tanggapan masyarakat yang kontraversial.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pragmatisme kebenaran, &amp;nbsp;menurut William James dapat dibuktikan&amp;nbsp; a) secara empiris, b) ada &amp;nbsp;kesesuaian atau koherensi dengan fakta sebelumnya dan c) mempunyai nilai yang lebih tinggi, yang merupakan kemajuan. Apabila ketiga postulat tersebut &amp;nbsp;terpenuhi, maka dapatlah disimpulkan bahwa penerimaan keistimewaan suatu daerah adalah valid. Pertanyaan selanjutnya, benarkah pemikiran pragmatism ingin menembus fakta kearah perubahan dunia? Atau, &amp;nbsp;apakah keinginan&amp;nbsp; ini tidak terlalu ambisius, kalau diterapkan di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keniscayaan sebuah keputusan Negara.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam persfektif keaslian Penjelasan UUD 1945, sebelum diamendemen sebanyak 4(empat) kali, tahun 1999,2000,2001, dan 2002&amp;nbsp; maka beberapa hal yang positip yang tertulis pada pasal 18 bagian 2 rumawi, berdasarkan&amp;nbsp; nilai historis dan visi kedepan,&amp;nbsp; yang dirancang oleh founding fathers (BPUPKI dan PPKI), dan yang di syahkan tanggal 18 agustus 1945, sehari setelah kemerdekaan RI, terdapat hal- hal yang fundamental. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, bahwa NKRI terdiri dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa NAD, dan Daerah khusus ibukota Jakarta yang berdasarkan konstitusi. Daerah lainnya &amp;nbsp;yang tertulis dalam Penjelasan UUD tersebut, seperti desa di jawa dan Bali, negeri di Minangkabau, dusun dan marga di&amp;nbsp; Palembang, dan sebagainya, ternyata berpotensi untuk mendapatkan penghargaan. Dan &amp;nbsp;dengan pertimbangan tertentu,&amp;nbsp; dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Di dalam &amp;nbsp;Penjelasan UUD 1945&amp;nbsp; tersebut, tertulis &amp;nbsp;kalimat yang berbunyi, . . .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;oleh karenanya&amp;nbsp; dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; ternyata telah dihilangkan&amp;nbsp; di dalam amandemen, dan diganti dengan pasal 18 B,berbunyi,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Negara&amp;nbsp; mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terhadap perubahan fundamental ini, maka peluang sebuah daerah yang seperti yang disebut diatas, mempunyai kekhususan atau keistimewaan tertentu tertutup kemungkinannya untuk diakui pasca kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, Di dalam Penjelasan pasal 18 bagian 2 romawi, alinea kedua, dinyatakan; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Negara RI menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa tersebut dan segala peraturan Negara yang mengenai daerah-daerah itu&amp;nbsp; akan mengingati hak-hak asal usul daerah tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan pada pasal 18 B butir (2) hasil amandemen, telah berubah menjadi ; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Negara mengakui dan menghormati kesatuan – Kesatuan&amp;nbsp; masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara kesatuan Republik Indonesia yang diatur dengan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan bunyi pasal 18 B, butir (2) hasil amandemen, maka pengertian akan kepastian tentang penghormatan atas kedudukan DIY yang semula bersifat pasti dan mengikat, dirubah menjadi pengakuan yang sumir dan penuh interpretative, dengan kalimat ; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mengakui dan menghormati - - sepanjang masih hidup sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan prinsip NKRI diatur dalam Undang-Undang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa indikasi bahwa campur tangan pemerintah terlalu jauh untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mengobok-obok keistimewaan tersebut tercermin di dalam rancangan&amp;nbsp; RUUK DIY yang telah diserahkan pemerintah kepada DPR. &amp;nbsp;Pada Bab VI Rancangan &amp;nbsp;tentang Tata Cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur disamping yang berasal dari &amp;nbsp;Sri Sultan dan Sri Paku Alam &amp;nbsp;dan kerabat, (ayat 1 dan2) selanjutnya &amp;nbsp;tertulis pada ayat 3, masyarakat umum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentang calon dari masyarakat umum, diuraikan selanjutnya di dalam pasal 19, bahwa mekanisme pencalonan calon dari parpol atau gabungan parpol, berlaku ketentuan perundang-undangan tentang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dengan adanya dua kategori yaitu Gubernur utama dan Gubernur biasa di dalam rancangan tersebut maka telah terjadi pemisahan antara manajemen kesultanan yang mengurusi adat istiadat, dan manajemen pemerintahan yang mengurusi administrasi serta pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan banyak pengikut (john Maxwell). Tentu terjadi perdebatan mengapa ada dua leader di dalam suatu daerah? Apakah ada Gubernur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; tidak kalah pamor dengan Gubernur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;utama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;( karena mempunyai charisma yang tinggi ) di dalam mempengaruhi rakyatnya? Atau apakah Gubernur biasa yang dianggap berfungsi sebagai manager, yang diartikan sebagai orang yang secara khusus, senantiasa memikirkan kegiatan perencanaan, koordinasi dan memimpin kegiatan, untuk mencapai suatu tujuan pemerintahan? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada hakikatnya kepemimpinan mempunyai arti yang luas daripada manajemen. Seandainya Gubernur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; bertindak selaku manajer, padahal wibawa&amp;nbsp; kepemimpinannya rendah, maka bagaimana mungkin tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien karena tidak didukung sepenuhnya oleh staf ?Dengan kata lain, bahwa pemimpin adalah inti manajemen. Artinya&amp;nbsp; tercapainya tujuan manajemen apabila ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pemimpin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;. Tapi dengan dua pemimpin? Bukankah ini justru menimbulkan friksi terpecahnya dua kubu pendukung dari sebuah birokrasi? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TTDoSpJXlbI/AAAAAAAAAJQ/ZWV18Dyls7o/s1600/kjnukjbn.j.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sikap politik Rakyat Yogya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada apel akbar yang dihadiri oleh 5000 orang di lapangan candibinangun Sleman Yogyakarta (29/12/2010), digagas oleh Geram (gerakan rakyat mataram), bersama paguyuban luruh-lurah di kabupaten Sleman. Sebuah bendera warna kuning dengan lambang haba, yang merupakan lambang&amp;nbsp; &lt;i&gt;Kraton Ngayogyakarta hadiningrat&lt;/i&gt; dikibarkan ditengah lapangan berdampingan dengan bendera Merah Putih sebagai lambang republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka melatih Satgas&lt;i&gt; penetapan.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- -&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; kami meminta penetapan, bukan pemilihan baik langsung maupun tidak langsung melalui DPRD&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; kata Sukiman. Sementara bunyi spanduk di dalam apel tersebut terdapat tulisan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Istimewa atau referendum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp; Apa makna di balik pernyataan ini?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tunda pembahasan RUUK DIY.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Founding fathers telah menetapkan Pancasila sebagai ideology Negara, dan membreak down inti isi Pancasila kedalam UUD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45 secara konstitusional. Pada penjelasan UUD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45 secara tegas telah dinyatakan kedudukan Daerah Istimewa dan Daerah Khusus. Ini merupakan ketentuan konstitusi sebagai amanat yang seyogianya di patuhi dan taat asas. Adapun amandemen terhadap UUD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45 yang telah dilakukan sebanyak empat kali secara realitas telah merubah inti isi penjelasan UUD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45. Dan yang paling memprihatinkan parlemen telah menghilangkan penjelasan UUD 45 secara dipaksakan, dan tidak diikuti oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;penjelasan baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; mengapa di dalam amandemen tersebut tidak diberikan rasionalisasi &amp;nbsp;bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;penjelasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; tersebut perlu&amp;nbsp; dihilangkan. Padahal di dalam setiap amandemen yang dilakukan oleh negara super power sekali-pun, alasan pembenar terjadinya suatu perubahan yang principal selalu di ikuti oleh hukum logika.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ditinjau dari segi historis, kejadian pasca Proklamasi 17 agustus 1945, persisnya tanggal 25 agustus 1945, Jakarta diserang oleh sekutu, dimana NICA ikut memboceng masuk ke Indonesia. Dengan bubarnya pemerintahan pusat, maka seluruh aparatnya di boyong ke Yogyakarta dengan menaiki kereta api, dan ditetapkan bahwa Yogyakarta sebagai ibukota republic Indonesia. Selama&amp;nbsp; tiga setengah tahun pemerintahan pusat berada di yogya, maka yang memfasilitasi adalah Sultan HB IX. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Amanat pengakuan merdeka dan bergabung dengan&amp;nbsp; RI yang ditegaskan oleh Sri Sultan pada tanggal 5 September secara defacto dan dejure merupakan kontrak politik antara dua Negara yaitu Kesultanan Yogyakarta dengan RI. Kesultanan Yoyakarta tidak pernah dijajah Belanda, dan adalah suatu wilayah kesultanan atau Negara, yang sudah merdeka dan di akui oleh dunia internasional, sebelum Indonesia merdeka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maklumat Sri Sultan HB IX, berbunyi; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;…”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(3) perhubungan antara negeri ngayogyakarta Hadiningrat dengan pemerintahan pusat NRI, bersifat langsung dan kami bertanggung jawab atas negeri kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Arti statemen di atas, bahwa terjadi negosiasi, dengan masuknya Yogya&amp;nbsp; kedalam struktur RI, maka kekuasaan dan eksistensi Kesultanan Yogyakarta seyogianya di jamin oleh Undang-Undang. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan pertimbangan diatas, seyogianya pembahasan tentang RUUK-DIY, ditunda karena lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Disamping itu ada beberapa alasan mengapa pembahasan tersebut harus ditunda; 1)menjaga harmoni NKRI sebagai satu kesatuan pemerintahan yang kuat dan berwibawa, 2)menghindari friksi diantara pendukung penetapan, dan pemilihan, oleh DPRD sehingga mengganggu stabilitas politik, 3)menghargai pandangan para pembentuk Negara yang telah memikirkan jauh kedepan tentang kedudukan NKRI sebagai satu pemerintahan baru yang nasionalis sebagai gabungan system kerajaan dan Negara bagian, 4)Komitmen kenegaraan yang tinggi secara jujur dilaksanakan dengan ikhlas karena tanpa bantuan Kesultanan Yogya Indonesia Indonesia merdeka hanya mimpi,5) pragmatism politik yang menjadi dasar lahirnya RUUK DIY&amp;nbsp; dengan melakukan &amp;nbsp;&lt;i&gt;verifikasi- eksperimental,&lt;/i&gt; pengujian, dan mencari tahu konsekwensi dan kegunaan praktis segala sesuatu, &amp;nbsp;tidak sesuai dengan sila Ketuhanan yang Maha Esa, dan sila kemanusiaan yang adil dan beradab. karena kemerdekaan RI plus minus, &amp;nbsp;adalah berkat rahmat Tuhan YME, dan budi baik manusia sebaiknya dibalas dengan setimpal, 6)Pidato Presiden Soekarno &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;jangan sekali-kali melupakan sejarah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; adalah&amp;nbsp; adagium yang seyogianya ditaati oleh para pemimpin politik agar tidak tergelincir di dalam pengambilan kebijakan yang salah, 7) Penerusan pembahasan RUUK –DIY akan menjadi pemicu konflik berkepanjangan yang mengancam keutuhan NKRI, 8) Diperlukan amandemen ke lima untuk mengembalikan penjelasan pasal 18 (I&amp;amp;II), UUD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;45 secara murni dan konsekwen.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-1640850068627564433?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/1640850068627564433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/pembonsaian-kesultanan-yogyakarta-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/1640850068627564433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/1640850068627564433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/pembonsaian-kesultanan-yogyakarta-dan.html' title='Pembonsaian Kesultanan Yogyakarta dan Pragmatisme Politik'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TTDoSpJXlbI/AAAAAAAAAJQ/ZWV18Dyls7o/s72-c/kjnukjbn.j.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-9195208187013987264</id><published>2011-01-07T13:32:00.005+07:00</published><updated>2011-01-07T14:55:28.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasionalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='character building'/><title type='text'>SINGA PODIUM (yang teduh), DARI MEDAN</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;" xmlns=""&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; (Memperingati  usia 80 tahun Drs. Osman Simanjuntak)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Drs. Abdul Muin Angkat, M.M.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Kalam.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pada tanggal 27 desember 2010, saya mendapat surat dari Medan, yang dikirim oleh Bung Bonggas Simanjuntak yang mewakili putra putri Pak Osman Simanjuntak, merencanakan menerbitkan buku yang berjudul: "Perjuangan dan Pengabdianku" yang akan diterbitkan pada bulan maret 2011 yad., dalam menyambut usia yang ke 80 tahun. Di dalam bagian kedua buku tersebut, akan berisikan tulisan tentang pandangan dan pendapat teman, sahabat dan orang dekat beliau, yang mengenal sosok Pak Os seperti sering saya panggil selama ini.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Saya merasa mendapat kehormatan yang tinggi, sehingga saya segerakan menulisnya persis diawal tahun 2011, sebagai penghargaan atas komitmen, keberanian dan kejujuran beliau sebagai politisi dan tokoh kosgoro yang loyal, menjadi panutan, ditengah krisis kepemimpinan Bangsa dan degradasi moral para politisi muda yang haus kekuasaan dan materialistik. Tokoh Osman Simanjuntak adalah senior saya, teman seperjuangan Mas Isman alm., eks Komandan TNI Brigade 17/detasemen I Trip (Tentara Republik Indonesia Pelajar) Jenderal yang menjadi komunikator rakyat pendiri Kosgoro. Sedangkan Pak Os, adalah eks Tentara Pelajar (TP), Sumatera Utara, yang mempunyai akses ke Tentara Pelajar Jawa tengah yang dikomandani oleh Mas Martono. Sebagaimana diketahui gabungan Tentara Pelajar Jawa tengah dan Trip Jawa Timur membentuk Brigade 17 dengan kesatuan lainnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini saya masukkan di Blog saya untuk memperkaya visi dan pemahaman 'orang-orang muda' sekaligus sebagai sumber ketauladanan bagi pemimpin masa depan bangsa.(a.m.a) &lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Apa yang teringat dari sosok pejuang yang sederhana, Pak Osman Simanjuntak profil pendidik yang mengayomi, keras, tapi sebenarnya teguh dalam prinsip, luwes dalam penampilan? Ada dua sisi yang terpadukan dalam kehidupan Pak Os (saya memanggilnya demikian), antara dunia pendidikan dan dunia politik, seperti air yang mengalir. Dari dunia pendidikan Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Medan, tempat beliau mengabdi, menjadikan proses transfer ilmu pengetahuan berjalan simultan sebagai sumber inspirasi dan pemikiran yang tak pernah habis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Seorang ilmuan yang memperkokoh jati dirinya di dalam kapasitas dan kompetensi seorang pendidik namun secara tak terasa diseberang sana beliau berdiri,  memasuki celah dan kisi-kisi 'pertarungan' politik yang sangat keras, tapi dengan kesejukan pandangan yang mengayomi. Pak Os sangat rasional dan kritis, sehingga kalaupun Pak Os bicara agak keras (nadanya), tapi dapat dipastikan bahwa lawan debatnya dapat memahaminya karena alasan yang dikemukakan sangat logis dan rasional. Pak Os dijuluki 'singa podium' kalau sedang bicara di mimbar politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Sering Golkar pada masa Amir Moertono dan Benny Moerdani, menganggap Kosgoro  terlalu kritis mengkritik, padahal yang melahirkan Sekber Golkar adalah Kosgoro sendiri, Tentu yang berada di depan adalah Pak Os yang selalu menjadi jubir Kosgoro, baik sewaktu Mas Isman masih ada, maupun masa kepemimpinan Pak martono. Walaupun beliau akademisi, tapi bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa rakyat yang terang, lugas, tanpa bertele-tele. Sama dengan  Mas Isman, beliau mempraktekkannya bahasa rakyat  secara  &lt;i&gt;in-concreto&lt;/i&gt;  itulah bahasa Kosgoro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Dari langkah-langkah politik yang dijalani Pak Os sejak dari anggota DPRD Sumut, sebagai ketua Pimpinan Daerah kolektif Kosgoro Sumatera utara, sampai menjadi anggota DPR RI fraksi Golkar, kepemimpinan Pak Os sudah teruji di lapangan. Sebagai eks Tentara pelajar Sumatera utara, militansi dan daya juangnya tentu mempunyai 'krenteg' yang sama dengan eks pelajar pejoang Trip Jawa timur, eks Tentara pelajar Jawa tengah serta eks Tentara pelajar Jawa barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Satu-satunya Tentara pelajar  bersenjata di dunia hanya ada di Indonesia, diantara dua Negara lainnya seperti  Vietnam dan Aljazair yang merdeka karena perang. Menurut Mas Isman sekitar 5000 pelajar/mahasiswa telah ikut mengangkat senjata dalam perjuangan perang kemerdekaan sejak 1945 sd 1950. Tak salah rombongan mahasiswa Filipina yang dipimpin oleh putra Magapagal, pada tahun 1949, napak tilas dari Gabru, Wlingi sampai ke Malang untuk melihat secara dekat basis perjuangan pada masa gerilya Tentara pelajar bersenjata Trip Jawa Timur. Mereka sangat bangga terhadap perjuangan pelajar bersenjata satu-satu nya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Pengenalan pertama saya dengan Pak Os ketika saya sebagai moderator, mendampingi beliau, pada tahun 1980–an, dimana DPP Generasi Muda (GM) Kosgoro melaksanakan Forum orientasi dan Tatap Muka (Forta)  untuk Indonesia bagian Barat, di hotel Transera, Gambir Jakarta. Forta adalah semacam kaderisasi untuk memahami Pedoman Perjoangan kosgoro serta memperluas visi kebangsaan dari perspektif Ipoleksosbud-hankam. Pak Os ditunjuk Mas Isman selaku Ketua Umum dan pendiri Kosgoro, untuk memberikan ceramah tentang Relevansi pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas terhadap pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Pak Os yang bangga dengan kader-kader mudanya, begitu sejuk memberi dorongan dan  nasehat kepada kader-kader muda yang kala itu sangat progresif dan militant. Dengan saling asah, asih, dan asuh Pak Os akhirnya mengakui bahwa peranan GM Kosgoro berhasil membesarkan Kosgoro dengan semangat joang yang tinggi. Bung Jhony Baginda sebagai eksponen dan Deklarator GM Kosgoro, saat itu secara kritis meng evaluasi bahwa pada masa itu PPK Kosgoro mengalami stagnan, dan di isi oleh GM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Dengan penuh kerendahan hati yang sangat familiar, Pak Os memberikan semangat, bahwa di dalam alam demokrasi,  . . . " &lt;i&gt;berbeda pendapat adalah fitrah,&lt;/i&gt; karena &lt;i&gt;lawan berdebat adalah teman berpikir"&lt;/i&gt;  - -   keindahan alam demokrasi hanya bisa dirasakan apabila di dalamnya mengendap kejujuran, keterbukaan dan keikhlasan. Barangkali itulah kalimat yang sangat berkesan selama ini yang di tularkan oleh Pak Os, kepada anak-anak muda Kosgoro, kita hanya berlawanan di ruang rapat, di luar rapat kita bersaudara, sehingga budaya kritis dan  keterbukaan itu merebak sampai sekarang.  Bahkan beliau dengan guyonannya sering memberikan 'joke', bila ketemuan dengan teman-teman DPR di senayan, mereka dari partai lainnya sudah paham, akan perbedaan dan karakteristik  politisi  yang berasal dari Kino mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;kalau mau tahu, ciri-ciri orang kosgoro adalah.. bila orangnya  kritis, kumel dan  sederhana, dan sering lupa sisiran, contohnya Sarwono (mantan Menteri Lingkungan hidup), (hahaha semuanya ketawa). Kalau orangnya perlente, pakai dasi, rapi, pasti orang Soksi, dan kalau orangnya santun, agamis, dan suka kompromi, pasti MKGR. Memang hegemoni Golkar dengan dukungan Tri Karya pada masa itu sangat luar biasa, karena dari 244 anggota parlemen 34 orang berasal dari Kosgoro. Dan saya masih ingat ketua paguyuban DPR RI – asal Kosgoro adalah Bung Ben Silitonga (anak buahnya Pak Os), sangat rajin memberi kostribusi bulanan, ketika itu saya sebagai sekretaris Grup Diskusi Nasional Kosgoro, dan diketuai oleh Sarwono Kusumaatmadja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Menurut pendapat saya sejujurnya, Pak Os berhasil menempa kader-kader muda di Generasi Muda Kosgoro Sumatera Utara sebagai kader yang militant, nasionalis,  berani, kritis dan konsisten terhadap nilai-nilai perjuangan Kosgoro yang dikomandoi oleh mas Isman. Mas Sutarjo, bung Muhyir Hasibuan, Bung Mahmuddin Lubis, Bung Sahdan, bung Wisnu, ditambah 7 s.d 8 orang kader Kosgoro yang duduk di DPRD Sumatera Utara, pada masanya. Tak salah bila setiap Rapat PPK yang diperluas, maka poros Sumatera utara (Pak Os), poros Sulawesi Selatan (Pak Yasin Limpo), dan poros Jawa tengah (Herman Nawawi) di tambah dengan DKI (pak Bendol alm.), menjadi peserta rapat dan barometer pengambilan keputusan pada hal-hal yang bersifat penting, yang diputuskan oleh Kosgoro di Pusat. Ketika Pak Jasin Limpo menceritakan kepada saya, bahwa posisi strategis Kosgoro sebagai poros tengah diantara NU dan Muhammadyah, maka 3 serangkai Pak Yasin, Pak Os, dan Pak Bendol adalah yang sering dipanggil  Pak Harto, bersama Mas Isman ke Istana. Kekuatan Poros tengah Kosgoro, sebagai Ormas kebangsaan, sangat diperhitungkan, diantara dua Ormas Keagamaan besar adalah suatu kebanggaan, sejarah masa lalu dimana peran strategis Kosgoro sangat dibutuhkan menjadi kekuatan penyeimbang. Sayang posisi itu sekarang hilang tanpa bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Masa kepemimpinan Amir Moertono, S.H. sebagai ketua umum DPP Golkar, periode 1978 sd 1983 posisi Kosgoro sebagai salah satu kino pendiri sangat kritis  konstruktif menanggapi manuver politik Golkar pada saat  itu. Dan, yang selalu ditunjuk oleh Mas Isman dalam Munas Golkar, untuk mewakili Kosgoro sebagai juru bicara, adalah pak Os, sehingga beberapa julukan khas untuk Kosgoro dianggap sebagai 'anak nakal' dalam keluarga besar. "Sepanjang Golkar tidak lari dari komitmen kerakyatannya, maka Kosgoro akan tetap memberikan aspirasi politiknya kepada Golkar" rupanya konstatasi ini cukup memerahkan telinga para petinggi di Golkar. Pada Mubes IV Kosgoro di Semarang, tahun 1978, tiga tokoh Tri Karya, Isman (Kosgoro), Soegandi (MKGR) dan Suhardiman (SOKSI) sebagai cikal bakal Sekber Golkar bergandengan tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Dalam Mubes V Kosgoro tahun 1985 ketika diadakan reorganisasi badan-badan di dalam lingkungan Kosgoro, untuk menghindari tumpang tindih dan pemborosan, di adakan penggabungan Bamuhas (Badan Musyawarah Pengusaha) Kosgoro, dengan Kosgoro Business Group (KBG) dengan nama baru, HITA (Himpunan Wiraswasta) Kosgoro. Tidak salah kalau nama tersebut berhasil diloloskan oleh sidang komisi karena Pak Os, mengawalnya dengan rapi. HITA, adalah frasa kekitaan atau kebersamaan dalam bahasa Batak. Walaupun pada Mubes ke VI, HITA berubah lagi menjadi Bamuhas, tapi Pak Os cukup puas pernah menorehkan ide kewira usahaan (&lt;i&gt;entrepreneurship)&lt;/i&gt; sebagai basis penting dalam kiprah pengembangan Kosgoro ke depan. Kedekatan hubungan pribadi antara Pj. Ketua umum, Martono yang juga merangkap sebagai Menteri Transkop, menggantikan Mas Isman, pasca wafatnya Mas Isman tahun 1982 memberikan warna kepemimpinan  Pak Os selaku salah satu  ketua, yang tegas kritis dan mumpuni di dalam  mewarnai perjalanan Kosgoro.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Pada saat terjadinya perpecahan di tubuh Kosgoro antara kubu Hayono Isman yang menamakan dirinya Independen, dan kubu Agung laksono yang menamakan dirinya Kosgoro 1957, Pak Os kelihatan sangat terpukul. Diwajah beliau tidak tampak keceriaan seperti dulu. Beliau hanya memesankan agar ada orang yang dekat kepada Mas Agung dan dipertemukan dengan Mas Hayono Isman. Sesulit apapun tapi penyatuan kembali Kosgoro yang didirikan oleh Tentara Pelajar Pejuang TRIP, seyogianya mengadakan islah. Suatu hari, Pak Os disela-sela rapat Majelis pertimbangan organisasi di jakarta mengatakan, . . ."kami sebagai pejuang tidak pernah merasa ada dua Kosgoro, karena almarhum Mas Isman sebagai democrat tulen, tidak akan menyukai  adanya perpecahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Semoga apa yang diharapkan Pak Os, di usia yang ke-80 tahun,  agar terjadi rekonsiliasi antara dua kubu yang terpecah, akan menjadi kenyataan. Waktu jualah yang akan membuktikan bahwa watak Mas Isman yang gandrung akan persatuan akan di gugu dan ditiru oleh kader-kadernya yang cinta damai dan demokratis. Semoga Pak Os diberikan kesehatan dan panjang umur oleh Tuhan YME, dan cita-cita, keteguhan prinsip, watak serta pengabdiannya kepada nusa bangsa menjadi api dan obor perjuangan bagi generasi penerus. Dirgahayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-9195208187013987264?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/9195208187013987264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/singa-podium-yang-teduh-dari-medan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/9195208187013987264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/9195208187013987264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/singa-podium-yang-teduh-dari-medan.html' title='SINGA PODIUM (yang teduh), DARI MEDAN'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-6306284712583686351</id><published>2011-01-07T12:36:00.000+07:00</published><updated>2011-01-07T14:56:49.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>TULIP DARI SINAI DAN SAJAK-SAJAK IQBAL YANG LAIN</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sajak-sajak Muhammad Iqbal &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TSFlwDpFjeI/AAAAAAAAAJE/373wyU7dr3I/s1600/m.+iqbal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TSFlwDpFjeI/AAAAAAAAAJE/373wyU7dr3I/s1600/m.+iqbal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Iqbal sebagai filsuf muslim pasca Newton, dan Einstein, telah berusaha merefleksikan problematic materi,ruang dan waktu. Pada abad ke-4 dan ke-5 SM, filsuf-filsuf Thales, Anaximandros, dan Heraklitos sudah memulai usaha untuk menerangkan pengertian  materi. Bagi mereka "materi" lebih luas dari sekedar lingkup kebendaan. Akan tetapi mereka belum sampai pada konsep  'materi yang dijiwai' seperti misalnya pada mahluk hidup, karena belum membedakan antara benda mati dan benda hidup. Segala sesuatu dianggap memiliki daya kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pengertian materi dalam arti sempit, seperti pandangan masa kini belum dibicarakan. Namun demikian Demokritos telah berusaha menerangkan materi  dengan teori atomnya, walau yang dimaksudkan bukan atom dalam ilmu fisika. Demokritos memandang bahwa atom adalah unsur pembentuk  benda-benda maupun jiwa. Konsep ini cenderung menerangkan keberadaan ruang kosong yang menjadi problem kefilsafatan. Ia menerangkan bahwa ruang kosong merupakan tempat dari atom-atom (Peursen; 1981).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ilmu fisika klasikmenggambarkan materi  sebagai sesuatu yang bersifat tetap. Materi terdiri dari banyak atom sebagai sesuatu yang ada, objektif dalam ruang dan waktu. Perkembangan selanjutnya materi dianggap sebagai massa yang positif dan negative, kemudian materi akhirnya bukan seperti butiran I yang kontinyu atau partikel yang bersifat diskontinyu, tetapi sekaligus secara komplementer materi dipandang  sebagai gelombang  energy yang kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Iqbal mengutip pendapat Bertrand Russel, yang mengatakan bahwa teori teori  relativitas Einstein  telah merusak pengertian tradisional tentang substansi yang melebihi dalil-dalil filsafat.  Benda yang  bagi tanggapan umum  adalah sesuatu yang tetap berada sepanjang waktu dan bergerak di dalam ruang, tidak dapat dipertahankan lagi.  Benda bukanlah suatu yang tetap ada dengan keadaannya yang berubah-ubah, melainkan suatu sistem peristiwa yang saling berhubungan. Lenyaplah kepadatan bersama karakteristik benda yang oleh materialism dianggap  lebih nyata daripada pikiran (Iqbal; 1966).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;--- "alam  adalah kenyataan dalam gerak maju. Alam semesta bukanlah  sebuah benda melainkan  perbuatan, aliran dari 'chaos ke kosmos.  Iqbal menerima pikiran Einstein, - - alam bukanlah produk yang sudah selesai,  tidak berubah".Sebaliknya Iqbal menolak pandangan Aristoteles, tentang alam semesta yang terdiri atas materi yang tetap dan hanya berubah dalam bentuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu Iqbal juga berpandangan, bahwa realitas pada akhirnya bersifat rohani atau spiritual. Rohani menampilkan diri  dalam kehidupan alami, material maupun duniawi. Oleh karena itu segala sesuatu yang bersifat  bendawi pada akhirnya bertopang pada akar rohani. Materi saja tidak mungkin memiliki substansi,  apabila tidak berakar pada  dunia ruhani (spiritual). Tidak ada dunia profane dalam arti  tidak bersumber pada Tuhan. Materi merupakan ruang lingkup bagi perealisasiaan  diri  ruh (Saiyidan, 1981).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap atom dari energy Ilahi, walaupun rendah dalam  suatu wujudnya adalah suatu diri, dan derajad kedirian tertinggi dicapai oleh manusia karena manusia dapat menyebut "Aku Ada".  Tujuan  dari diri  ego,  adalah selalu berjuang  untuk mengukuhkan individualitasnya. Usaha ini tidak terbatas pada manusia, namun gejala ini Nampak pada semua organism. Iqbal berpendirian,  bahwai alam semesta  itu, merupakan organism yang selalu tumbuh dan terbuka bagi ciptaan baru Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekurang-kurangnya pemikiran Iqbal telah mampu  menjelaskan materi, ruang dan alam semesta, dan membawa kita kearah pemikiran  spiritual kearah pengukuhan eksistensi manusia terhadap alam semesta dan relasinya kepada Tuhan. Dalam pada itu pemahaman dan refleksi pemikiran tersebut  akan menjadi oli pelumas untuk mempercepat turbo mesin penggerak  nurani kita. (bahan; Sudaryanto berjudul ; Pandangan Iqbal Tentang Materi, Ruang dan Waktu, diambil dari Jurnal Filsafat UGM, jilid 33, 2003)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tulisan dibawah ini adalah sajak-sajak Muhammad Iqbal yang diterjemahkan oleh Prof. Dr Abdul Hadi WM, Guru besar filsafat pada Universitas Paramadina, saya copy paste dari Notes  yang di Tags kepada saya, semoga menjadi  pengayaan universal di alam maya kehidupan. Salam (a.m.a )&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;TULIP DARI SINAI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di bawah kuasa-Nya dunia&amp;nbsp; bergantung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Segenap makhluq dicipta untuk menaati perintah-Nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Matahari sendiri tak lebih hanya tanda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari sujud alam yang lama di kening hari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hatiku berkobar oleh nyala api dalam kalbu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepada bingai semesta, air mata darah meminjamkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penglihatanya. Ia yang tahu asyik nama lain dari Cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bisakah sesat dari rahasia kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dunia hanya debu dan hati adalah buahnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hanya darah setetes yang membuatnya bingung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kami tak memiliki penglihatan lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu dunia akan terasa asing bagi kami&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Musik cinta menemukan alatnya pada manusia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rahasia ia singkap, dirnya satu semata dengan-Nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan mencipta dunia, manusia membuatnya indah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manusia adalah kerabat kerja dan sahabat Tuhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa guna kalbu dalam dada, tanyamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akal yang dlimpahi rasa oleh Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika rasa dalam dirimu hidup, hidup pulalah kalbumu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika tidak akal akan berubah menjadi debu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan omeli apa tujuan hidup di bumi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baik nikmati saja keajaibannya yang menawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kucintai pngembaraan jauh yang berkali-kali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebab setiap keberangkatan tantangan bagiku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau matahari, aku planet berputar mengitari-Mu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diterangi oleh penglihatan-Mu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terpisah dari-Mu adalah derita bagiku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau Kitab Agung, aku hanya setitip huruf di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disebut Cina, Arab, Parsi dan Afghan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita ini milik sebuah taman besar, pohon agung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lahir di musim semi itulah keluhuran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membedakan warna kulit adalah dosa besar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dunia kita ini masih percobaan seorang pemahat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perubahan demi perubahan akan ia alami siang malam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pahatan Nasib memerintahkan kita bekerja terus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memberi bentuk, sebab dunia masih pahatan kasar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Belajarlah dari kuntum bunga tentang hidup, o Hati!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia adalah perlambang hidupmu yang selalu mencari cahaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia menyembul jauh dari kegelapan bumi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun sejak lahir memiliki mata di sinar matahari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kau tahu kemungkinan-kemungkinanmu yang terpendam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Embun akan bisa kaucipta menjadi lautan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;O Hati, mengapa mengemis terang kepada sinar bulan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nyalakan lampumu sendiri agar terang malam-malammu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau masih terikat pada warna kulit dan ras&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka kausebut aku Afghan atau Turkoman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun aku pertama kali manusia, nyata manusia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baru kemudian bisa kausebut India atau Turkistan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;TUHAN DAN MANUSIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kubuat dan kubentuk dunia ini daru empung yang sama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kaubkini Iran, Ethiopia dan Mongolia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari tanah Kubuat besi, murni tak tercampur yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kamulah yang menjadikannya pedang dan senjata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;KKau bikin kapak untuk menebang pohon yang Kutumbuhkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan membuat sangkar untuk burung-burung yang berkicau bebas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manusia:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau mencipta malam, aku mencipta lampu untuk meneranginya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau membuat lempung, darinya aku bikin cawan minuman cerlang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau jadikan hutan belantara, gunung dan padang rumputan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku cipta kebun, taman, jalan-jalan dan padang pengembalaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kurubah racun brbisa menjadi minuman segar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akulah yang mencipta cermin cerlang dari pasir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;DARI&amp;nbsp; 'ASRAR-I KHUDI ATAU RAHASIA DIRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila kepada manusia di muka bumi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cinta telah menyingkap pengetahuan Diri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rahasia penjajahan akan dibaringkan telanjang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di hadapan sekalian budak-budak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi `Attar, Rumi, al-Razi atau Ghazali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semua jalan harus ditempuh dengan upaya keras&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mula-mula&amp;nbsp; terdengar keluh kesah fajar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;O Pebimbing jalan yang bijak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walau mufasir&amp;nbsp; lamban langkah jalannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan hapus kepercayaanmu kepada mereka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka ini tidak kekurangan semangat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;O Burung yang dikirim dari sorga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mati lebih baik daripada hidup diperbudak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebab ini&amp;nbsp; yang membuatmu lemah tak dapat terbang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi faqir adalah lebih baik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dibanding menjadi Darius atau Iskandar Agung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiadaan harta seorang faqir yang beriman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akan melahirkan keberanian singa Tuhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebenaran dan tak takut adalah hakekat keberanian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Singa-singa Tuhan takkan mau menempuh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jalan yang dilalui seekor rubah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SANDOR PETOFI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(&lt;i&gt;Penyair muda Hongaria awal abad ke-20 yang gugur di medan perang mempertahankan negerinya, namun tiada tugu peringatan baginya karena jasadnya tak ditemukan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk sesaat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di taman dunia ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau nyanyikan lagu pengantin mawar,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan karenanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hati yang satu bersorak gembira&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan yang lain merasa sedih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan darah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau lukis kelopak tulip&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merah membara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan pandang pagi harimu yang sejuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kausingkap pelan-pelan hati tunas mawar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sajak gubahanmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau jumpai kuburmu yang lebih terhormat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepada rahim bumi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau tak akan&amp;nbsp; dan tak akan kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebab kau tidak dilahirkan oleh bumi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;KAPITALIS DAN BURUH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duniaku adalah hiruk pikuk pabrik baja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedang duniamu adalah melodi indah organ gereja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duniaku semak belukar timbunan pajak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang harus dibayar kepada penguasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duniamu Sorga dengan sidrah dan tubanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Arak dengan kemabukannya adalah minumanku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Minumanmu berasal dari Adam dan Hawa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Angsa, kakak tua&amp;nbsp; dan merpati adalah burungku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Huma dan simurgh adalah harta kerajaanmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bumi dan isi dalam perutnya adalah milikku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membentang dari bumi ke langit adalah wilayahmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PERCAKAPAN COMTE DAN KAUM BURUH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;August Comte:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seluruh&amp;nbsp; umat manusia adalah kesatuan yang saling berhubungan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka itu seperti daun dan dahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Darui sebuah pohon nan besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika otak manusia merupakan tempat duduk Akal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan jika kakinya terikat kepada tanah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini oleh karena keduanya dibelenggu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh ketentuan Alam yang tak terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seseorang memerintah, manusia lain harus bekerja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keduanya hanya mengikuti ketentuan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang Namrud atau Mahmud tak dapat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengerjakan pekerjaan budak seperti Ayaz.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidakkah kau lihat, disebabkan pekerjaan itulah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalian menjadi berbeda? Hidup&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjelma taman, dengan mawar dan duri keduanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buruh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Filosof. Kau memperdayaku ketika berkata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahw aku takkan pernah bisa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melepas jalanku dari lingkaran tenung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang kaubikin. Kau langkahi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Loyang demi emas, dan mengejarku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menyerah kepada nasib.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan cangkulku kugali saluran air&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di sana kutangkap tawanan lautan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan kuambil susu dan madu dari kedai Alam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembawa barang rahasia yang asing&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadiah untuk si Kohkan malang ternyata kauberikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepada Parvis si kaya raya dan penganggur,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hingga sakitlah hati si malang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan pulas yang salah menjdi benar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan filsafatmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau tak dapat mengelabui penglihatan Khaidir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan tipuan khayali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kaum kapitalis yang tak punya kesibukan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain makan, tidur dan bersanggama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah beban di muka bumi ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka gemuk dan bergizi disebabkan buruh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan budak-budak yang bekerja keras&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidakkah kau tahu si penganggur itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak lain adalah perampok sejak dilahirkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kejahatan pemodal ingin kau maafkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seluruh filsafatmu membuat kau sendiri kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PERADABAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-- Liga Bangsa-bangsa, sekarang Persatuan Bangsa-bangsa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manusia, yang berseri-seri wajahnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dihiasi pupuk peradaban&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kini merpertunjukkan debu hitam ciptaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seraya membayangkan dirinya cermin cerlang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepalan tinjunya disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sarung tangan sutra yang indah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil kalamnya membuat ia penuh pesona&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pedang katanya telah ia simpan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hamba tanah liat ini kini membangun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumah berhala perdalamaian dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian menari-nari berputar-putar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengikuti lagu serling perdamaian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun ketika perang tidak terelakkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Segera ia campakkan cadar pura-puranya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas tegaklah ia bangkit maju ke depan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bak musuh yang begitu haus akan darah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3081449822989629002-6306284712583686351?l=muin-angkat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muin-angkat.blogspot.com/feeds/6306284712583686351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/tulip-dari-sinai-dan-sajak-sajak-iqbal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6306284712583686351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3081449822989629002/posts/default/6306284712583686351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muin-angkat.blogspot.com/2011/01/tulip-dari-sinai-dan-sajak-sajak-iqbal.html' title='TULIP DARI SINAI DAN SAJAK-SAJAK IQBAL YANG LAIN'/><author><name>Abdul Muin Angkat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08144222009666223305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/Sm5nIV3ZtGI/AAAAAAAAABI/L40B7Mu41_Q/S220/SSA40537.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0k45hzV0ZT8/TSFlwDpFjeI/AAAAAAAAAJE/373wyU7dr3I/s72-c/m.+iqbal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3081449822989629002.post-2838607482752946407</id><published>2010-12-17T11:52:00.005+07:00</published><updated>2011-01-07T15:01:22.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasionalisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ideologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kosgoro'/><title type='text'>Pernyataan Umum  Kosgoro 12 Desember  2010</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kalam;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebuah Ormas kebangsaan Kosgoro yang berciri independen, dan didirikan oleh para pelajar pejuang yang tergabung dalam Tentara Pelajar Republik Indonesia (TRIP) tahun 1957, dikomandoi Alm. Mas Isman. Satu-satunya tentara pelajar bersenjata di dunia, diantara 2 negara lainnya yang merdeka dengan perang; Alzajair dan Vietnam. Pergeseran nilai antara brigade pertempuran ke brigade pembangunan, &amp;nbsp;menjadikan Ia sosok pemimpin yang berani,&amp;nbsp; kritis konstruktif &amp;nbsp;sebagai bukti nilai-nilai kejuangannya. Kosgoro, sudah lama ‘tiarap’ tak bersuara, sekarang mulai menggeliat ingin tetap mengkritisi pemerintah,&amp;nbsp; sebagai kekuatan ‘moral force’. Isi pernyataan umum ini saya copy paste dari hasil Mukernas Kosgoro, &amp;nbsp;yang diselenggarakan baru-baru ini di Jakarta, dan saya muat di Blog &amp;nbsp;untuk memperkaya visi Indonesia kedepan, selamat membaca. Bravo!(a.m.a) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-b
